Feb 14, 2010
Web Development Series: WordPress Roadmap History
oleh japestinho
Blogger mana yang tak kenal wordpress? Walaupun tidak menggunakan wordpress (red:pake platform lain) tetapi setidaknya nama wordpress tidaklah asing di telinga para blogger dan publisher. Blog platfrom buatan Matt Mulenwerg dan tim Automattic kini sudah menjadi blog engine yang terpopuler di dunia. Tidak hanya digunakan sebagai untuk media mempublikasikan tulisan dan pikiran pribadi tetapi fungsi wordpress tersebut sudah menjadi alat bisnis yang hebat. Di dunia blogoshpere telah banyak yang membuktikan wordpress sangat baik mejadi salah satu alat untuk mencari penghasilan utama. Tak perlu disebutkan contohnya karena sudah banyak sekali yang berhasil memaksimalkan wordpress baik di dalam atau di luar negeri dan pengguna atau developernya. Contohnya saja Adii Wootheme dan Nurudin Jauhari
Pada tulisan kali ini saya ingin mengulas tentang history dari engine wordpress sendiri. Mulai dari versi awal(namun bukan terawal sekali) sampai versi yang akan dirilis bulan Maret nanti. Saya juga meyertakan skrinsutnya dari setiap perkembangan wordperss yang ada. Mungkin ada yang bertanya kenapa saya menulis tentang history wordpress kali ini? Jawabannya adalah saya kira banyak juga diantara pengguna wordpress saat ini juga belum pernah melihat apalagi menggunakan versi-versi awal dari perkembangan wordpress ini (saya saja baru menggunakan sejak versi 2.5
). Okay langsung saja masuk ke intinya.
WordPress 0.7, May 27, 2003
Versi ini adalah versi terakir sebelum wordpress versi 1.0. Tidak ada nama project “Jazzer” sebelum wordpress 1.0 sehingga versi 0.7 ini tidak memiliki codename khusus. Sebenarnya ini adalah tahap evolusi pertama wordpress yang dikembangkan Matt Mullenweg, Ryan Boren, Donncha O Caoimh dari platform B2 (François Planque). Kebetulan saya belum berhasil menginstallnya di direktori lokal tetapi kira-kira saya mendapatkan tampilan awalnya seperti ini.
Saya ambil dari blog Mike Little yang ikut membantu Matt mengembangkan wordpress dari tahun 2003.
In 2003 I co-founded the WordPress project with Matt Mullenweg and have worked with WordPress ever since. I have more than 20 years of experience in software development and believe WordPress is a great solution to a range of website needs from personal blogs to sophisticated e-commerce sites.
– Mike Little
WordPress 1.0 Codename “Miles Davis”, January 3, 2004
Tampilan awal instalasi sangat tidak mirip dengan sekarang alias anda harus menyetting config.php nya secara manual. Sama dengan versi 0.7 saya belum berhasil menginstallnya di localhost karena sistem cache yang digunakan pada versi awal wordpress ini berbeda dengan sistem caching pada wordpress sekarang. Ada file bernama weblogs.com.changes.cache yang saya baca menurut petunjuknya harus di CHMOD 666 supaya proses wp-install.php nya bisa berjalan. Petunjuknya bisa dilihat di http://wordpress.org/docs/en/handbook/2.7/. Mungkin lain kali berhasil akan saya update tulisan ini.
WordPress 1.2 Codename “Charles Mingus“, May 22, 2004
Pada versi ini wordpress belum memiliki sistem dashboard. Jika ingin menambahkan dashboard harus menggunakan widget tambahan. Juga belum bisa menulis page hanya bisa membuat tulisan post saja. Theme managernya langsung mengakses ke code templatenya yaitu wordpress classic. Jumlah table yang dibuat oleh instalasi sebanyak 13 table.
WordPress 1.5 Codename “Billy Strayhorn“, February 17, 2005
Pada versi ini tampilan instalasi sudah lebih baik dari 1.2. Mulai versi ini dashboard sudah terintegrasi ke dalam wordpressnya. Juga sudah menggunakan plugin manager dan theme manager yang diberi nama tab presentation. Sepertinya Kubrick v1.5 sudah digunakan sebagai deffault theme sejak rilis versi ini. Jumlah table yang dibuat oleh instalasi sebanyak 9 table. Lebih sedikit dibandingkan dengan versi sebelumnya.
WordPress 2.0 Codename “Duke Ellington“, February 17, 2005
Meneruskan dari versi sebelumnya, pada versi ini dashboard wordpress sudah terlihat lebih berwarna dari versi-versi sebelumnya. Dan satu satu fitur yang ditambahkan selain perbaikan di sisi coding adalah fitur import. Kemampuannya memungkinkan untuk mengimport post dari Blogger, Movable Type, RSS, dan Textpattern. Selain itu ada fitur theme option langsung yang memungkinkan untuk modifikasi theme namun masih sebatas merubah warna font yang ada. Jumlah table yang dibuat oleh instalasi sebanyak 10 table dan sejak versi ini deffault jumlah table yang dibuat oleh wordpress berjumlah 10 table.
WordPress 2.1 Codename “Ella Fitzgerald“, January 22, 2007
Pada versi ini saya lihat hanya terjadi perubahan post section dan fitur importnya. Pada section post, versi 2.1 ini sudah menyertakan WYSIWYG dalam html mode, jadi sepertinya sudah bisa mengembeed kode-kode html dalam suatu post. Fitur barunya adalah export yang memungkinkan untuk mengeskpor semua tulisan yang ada dalam bentuk XML. Selain fitur importnya yang tambah mendukung Blogware, DotClear, GreyMatter, LiveJournal, dan WordPress sendiri, yang pasti saya yakin banyak perbaikan untuk di sisi codingnya.
Ow ya, fitur ” I would like my blog to appear in search engines like Google and Technorati. ” juga pertama kali saya lihat pada versi ini.
WordPress 2.2 Codename “Stan Getz“, May 16, 2007
Satu perubahan yang langsung terlihat pada versi ini pada saat instalasi adalah halaman konfigurasi database langsung dari browser. Pada versi sebelumnya wordpress mengharuskan penggunanya untuk mengedit sendiri file config.php pada direktori instalasinya untuk menyetting databasenya. Lalu melakukan instalasi dengan mengarahkan browser pada http://domain/wp-admin/install.php. Cukup merepotkan bagi yang tidak terlalu suka masuk ke back end hostingnya
.
Namun mulai versi ini fitur konfigurasi tersebut sudah ditambahkan dengan catatan direktori wp-admin pada hostingya sudah diberi previlages untuk write(777). Selebihnya saya tidak melihat adanya perubahan secara interfacenya dari versi 2.1. Hanya perbaikan dari sisi coding dan celah keamanan saja saya rasa yang dilakukan oleh tim WordPress.
WordPress 2.3 Codename “Dexter Gordon” September 24, 2007
Pada versi ini fitur baru yang langsugn saya lihat saat membuka dashboard adalah fitur mendeteksi versi update dari wordpress. Tampak ketika saya login ke dashboard, wordpress memperingatkan untuk segera mengupdate karena versi ini sudah out of date. Kemudian fitur barunya adalah tersedianya widget manager yang modular. Beda dari versi sebelumnya jika ingin merubah widget ini harus melakukan perubahan code dalam widget.php-nya.
WordPress 2.5 Codename “Michael Brecker” March 29, 2008
Nah versi 2.5 inilah yang pertama kali saya gunakan saat berkenalan dengan wordpress engine. Sebenarnya versi 2.3 sudah pernah melihat saja namun masih coba-coba dan belum menggunakannya secara optimal *halah. Karena versi 2.4 nya di skip dengan alasan perubahan jadwal dan liburan namun yang saya lihat terjadi perombakan desain dashboard wordpress secara signifikan. Pada versi 2.0 hingga 2.3 dashboard wordpress lebih di dominasi warna header biru dan sederhana, kemudian di wordpress 2.5 lebih di dominasi dengan warna yang lebih soft perpaduan biru muda dan abu-abu.
Dashboardnya juga mulai terlihat lebih informatif dengan menampilkan recent comments, incomink link, dan berita dari wordpress. Fungsi untuk pengaturan di pindah ke sisi kanan dari dashboardnya tidak seperti versi sebelumnya yang menyatu semua di sebelah kiri. Juga terdapat quick button untuk menulis new post. Sejak versi ini juga engine wordpress memungkinkan untuk mengupdate secara otomatis untuk core engine dan pluginnya tanpa harus mengunggah updatenya ke server melalui FTP. Gravatar juga mulai digunakan pada rilis versi 2.5.
WordPress 2.6 Codename “McCoy Tyner“, July 15, 2008
Tidak banyak perbedaan dari versi 2.5 dari sisi desain dashboardnya. Satu fitur yang bertambah menurut saya adalah fitur Turbo yang mengintegrasikan Google Gears dengan engine wordpress yang digunakan. Tujuannya yang pasti untuk mempercepat load dari wordpress dengan menyimpan gambar, script dan css wordpress di lokal komputer. Memang fungsi dari google gears yang memungkinkan untuk demikian. Satu lagi wordpress menggunakan semacam buble tips untuk memperingatkan pengguna ada update terhadap plugin yang digunakan. Sejak versi ini pengguna juga bisa mengupload plugin dalam bentuk .zip langsung dari setting plugins dari dashboard.
WordPress 2.7 Codename “John Coltrane“, December 10, 2008
Satu perubahan besar disain dahboard kembali terjadi pada versi 2.7. Mulai dari instalasinya telah terlihat tampilan css sudah makin diperbaiki dengan rounded button pada setiap button di wordpress. Setibanya di dashboard, ada pengaturan screen option yang membebaskan pengguna untuk mengatur apa saja yang akan terdapat di dashboardnya. Semua pengaturannya berpindah ke kiri dengan model sidebar yang bisa diminimized menjadi icon saja atau lengkap dengan teksnya.
Terdapat juga quick access button untuk menuju draft post, new page, upload, dan comments yang perlu di moderasi. Quick button post pada versi 2.6 telah berubah menjadi Quickpress sehingga pengguna bisa langsung mempost dari dashboard tanpa ke tab Add new post.
WordPress 2.8 Codename “Chet Baker“, June 11, 2009
Peningkatan yang dilakukan pada versi ini ada pada opsi tambahan di screen option yang membolehkan pengguna untuk membagi layout dashboardnya menjadi 1, 2, 3, atau 4 kolom. Sehingga informasi di dashboar bisa di atur senyamannya oleh masing-masing pengguna. Seterusnya terdapat fitur peringatan kepada pengguna untuk mengganti langsung password standar yang digenerate oleh wordpress saat pertama kali masuk ke dalam dahsboard.
Satu fitur baru yang benar-benar menolong wordpress user adalah adanya tab Add new theme. Fitur ini mengintegrasikan WordPress theme directory dengan filter pencarian berdasarkan warna, jumlah kolom, subject, dan fitur theme tambahan sehingga pengguna bisa mengganti theme langsung dari dashboard tanpa perlu menguploadnya ke direktori theme melalui FTP. Juga memungkinkan pengguna mengupload sendiri custom theme dalam bentuk .zip melalui fitur ini. Fitur baru lainnya adalah fungsi pada tab widget berupa modular yang bisa langsung di ‘drag n drop’ ke dalam section widget sidebarnya.
WordPress 2.9 Codename “Carmen McRae“, December 18, 2009
Versi terakir dari stable version wordpress adalah 2.9.1. Dalm versi terakir ini tidak banyak perubahan pada sisi dashboard namun lebih ke peningkatan fungsi pendukung wordpress. Sejak versi 2.9 pengguna diberikan fitur built-in image editor ( + image thumbnail untuk magazine look theme) sehingga melakukan editing gambar yang ingin dimasukkan ke dalam post tidak perlu dari luar wordpress.
Kemudian terdapat fitur trash dan undo trash jika terjadi insiden tak sengaja menghapus post yang telah dibuat. Embedding kode html pun menjadi semakin mudah jika pengguna ingin memasukkan video ke dalam post. Cukup paste URL dimana video yang ingin di embed dan wordpress pun langsung merubahnya menjadi embedded video yang lengkap dengan playernya. WordPress mendukung embedding dari YouTube, Daily Motion, Blip.tv, Flickr, Hulu, Viddler, Qik, Revision3, Scribd, Google Video, Photobucket, PollDaddy, and WordPress.tv. Satu lagi fitur yang menarik adalah batch update pada engine wordpress termasuk plugin-pluginnya. Pengguna tinggal masuk ke tab Upgrade dan wordpress akan mengupgrade semua engine dan plugin yang telah tersedia update-nya. Release pressnya di sini.
Next Version?
Menurut planning wordpress versi selanjutnya akan menjadi angka 3 yaitu 3.0 pada April 2010, 3.1 pada August 2010, dan 3.2 pada November 2010. Menurut bocoran yang saya dapatkan pada WordcampID 30 January lalu versi 3 ini akan menjadi versi yang united dari wordpress. Dimana perkembangan dari wordpress tools seperti BBpress dan Buddypress akan menjadi plugin, dan WordPress MU akan menajadi kesatuan dengan sistem WordPress.org. Untuk lebih lengkapnya bisa dilihat di post bloggingly tentang WordcampID.
Satu Keunikan Project WordPress
Saya kira ada satu yang unik dari WordPress ini yaitu penamaan versi lirisnya yang selalu menggunakan nama pemain Jazz terkenal. Itu dikarenakan core developer dari wordpress ini sangat sengan sekali berbagi dan mendengarkan musik jazz. Hingga mereka memutuskan untuk memberiri nama setipa versi rilis wordpress dengan nama-nama pemain jazz terkenal. Jika ingin mendengarkan lagu jazz yang dimainkan oleh codename project wordpress ini bisa melalui Last.fm.
Code Is Poetry
P.S.
Ada yang ingin berbagi pengalaman menggunakan wordpress dari versi awal hingga sekarang?
Dapatkan update harian bloggingly GRATIS di RSS Reader anda! Subscribe sekarang RSS FEED BLOGGINGLY !
Apa itu RSS? Kenali RSS di halaman ini




























fanari bilang,
WordPress 3.0 Codename “Joe Pass” *asal nebak
*
on 14 Feb 2010 / 18:10
Fikri bilang,
@fanari
wahahaha, pemain jazz yang mana lagi itu fan? kalau joe yang virtuoso gitar saya tahu
on 14 Feb 2010 / 20:38
problogger bilang,
iya nih ane aja jadi tertarik sama mesin blogging WP , lebih dinamis dan bisa lebih creatif
on 17 Feb 2010 / 22:57
Fitri bilang,
salah gan… WordPress 3.0 Codenamenya “mbah surip”
on 03 Mar 2010 / 00:11
Aken bilang,
di blog saya nggak ada menu plugin nya. tolong kasi tau cara ngemunculinnya ya……
on 12 Jun 2010 / 00:27
faiz al-qurni bilang,
jiahahaha, wordpress lover gan!!
on 30 Oct 2010 / 17:21
faiz08 bilang,
wah yang 3.04 dah keluar mas
on 12 Jan 2011 / 12:59