blogazine

Salah satu post paling keren yang saya baca tahun 2009 kemarin adalah “The death of the boring blog post?” oleh Paddy Donnely yang dipublikasikan di Smashing Magazine tanggal 19 November 2009 silam. Dalam tulisan yang dilayout secara custom habis-habisan tersebut, Paddy Donnely -memanfaatkan luasnya influence smashing magazine- meneriakkan “pandangan baru” terhadap dunia blogging yang kian hari rasanya makin keras dihajar oleh microblogging: blogazine.

Jadi, apa itu blogazine?

Blog dibuat sebagai sarana mempublikasikan pemikiran di internet. Blog engine seperti wordpress, blogspot dan movable type dibuat untuk mempermudah kegiatan blogging. Dengan paradigma content management system, blog engine mempermudah blogger dalam mempublikasikan konten dan men-styling (bantu saya, apa padanan kata styling dalam bahasa indonesia?) kontennya melalui theme / template yang dengan mudah diinstall blog engine tersebut.

  1. Install blog engine
  2. Install theme
  3. Tulis konten
  4. Voila! Saat dipublikasikan, tampilan konten tersebut akan menggunakan layout theme yang diinstall di blog engine. Tepatnya, semua konten akan berpenampilan seragam.

Blogazine (dari kata blog + magazine) “merombak” alur publikasi konten blog tradisional tersebut.

Seperti asal istilah blogazine yaitu magazine, pikirkanlah sebuah majalah: apa yang terjadi jika sebuah majalah memiliki layout yang seragam untuk semua halamannya?

Membosankan, bukan?

That’s it. Blogazine adalah satu paradigma blogging yang membuat tampilan setiap post blog berbeda, seperti perbedaan layout setiap artikel di majalah.

Contoh-contoh blogazine?

Example of blogazine

Desandro Blogazine

Blogazine bukanlah barang baru. Berdasarkan tulisan Paddy Donnely yang saya sebutkan di awal post ini, Jason Santa Maria sudah membuat custom blog post (mungkin, bahkan sebelum istilah “blogazine” disebutkan) yang blogazine-ish ini sejak Juni 2008.

Lihat blog-blog ini dan lihat bagaimana setiap post yang memiliki layout berbeda ini memanjakan mata kita dan berujar dalam hati: “wow, keren sekali!“:

Wow, bagaimana cara mereka melakukannya?

Kemampuan desain adalah hal yang wajib dimiliki untuk melakukan blogazine. Itulah mengapa blogazine bukan untuk semua orang: tidak semua orang memiliki kemampuan desain yang mumpuni untuk melakukan blogazine. Tapi untuk anda yang memiliki kemampuan desain yang mumpuni -hello designers!- blogazine adalah cara-cara yang tepat untuk memamerkan kemampuan anda.

Kemampuan lain yang harus anda miliki untuk melakukan blogazine adalah CSS.

Setelah CSS, hack theme anda agar blogazine-ready. Nick La dari WebDesignerWall menunjukan cara melakukannya untuk self hosted wordpress blog: Unique Blog Post and WordPress Tips.

Note: blogazine tidak bisa dilakukan di blog wordpress.com karena user tidak memiliki kontrol penuh atas CSS. Bagaimana dengan blogspot? Wah, saya kurang handal mengenai blogspot. Ada yang tahu caranya?

Sekarang, mari kita buat ketiga langkah diatas menjadi lebih prosedural:

  1. Hack theme anda agar blogazine / custom post ready
  2. Buka photoshop  atau graphic editing software anda – tulis dan desain post.
  3. Convert desain dan post anda menjadi xHtml dan CSS
  4. install” css melalui custom field dan publikasikan post anda.

Blogazine di blogosphere lokal

blogazine dengan citarasa lokal

Sejauh yang saya tahu (jika ada yang lebih tahu mari berbagi melalui kolom komentar) blogger lokal yang sudah mengadopsi gaya blogazine ini baru Yahya Junianto Aifit. Blogger dan Web designer asal Kota Cepu ini mengaplikasikan gaya blogazine kepada blognya cahcepu.com. Anda bisa lihat custom post yang dipublikasikan disana mulai post “Koin Keadilan Untuk Prita Mulyasari“. Post dan layout favorit saya  adalah “Sejarah Wayang Kulit” yang konten dan layoutnya.. Oh my, anda harus menyebarkan halaman ini melalui semua jejaring sosial anda.  :D

Omong-omong, saya sempat menanyakan beberapa hal kepada Yahya yang sering menggunakan nick name Om Ipit ini melalui pm facebook:

Fikri (F): Bagaimana proses (step by step) membuat artikel dengan gaya blogazine? Menggunakan software apa saja?

Yahya Junianto Aifit (Y): Pertama, Menentukan Layout

  • Menyesuaikan tipe artikel dengan layout. Jika artikel itu panjang dan banyak kata – kata, maka layout saya buat layaknya magazine, seperti Sejarah Wayang Kulit . Jika tipe artikel itu list, maka layoutnya saya buat layaknya list seperti di artikel Inilah Kehebatan CSS3.
  • Biasanya saya mencari inspirasi tentang desain layout ini di banyak situs showcase. Kalo sudah ketemu layout yang pas, mulailah saya membuat sketsa ngawurnya di atas kertas.

Kedua, Proses Coding.

  • Saya punya versi offline CahCepu.com dengan mesin WordPress dan servernya menggunakan XAMPP. Dengan punya versi offline tsb, proses coding makin cepat dan mudah. Browser default yang saya gunakan adalah Firefox. Untuk editor HTML dan CSS terus terang saya menggunakan Notepad bawaan windows.
  • Selanjutnya menulis artikel tsb melalui text editor (memakai versi yang HTML) di dashboard wordpress. Setelah artikel di post semua baru saya menentukan letak alamat url kode css yang akan digunakan melalui Custom Field.
  • Sebenarnya proses koding layout artikel ini sifatnya hanya me-replace file css master yang digunakan pada theme. Misalnya jika tag <h2> di theme menggunakan huruf Arial. Maka di layout artikel, saya bisa ubah menggunakan huruf Georgia. Dan seterusnya.
  • Bisa juga membuat class baru untuk file css – nya artikel, asal class itu tidak sama dengan class yang ada di file css master theme yg digunakan.

Ketiga, Proses Upload

  • Setelah selesai coding pada versi offlinenya, maka saya tes tampilannya dengan berbagai browser. Browser yang saya gunakan untuk tes adalah Safari, Opera dan Chrome. Setelah tampilan oke  jika di buka melalui browser2 tsb, barulah di upload.
  • Pertama, upload dulu file css artikel di server, setelah itu baru menulis artikel di dashboard wordpress dan menentukan letak file css yg akan digunakan melalui Custom Field. (sama seperti pada versi offline diatas). Setelah selesai, baru di publish.

F: Apakah semua layout di kerjakan sendiri? Butuh waktu berapa lama untuk membuat satu post?

Y: Iya, saya kerjakan sendiri. Waktu pengerjaan tergantung kerumitan dan mood :D . Kira – kira memakan waktu 2 – 3 minggu.

F: Inspirasi dalam membuat blogazine ini siapa saja?

Y: Dustin Curtis, Tren Walton, Gregory Wood, Jason Santa Maria. Note: URL nama-nama yang lain sudah tercantum diatas.

F: Dan yang terakhir adalah, membuat blogazine ini kan memakan waktu yang lama dan effort yang tidak sedikit. mengapa Om melakukannya? Apa harapan Om terhadap blogazine om? Apa yang om ingin katakan kepada pembaca2 blog Om?

Y: Saya melakukannya karna saya tahu manfaatnya banyak buat saya yang masih nubie. Saya bisa belajar hal – hal yang baru tentang desain website. Misalnya, belajar memilih warna yang cocok dan belajar bagaimana membuat sebuah tampilan yang disesuaikan dengan konten. Sehingga konten yang dulunya “membosankan” kini menjadi menarik jika diberi sedikit style.

Saya pernah membaca artikel dari Pak Romi SW, bahwa fungsi blog adalah untuk personal branding. Jadi dengan blogazine ini, saya bisa sedikit meningkatkan branding saya di dunia pendesainan web.

Yang ingin saya katakan adalah: We web designers don’t want to be regarded as lazy. Do we?

Apakah blogazine ini untuk anda?

Selain sebagai portfolio yang mantap, blogazine memberikan keleluasaan untuk berekspresi sepenuhnya atas post anda. Adalah sebuah kenikmatan tersendiri saat anda membuat sesuatu karya yang super keren seperti custom post yang blogazine-ish ini. Meskipun begitu, kenikmatan membuat blogazine ini terbatas hanya untuk mereka yang memiliki kemampuan desain dan CSS, serta anda yang bersedia untuk “menginvestasikan” waktu membuat custom layout untuk post anda.

No pain no gain, isn’t it? Membuat blogazine keren ini membutuhkan waktu dan effort yang luar biasa pula.

Sekarang, beritahu saya apa yang ada dipikiran anda mengenai blogazine. Mari berdiskusi! :D

Dapatkan update harian bloggingly GRATIS di RSS Reader anda! Subscribe sekarang RSS FEED BLOGGINGLY !

Apa itu RSS? Kenali RSS di halaman ini