Apr 16, 2009
Memahami Konsep CMS – Content Management System
oleh Fikri
Intro:
Masih berada dalam serial memahami infrastruktur blogging. Jika pada tulisan lalu kita sudah membahas mengenai definisi internet, hal-hal penting dalam perkembangan internet, 3 cara menghasilkan uang lewat internet, dan perbedaan website statis dan dinamis, tulisan ini berbicara mengenai konsep CMS: lebih dalam mengenai konsep website statis.
Here We Go.
Di tulisan yang lalu kita sudah memahami perbedaan antara website statis dan dinamis. Blog, pada umumnya merupakan website dinamis. Website dinamis memiliki ciri-ciri adanya pemrograman di sisi server untuk mengelola konten yang di tampilkan di website dinamis tersebut.
Sekarang, jika blog adalah website dinamis dan website dinamis disusun dari program yang diinstall di server, bagaimana saya bisa membuat blog? Saya tidak mengetahui apa-apa mengenai pemrograman server!
Tenang saja. Ada content management system.
Apa itu Content Management System (CMS) ?
Seperti arti harafiahnya, CMS adalah sistem manajemen konten. Bahasa sederhananya: Software yang cukup anda install di server, konfigurasikan, masukkan informasi yang anda ingin tampilkan di website anda ke CMS yang anda install, lalu jadilah website anda.
Bahasa teknisnya: Kesatuan program server side dan database yang bertugas mengolah data yang anda input menjadi halaman web (me-manage data yang di input menjadi halaman web. Itulah mengapa namanya CMS)
Kalau anda membaca tulisan saya mengenai internet timeline: Daftar Kronologis Perkembangan Internet, anda akan menyadari bahwa jumlah website (dan blog) semakin hari semakin tumbuh dengan angka yang sangat fantastis (terutama belakangan ini).
Salah satu faktor pendukung hal tersebut adalah adanya Content Management System.
Dengan adanya CMS, tidak hanya geek yang dapat memiliki website. Orang yang tidak mengetahui apa-apa mengenai pemrograman server pun bisa membuat website.
Cukup beli domain, sewa server, install CMS. Tidak mengetahui tahapan installasi CMS? Anda bisa mencari tutorial yang tersebar di world wide web atau meminta tolong customer service tempat anda menyewa server.
Setelah instalasi, atur (konfigurasikan) tampilan website anda, susun struktur halaman website anda, lalu ketikkan informasi yang ingin anda tampilkan di editor WYSIWYG (What You See Is What You Get, tempat mengetikkan data seperti tampilan MS Word. Umumnya CMS memiliki fitur ini), lalu klik publish. Informasi yang anda ketikkan itu kini dapat diakses melalui halaman website anda.
Dimana Saya Bisa Mendapatkan CMS?
Good Question. Setelah mengetahui apa itu CMS dan apa yang anda dapat lakukan dengan CMS, pertanyaan selanjutnya adalah dimana anda bisa dapatkan CMS tersebut.
Banyak cara mendapatkan CMS. Ada yang berbayar, ada yang gratis. Dulu sebelum dotcom bubble burst, mungkin orang perlu membayar web developer untuk mendapatkan CMS yang diinginkan untuk website dinamisnya.
Namun zaman berubah. Hari ini anda bisa mendapatkan CMS yang sangat berkualitas secara gratis, atas nama project Open Source. Ada banyak CMS yang bisa anda download dan anda install di server sewaan anda dengan gratis, di dukung oleh komunitas pengguna yang besar.
Beberapa CMS yang dapat anda download dan gunakan secara gratis: Ada Joomla, Drupal, Expression Engine (ini ada versi berbayarnya juga), ZenCart, Textpattern, WordPress, dll. Berapa CMS mengkhususkan diri untuk tujuan spesifik. Seperti ZenCart untuk toko online, dan wordpress untuk blogging.
That’s it. Konsep Content Management System. Ada pertanyaan (ada yang belum terlalu jelas mungkin?), masukan, saran atau tambahan? Beritahu kami melalui fitur comment dibawah.
Enjoy!
Dapatkan update harian bloggingly GRATIS di RSS Reader anda! Subscribe sekarang RSS FEED BLOGGINGLY !
Apa itu RSS? Kenali RSS di halaman ini

Memahami Konsep CMS – Content Management System « Adhy06 bilang,
[...] saya mengkopinya dari link : http://bloggingly.com/memahami-konsep-cms-content-management-system/ Posted in IT, Web. Leave a Comment [...]
on 15 Aug 2009 / 08:31
laporan pendahuluan praktikum IMK 1 (soal n jawaban) « Arfinwicaksono's Blog bilang,
[...] Pemahaman mengenai website statis / dinamis merupakan pengantar menuju pemahaman mengenai Content Management System saya tulis di memahami konsep Content Management System. [...]
on 01 Oct 2009 / 17:36
Schematic Diagram bilang,
Sore mas, mungkin saya baca ini agak telat, tapi saya tertarik sekali dengan ulasan mas karena saya sedang seneng-senengnya belajar membuat website sendiri. Yang ingin saya tanyakan adalah saya sudah terlanjur membuat website statis dan halamannya juga cukup banyak. Saya hanya membuatnya menggunakan html dan css. Apakah bisa dirubah menjadi dinamis? Terima kasih
on 12 Nov 2010 / 14:57
anugrah bilang,
mas saya punya links html,Css yang secara sistematis menerangkan dengan image/slicing mengenai adjustment nya, saya masih suka salah disitu.
makasih.
on 10 Dec 2010 / 23:17
epi bilang,
trus gmana cara buat web dinamisnya bung
???
on 24 Mar 2011 / 16:38
Ek bilang,
sy kdg kurg paham dgn teori web, dan saya msh bingung dengan penyebutan website dinamis/statis dengan css dinamis/statis, apakah sama saja..
saya bisa bikin web, hanya suka bikin saja, berarti klo ada semacam login member dan forum merupakan dinamis ya..?
klo statis tampilannya sama terus, ga berubah sama sekali.
thx b4.
on 23 May 2011 / 14:51
Static Vs Dynamic Site « Azhtech "Light for People – Light for Earth" bilang,
[...] Pemahaman mengenai website statis / dinamis merupakan pengantar menuju pemahaman mengenai Content Management System saya tulis di memahami konsep Content Management System. [...]
on 02 Jul 2011 / 10:02