Jul 28, 2010
Menyikapi Copy Paste Konten Blog
oleh Fikri

gambar copy & paste diatas adalah milik Robert S. Donovan yang dipublikasikan di Flickr dengan lisensi Creative Commons.
Pernahkah anda mendapati tulisan anda di copy oleh seseorang lalu di publikasikan tanpa izin di blog lain? Saya tahu perasaan anda: kesal, marah dan murka bercampur menjadi satu mengingat banyaknya waktu dan perhatian yang anda curahkan untuk membuat tulisan tersebut yang lalu dicopy-paste oleh orang lain tanpa izin.
Penjarahan intelektual dengan cara mengcopy paste konten blog tanpa izin bukan barang baru lagi di blogosphere. Saya tahu betapa menyebalkannya di-copypaste, mengingat sudah seringkali tulisan-tulisan saya (baik di bloggingly atau di blog lain) di publikasikan ulang di berbagai blog tanpa izin.
Mengapa copy paste tulisan blog seperti ini terjadi?
Pendapat saya, setidaknya ada dua penyebab mengapa hal ini terjadi:
- Yang pertama adalah ketidaktahuan. Jangan salah, masih banyak orang yang menyangka bahwa semua yang tersedia di internet itu “gratis” dan “dapat digunakan semau mereka”. Salahkan keterbatasan penyebaran informasi dan edukasi di dunia.
- Yang kedua adalah kesengajaan. Sederhana saja: berapa banyak dari anda yang tahu bahwa menggunakan OS bajakan itu salah dan tetap melakukannya? Bagaimana pola pikir anda? “aah, siapa juga sih yang mempermasalahkan…?”, huh?
It sucks, i know
Apapun alasannya, kemudahan mengolah informasi secara digital memang mempermudah copy paste tulisan terjadi. Jangankan tulisan, software yang rumit saja bisa dan banyak dibajak. Menyikapi hal ini, ada dua opsi yang tersedia: mencaci maki dan menyalahkan dunia, atau menyadari bahwa dunia (dan budaya serta perilaku manusia) memang sudah berubah.
Bagaimana menyikapi pembajakan tulisan blog?
Setidaknya, anda memiliki dua opsi: memproteksi atau “melepaskan” konten anda.
Yang saya maksud dengan memproteksi konten adalah melakukan segala daya dan upaya untuk menjaga konten ada agar tidak bisa di-copypaste (meskipun secara teknis saya merasa hal tersebut mustahil – seperti hacking, selalu saja ada cara).
Ada beberapa cara yang dapat anda upayakan seperti mendisable klik kanan dengan memasang sedikit kode JavaScript (untuk mencegah klik kanan copy & paste) di blog anda, membubuhkan watermark pada tiap gambar / foto, mengatur agar RSS Feed anda dipublikasikan secara parsial untuk menghindari publikasi ulang RSS Feed, dll.
Sedangkan yang saya maksud dengan “melepaskan” konten anda adalah dengan tidak melakukan upaya-upaya diatas. Malahan, lakukan hal yang sebaliknya: permudah orang lain dalam membaca tulisan anda. Mensubmit blog ke agregator, merilis tulisan RSS Feed secara penuh, Mengizinkan orang lain mempublikasikan ulang tulisan anda tanpa perlu meminta izin terlebih dahulu, dll.
Saya tahu hal ini terdengar baru untuk anda. “Gila, gue udah susah-susah nulis masa orang boleh publish ulang semaunya?“. Oke, ini mungkin agak “nyeleneh”, tapi saya rasa anda perlu membaca wacana mengenai uncopyright and minimalist mindset: mengizinkan siapapun menggunakan apa yang anda tulis. Konsep ini saya pertama ketahui dari Leo Babauta, seorang blogger asal kepulauan Guam (sekarang dia pindah ke San Fransisco) yang mengaplikasikan uncopyright dan membuat blognya zenhabits.net menjadi sangat populer dalam waktu kurang dari 3 tahun.
Bagaimana saya menyikapi copy paste
Sekarang masuk ke dalam ke bagian yang lebih praktikal dan personal: bagaimana saya menyikapi copy paste?
Oke, saya harus katakan ini: saya tidak (atau mungkin, belum) se”liberal” Leo Babauta dan uncopyrightnya, tapi saya sudah tidak terlalu memperdulikan lagi para pelaku copy paste.
Pertama kali tulisan saya di copy paste, saya menulis “komentar pedas” di artikel saya yang di-copy paste, meminta yang empunya blog setidaknya menautkan link ke artikel asli. Lama kelamaan, orang yang melakukan copy paste semakin banyak (sekarang sudah jarang lagi sih) dan saya mulai menyadari bahwa hal ini membuang-buang waktu saya. Daripada saya menggunakan waktu saya untuk mengurusi artikel saya yang di-copypaste, lebih baik saya fokus menggunakan waktu saya utuk membuat artikel yang lebih bermutu.
Ingat ini:
orang bisa saja meng-copypaste tulisan anda, tapi mereka tidak akan bisa mencuri integritas dan pengetahuan yang anda dapatkan karena proses penulisan artikel yang anda lalui.
Berangkat dari keyakinan tersebut, saya sekarang tidak terlalu memusingkan diri saya dengan masalah copy paste. Namun, saya melakukan beberapa “trik” sederhana terhadap tulisan-tulisan saya:
- Karena saya tidak suka di copypaste, saya tidak pernah meng-copypaste tulisan orang lain. Ingat peraturan emasnya? Perlakukan orang lain seperti anda ingin diperlakukan.
- Menulis dengan bahasa yang “saya banget”. Sehingga orang akan tahu bahwa itu tulisan saya. (pada prakteknya akan sangat sulit sih, jadi, tulis saja!)
- Menyelipkan link ke artikel-artikel saya yang relevan (jika ada). Sehingga jika di-copypaste dan dipublikasikan di blog lain pun, setidaknya anda mendapatkan backlink. Lumayan untuk search engine indexing
- Jika ada gambar yang berupa ilustrasi, bubuhkan watermark
Yap, itu saja sih yang saya lakukan untuk mengatasi copy paste. Bagaimana dengan anda? Apa pendapat anda dan apa yang anda lakukan untuk menangani copy paste?
Dapatkan update harian bloggingly GRATIS di RSS Reader anda! Subscribe sekarang RSS FEED BLOGGINGLY !
Apa itu RSS? Kenali RSS di halaman ini
anas bilang,
untuk para senior, betul yang di butuhkan para pemula adalah bimbingan, bukan teguran pedas…, saya adalah blogger pemula, sangking pemulanya website/blog yang saya buat masih malu untuk saya publikasikan. tetapi untuk copy paste blog orang lain wah…maaf itu bukan pribadi saya…
on 05 May 2011 / 14:24
Mustofa bilang,
Hm..gitu to..nyimak ajalah..
on 08 May 2011 / 12:12
Deby bilang,
Uhm,, sangat setuju sekali,,
kalo begini bagaimana menurut mas????
Copy, edit (mksdnya menambah kata2 sendiri lagi) baru paste,, gmna???
on 08 May 2011 / 18:54
Asep bilang,
wah..saya jadi bingung soal copas ini. Saya pemula banget pak. Saya lagi belajar bikin blog/website. tujuannya sih untuk promosiin toko komputer saya. Saya pernah copas artikel orang mengenai cara mereset printer. Anehnya ketika saya cari lewat google artikel tersebut, saya banyak menemukan blog/website yang memuat artikel tersebut yang kontennya sama persis satu sama lain, yang beda cuma jenis font aja. sampai saya bingung siapa pemilik artikel tersebut sebenarnya. Ya udah Saya putuskan copas aja tuh. Karena saya pikir boleh. Belakangan ini ada juga yang memperbolehkan copas asal mencantumkan link dari sumbernya dibawah copassannya. Gimana tuh pak.
on 12 May 2011 / 03:47
Rina As bilang,
Bagaimana kalau yang mengcopy paste tidak mencantumkan link blog kita, baik link sumber maupun link dalam konten? Bagaimana pula kalau pengcopy paste content tersebut SERPnya lebih bagus, kita di page 2 sedang mereka di page 1?
Huh.. kalau mengalami ini pasti kesal …
on 31 May 2011 / 11:45
eko bilang,
saya kira kalo nyelipin link relevan saya kira gak bakalan mampan tuh… soalnya ada ada notepad…
on 08 Jun 2011 / 02:17
Elik bilang,
Copas merupakan dewa penolong bagi pemula, kalau kita ikhlas semoga pahala dalam bentuk lain memberkati kita. Bimbingan dan etika harus terus digencarkan.
on 08 Jun 2011 / 09:04
ANGGA bilang,
maav loh mass saya juga copy paste tapi saya pake pembelajaran di rumah….
ya itung-itung biaya warnet yang gila makanya saya copy paste biar ngirit waktu
hehehehehe
on 16 Jun 2011 / 10:41
Ale bilang,
menyikapi kebiasaan copy-paste, kalu menurut saya seperti ini :
1. Orang yang haknya diambil orang dan menuntut haknya adalah wajar, jadi hak penulis pada tulisannya haruslah di hormati.
2. Orang yang haknya diambil orang, tapi tidak menuntut adalah sangat tidak wajar (diluar kebiasaan umum), bisa positif bisa negatif.
3. Pada level ini, orang yang mempunyai hak atas sesuatu, tapi dengan sengaja memberikannya ke orang lain tanpa menuntut sesuatu apapun, untuk keperluan apapun baik materiil maupun non materiil, ini tingkatan yang paling tinggi.
kalau saya belum bisa jadi yang ke 2 atau ke 3, apalagi kalo hak tersebut digunakan orang lain untuk kepentingan dirinya. walah… ora ikhlas
on 24 Jun 2011 / 17:33
yopi bilang,
mengingat teknologi jaman sekarang, apapun bisa dilakukan, sehebat apapun proteksinya untuk tidak dikopas artikel lama2 ketauan juga triknya untuk bisa di kopas.
on 07 Jul 2011 / 03:31
Rina As bilang,
Share yang menarik nie..
moga2 copy paste tdk menjadi budaya blogger Indonesia ya…
on 14 Jul 2011 / 07:43
akhmad mukrofin bilang,
kalo di copy pas di masukin di ambil nara smbernya nggak papa sich
on 28 Jul 2011 / 09:57
Yuda bilang,
Ya,, tergantung niat penulisnya. Niat berbagi atau show off
Begitu juga yang copas.. niat berbagi atau show off, tambah lg dink.. niat $_$ .. hhaha
on 08 Aug 2011 / 22:37
sucyresky bilang,
kalau saya sih…mmm…
Selalu kopi paste ma blog nya orang…tapi gue ada sedikit perubahan…gak apa-apa kan………he…he…he…
on 10 Aug 2011 / 22:40
Sandro bilang,
Sip da gan…
on 21 Aug 2011 / 12:48
rendy bilang,
wah…saya jadi merasa malu sendiri setelah membaca ini…
masalahnya saya adalah blogger newbie yg br bbrp hari belajar bikin blog…dan isi blog saya rata-rata copas dari blog dan situs laennya…
maapkan atas tindakan saya ini karena saya hanyalah newbie yg ingin belajar ngeblog..
untuk kedepannya apabila telah mahir…saya hanya akan menampilkan tulisan-tulisan saya sendiri…
sekali lagi maapkan tindakan saya ini..
(btw rata-rata tulisan saya yg asalnya dr copas selalu saya akhiri dengan klik link aslinya)…
on 23 Aug 2011 / 22:57
Zona Baru bilang,
Keren keren keren….. ditunggu artikel berikutnya….. saya setuju dengan cara anda memberikan inspirsi….
on 25 Aug 2011 / 07:33
LUKISAN MINIMALIS bilang,
klo sy kan skrg lg bulan puasa jadi menyikapinya dengan sabar………..
Nice post
on 25 Aug 2011 / 16:41