<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Bloggingly &#187; Uncategorized</title>
	<atom:link href="http://bloggingly.com/category/uncategorized/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bloggingly.com</link>
	<description>Blog tentang blog, blogging, tips ngeblog, dan semua yang berkaitan dengan ngeblog</description>
	<lastBuildDate>Tue, 27 Jul 2010 21:51:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Menelaah Trend Tumblelogging</title>
		<link>http://bloggingly.com/menelaah-trend-tumblelogging/</link>
		<comments>http://bloggingly.com/menelaah-trend-tumblelogging/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Apr 2010 11:02:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fikri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Life Streaming]]></category>
		<category><![CDATA[Trend]]></category>
		<category><![CDATA[Tumble blog]]></category>
		<category><![CDATA[Tumblelog]]></category>
		<category><![CDATA[Tumblelogging]]></category>
		<category><![CDATA[Tumblog]]></category>
		<category><![CDATA[Tumblr]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloggingly.com/?p=1478</guid>
		<description><![CDATA[image is courtesy of The Nothing Coorporation Note: beberapa sumber menulis tumbleblog (dengan B) atau tumblog alih-alih tumblelog. Saya memilih untuk menuliskannya sebagai tumblelog (mengacu pada wikipedia). Saya tidak pernah terlalu “ngeh” dengan tumblelogging hingga saya mendapati fakta bahwa tumblr dan posterous (salah dua platform tumblelogging) semakin naik popularitasnya dan WooTheme (salah satu developer theme [...]<p><a href="http://bloggingly.com/menelaah-trend-tumblelogging/">Menelaah Trend Tumblelogging</a> dipublikaskan di <a href="http://bloggingly.com">Bloggingly.com</a> dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds.feedburner.com/Bloggingly">RSS-nya</a> yang didistribusikan melalui feedburner dan facebook notes.

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, silahkan klik link <strong>"share on facebook"</strong> yang berada di bawah tulisan ini untuk menshare-nya ke jaringan perkawanan anda. Ada Pop out yang tiba-tiba keluar? Silahkan tulis pendapat anda atas tulisan ini, lalu klik okay.</p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<p>image is <a href="http://www.flickr.com/photos/thenothingcorporation/4267923219/" target="_blank">courtesy of The Nothing Coorporation</a><br />
<small>Note: beberapa sumber menulis tumble<strong>b</strong>log (dengan B) atau tumblog alih-alih tumblelog. Saya memilih untuk menuliskannya sebagai tumblelog (mengacu pada wikipedia).</small></p>
<p>Saya tidak pernah terlalu “ngeh” dengan tumblelogging hingga saya mendapati fakta bahwa <a href="http://tumblr.com" target="_blank">tumblr</a> dan <a href="http://posterous.com/" target="_blank">posterous</a> (salah dua platform tumblelogging) semakin naik popularitasnya dan WooTheme (salah satu developer theme wordpress paling hot) merilis dua t<a href="http://www.woothemes.com/2010/03/woothemes-finally-goes-micro/" target="_blank">heme yang khusus dibuat untuk tumblelogging</a> dan bahkan menciptakan <a href="http://www.woothemes.com/2010/03/woothemes-on-tumblr/" target="_blank">premium theme untuk tumblr</a>.</p>
<p><span id="more-1478"></span></p>
<h2>Tumbleblog: filling the gap between blog and microblog</h2>
<p>Seperti iPad yang mengisi ruang kosong antara iPhone dan MacBook, Tumbleblog mengisi ruang diantara blog dan microblog. Blogging terasa terlalu memakan waktu sementara ada ide-ide yang tidak dapat diekspresikan melalui 140 karakter-nya microblogging. Disinilah tumbleblog hadir: bentuk yang lebih pendek dari blogging namun mengakomodir hal-hal yang tidak di support secara native oleh microblogging seperti photo, video, dll.</p>
<h2>Wujud tumbleblog</h2>
<p>Contoh nyata yang dari tumbleblog dapat dilihat di banyak tumbleblog yang terdapat di tumblr (FYI, tidak semua blog yang dihost di tumblr merupakan tumbleblog). Post yang dikategorikan berdasarkan jenisnya (text, quotation, photo, audio, video, dll) dengan panjang post yang sangat pendek. Mungkin hanya satu dua kalimat / paragraf, seringkali berbentuk satu foto dengan caption-nya saja.</p>
<h2>What&#8217;s hot about tumblelogging?</h2>
<p><strong>Realtimeness &amp; effectiveness.</strong> Sudah bukan rahasia lagi bahwa perkembangan web mengarah ke mobile web. Dari arah konsumsi konten, mobile web berarti &#8220;tampilkan se-compact mungkin&#8221;. Sementara dari arah produksi konten, mobile web berarti realtimeness (bisa dilakukan dimana saja, saat itu juga) dan seefisien mungkin.</p>
<p>Microblogging mengakomodir aspek produksi dan konsumsi konten di era mobile web secara baik. Sayangnya, media yang diakomodir sangat terbatas, sebatas 140 karakter teks pada platform microblogging paling populer saat ini. Tumbleblog mengakomodir mobile-friendliness namun dengan fungsi yang lebih rich.</p>
<p>Untuk informasi yang lebih komprehensif mengenai trend ini, saya merekomendasikan <a href="http://www.notsogeeky.net/2010/04/03/interview-with-steve-rubel/" target="_blank">interview NotSoGeeky dengan Steve Rubel</a> yang mengungkapkan bahwa trend blogging kini mengarah kepada life streaming.</p>
<h2>Apakah tumbleblog akan membunuh blog?</h2>
<p>Saya rasa tidak. Seperti radio yang bertahan terhadap “gempuran” televisi, setiap bentuk media memiliki market-nya masing-masing. Diluar segala kelebihan tumbleblog, blog tradisional masih lebih powerfull untuk tulisan panjang komprehensif yang tidak sesuai dengan anatomi tumble blog.</p>
<p>Itu pendapat saya. Bagaimana dengan pendapat anda?</p>
<p><a href="http://bloggingly.com/menelaah-trend-tumblelogging/">Menelaah Trend Tumblelogging</a> dipublikaskan di <a href="http://bloggingly.com">Bloggingly.com</a> dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds.feedburner.com/Bloggingly">RSS-nya</a> yang didistribusikan melalui feedburner dan facebook notes.

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, silahkan klik link <strong>"share on facebook"</strong> yang berada di bawah tulisan ini untuk menshare-nya ke jaringan perkawanan anda. Ada Pop out yang tiba-tiba keluar? Silahkan tulis pendapat anda atas tulisan ini, lalu klik okay.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloggingly.com/menelaah-trend-tumblelogging/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menelaah Subkultur Netizen</title>
		<link>http://bloggingly.com/menelaah-subkultur-netizen/</link>
		<comments>http://bloggingly.com/menelaah-subkultur-netizen/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Mar 2010 05:24:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fikri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Netizen]]></category>
		<category><![CDATA[New Wave Marketing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloggingly.com/?p=1475</guid>
		<description><![CDATA[image credit: DCS09927 by rsepulveda Saya cukup beruntung untuk dapat menghadiri forum diskusi MarkPlus Power Lunch: Youth, Women &#38; Netizen yang dimoderasi langsung oleh Hermawan Kartajaya di Bandung kemarin. Kurang beruntungnya, saya belum dapat kesempatan untuk berbagi apa yang saya ketahui mengenai netizen dan perilakunya di forum tersebut. Ya sudahlah, berbagi melalui blog juga bisa [...]<p><a href="http://bloggingly.com/menelaah-subkultur-netizen/">Menelaah Subkultur Netizen</a> dipublikaskan di <a href="http://bloggingly.com">Bloggingly.com</a> dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds.feedburner.com/Bloggingly">RSS-nya</a> yang didistribusikan melalui feedburner dan facebook notes.

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, silahkan klik link <strong>"share on facebook"</strong> yang berada di bawah tulisan ini untuk menshare-nya ke jaringan perkawanan anda. Ada Pop out yang tiba-tiba keluar? Silahkan tulis pendapat anda atas tulisan ini, lalu klik okay.</p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<p><small>image credit:<a href="http://www.flickr.com/photos/rsepulveda/128894407/" target="_blank"> DCS09927 by rsepulveda</a></small></p>
<p>Saya cukup beruntung untuk dapat menghadiri forum diskusi <strong>MarkPlus Power Lunch: Youth, Women &amp; Netizen</strong> yang dimoderasi langsung oleh Hermawan Kartajaya di Bandung kemarin. Kurang beruntungnya, saya belum dapat kesempatan untuk berbagi apa yang saya ketahui mengenai netizen dan perilakunya di forum tersebut. Ya sudahlah, berbagi melalui blog juga bisa kan?  </p>
<h2>Mengapa harus saya bahas di bloggingly?</h2>
<p>Karena blogger<em> -saya, anda, kita-</em> merupakan Netizen yang menjadi semakin <em>valuable </em>di mata para marketer di era New Wave. Jika anda kegiatan anda ngeblog menunjukkan positioning siapa diri anda, apa peran anda bagi para pembaca / pengikut anda dan betapa kehadiran anda tersebut dapat sangat bermanfaat bagi para marketer tersebut, bukan tidak mungkin akan terjadi simbiosis mutualisme antara anda dan para marketer tersebut. Untuk lebih jelasnya, saya merekomendasikan anda untuk membaca <a href="http://fikrirasyid.com/ulasan-markplus-powerlunch-dengan-hermawan-kartajaya-youth-women-netizen/" target="_blank">ulasan saya mengenai Youth, Women dan Netizen</a> yang menjadi tiga sub kultur utama dalam New Wave Marketing di blog saya.</p>
<p><em>Okay then, here we go:</em></p>
<p><em><span id="more-1475"></span><br />
</em></p>
<h2>Apa itu Netizen?</h2>
<p>Jika ditilik dari segi bahasa, saya rasa netizen merupakan istilah yang dibentuk dari kata Net (internet) dan Citizen (warga). Jika di satukan, artinya kurang lebih &#8220;warga internet&#8221; atau &#8220;penduduk dunia internet&#8221;.</p>
<p>Sederhananya, netizen adalah pengguna internet yang berpartisipasi aktif (berkomunikasi, mengeluarkan pendapat, berkolaborasi, dll) dalam media internet.</p>
<h2>Siapakah Netizen itu?</h2>
<p>Netizen adalah siapa saja yang mengakses dan menggunakan internet. Mulai dari ABG yang sangat aktif mobile chatting menggunakan ebuddy atau bahkan berjam-jam membuka halaman facebook, mahasiswa yang bersuara kritis melalui media blog hingga para kaum dewasa-tua yang mengakses facebook untuk mencari teman-temannya yang &#8220;telah hilang&#8221;. Blogger, pengguna twitter, pengguna facebook dan &#8216;aktivis&#8217; social media lainnya termasuk kedalam kategori netizen.</p>
<h2>Apa saja yang Netizen lakukan?</h2>
<p>Pada dasarnya, ada tiga hal yang dilakukan Netizen di Internet:</p>
<ol>
<li><strong>Berkomunikasi </strong>dengan Netizen lainnya melalui melalui media-media seperti skype, email, chat, wall-to-wall, dll.</li>
<li><strong>Menyuarakan pendapatnya</strong> (dapat berupa rekomendasi, kecaman, opini, masukan mengenai sesuatu, mempromosikan band-nya, mengekspresikan dirinya, dll) melalui berbagai social media seperti twitter, facebook, tumblr, dll</li>
<li><strong>Berkolaborasi </strong>melalui aplikasi web yang dapat digunakan secara kolaboratif dan real time melalui aplikasi-aplikasi seperti Google Docs, Google Spreadsheet, Zoho, dll</li>
</ol>
<h2>Budaya dan bahasa netizen</h2>
<p>Medium internet yang digunakan oleh Netizen seringkali menciptakan &#8220;budaya&#8221; dan <em>discourse </em>tersendiri yang (kebanyakan) tidak dikenali oleh citizen. Kaskuser yang jumlahnya diatas satu juta orang akrab dengan istilah &#8220;cendol&#8221; atau &#8220;pertamax&#8221; serta sapaan &#8220;gan (diambil dari kata juragan &#8211; CMIIW) sementara para pengguna twitter sudah fasih dengan istilah Retweet, mention dan trending topic. Blogger pun tidak kalah dengan &#8220;budaya&#8221; dan discourse mereka seperti posting, kopdar, Pesta Blogger dan lain &#8211; lain.</p>
<h2>Perilaku offline Netizen</h2>
<p>Ketika sedang offline, Netizen tidak berbeda dengan citizen (warga) lainnya. Mungkin ada beberapa perilaku unik yang membedakan seorang netizen dengan citizen seperti kebutuhan aktualisasi diri yang tinggi (pengoptimalan kamera digital yang wow), handphone / smartphone yang selalu aktif dan tweet yang selalu dipublish, dan kecenderungan untuk memilih &#8216;bercengkrama&#8217; di tempat yang ada hotspotnya. Meskipun begitu, hal tersebut tidak berlaku secara keseluruhan.</p>
<h2>Mengapa Netizen menjadi penting</h2>
<p>Netizen menjadi sangat valuable dan berpengaruh karena mereka mereka sangat aktif menyuarakan pendapatnya dan suara mereka dapat diakses dimanapun selama terdapat koneksi internet. Netizen menyuarakan pendapatnya melalui internet karena ada suara / pendapat mereka yang tidak terakomodir melalui media offline (yang ternyata memiliki jangkauan geografis lebih luas dibandingkan media offline). Netizen menyuarakan hal-hal yang sejalan dengan nilai yang dianutnya. Netizen tidak dibayar atau dikomando, melainkan berpartisipasi aktif dengan suka cita. Netizen dengan senang hati akan mengulas apapun yang menjadi perhatian personalnya: entah  buku keren yang baru saja dibaca, isu sosial politik terbaru, restoran baru yang super enak, atau bahkan info sale yang digelar di toko-toko yang favoritnya. Fitur-fitur media social seperti ReTweet, share button bahkan membuat &#8216;suara&#8217; yang disuarakan netizen tersebut begitu viral dan memiliki jangkauan luas.</p>
<p>Dalam struktur sosial yang lebih kompleks, mekanisme yang dibangun di social media membuat tiap-tiap netizen menjadi &#8216;<a href="http://fikrirasyid.com/tribes-andalah-pemimpin-yang-kami-cari/" target="_blank">pemimpin tribe</a>&#8216; karena fitur-fitur social media memungkinkan adanya relationship &#8216;pengikut&#8217; dan &#8216;diikuti&#8217;: seorang blogger yang blognya dibaca oleh 5000 orang setiap harinya memiliki &#8216;channel&#8217; untuk mempengaruhi 5000 pembaca tersebut. Sebagian pembaca yang terinspirasi dan akan dapat mendiskusikan tulisan yang diterbitkan di blog tersebut di channel social media yang lain atau bahkan merekomendasikan tulisan tersebut kepada &#8216;follower&#8217; yang mengikutinya melalui twitter atau blog sang pembaca.</p>
<h2>Netizen di mata pemasar</h2>
<p>Bagi pemasar atau siapapun yang memiliki kebutuhan untuk &#8220;menyampaikan pesan&#8221;-nya (politisi, LSM, aktivis, dll) kepada khalayak, mengundang netizen yang tepat (memiliki pengaruh di bidang tertentu) dan memiliki <em>passion</em> dibidang yang anda geluti untuk terlibat dan berpartisipasi melalui channel-channel  komunikasi yang dimilikinya bisa jadi merupakan suatu jalan untuk menyebarkan ide yang &#8220;low budget &amp; high impact&#8221;, selama apa yang &#8220;disodorkan&#8221; sesuai dengan value yang mereka percayai dan topik yang mereka minati.</p>
<h2>Netizen Indonesia di ranah global</h2>
<p>Dari informasi yang saya dapat di <a href="http://bloggingly.com/review-wordcamp-indonesia-2010/" target="_blank">WordCamp ID</a>, pengguna <a href="http://wordpress.com" target="_blank">wordpress.com</a> (situs penyedia layanan blogging) dari Indonesia menempati posisi ketiga setelah U.S dan spanyol. Menurut informasi yang dirilis oleh <a href="http://www.internetworldstats.com/stats3.htm#asia" target="_blank">Internet World Stats </a>(diakses pada tanggal 25 Maret 2010), ada 30 juta pengguna internet (netizen) di Indonesia (dari 1.7 Milyar pengguna internet dunia) dengan penetrasi pengguna berbanding total penduduk 12.5 % dan pertumbuhan pengguna internet (2000 &#8211; 2009) hingga 1,150.0 %.</p>
<p>Contoh terkini mengenai pengaruh netizen Indonesia di ranah global adalah topik-topik lokal yang menembus trending topic di <a href="http://twitter.com" target="_blank">twitter</a>. Twitter, layanan microblogging termaju saat ini, memiliki <strong>mekanisme trending topic</strong> dimana twitter akan mengkalkulasi frase / kata kunci apa yang paling banyak terkandung dalam setiap &#8216;tweet&#8217; yang dipublikasikan di seluruh dunia dan menampilkan &#8216;topik&#8217; paling banyak dibahas berdasarkan kalkulasi kata kunci tersebut di halaman depan twitter (dan profile page serta twitter search tentunya) yang diakses jutaan pengguna. Yang lebih mengejutkan, topik dari Indonesia sudah seringkali &#8216;menembus&#8217; jajaran trending topic twitter. Lebih mengejutkannya lagi, trending topic yang di-generate oleh kaum muda (youth) seperti <a href="http://search.twitter.com/search?q=retweet+deh" target="_blank">Retweet Deh</a> (yang mana dinilai cenderung tidak penting oleh beberapa pihak yang lebih &#8216;berumur&#8217;) berhasil menembus trending topic twitter beberapa saat yang lalu. Hal ini menunjukan &#8216;kekuatan&#8217; para Youth yang tumbuh sebagai <em>digital native</em> di ranah internet global.</p>
<h2>&#8216;Kekuatan&#8217; netizen di ranah lokal</h2>
<p>Banyak sekali contoh kasus bagaimana netizen telah mempengaruhi opini publik dewasa ini. Mulai dari aksi Koin untuk Prita yang digalang oleh blogger lokal (yang anda tahu hasilnya bagaimana) untuk melawan &#8216;tirani&#8217; korporasi kesehatan yang (dinilai) sangat arogan, aksi Indonesia Unite sebagai ekspresi perlawanan terhadap aksi pemboman dan penolakan terhadap RPM konten yang digalang oleh para pengguna twitter, serta grup &#8211; grup facebok &#8220;satu juta orang dukung bla bla bla&#8221; yang semakin diekspos oleh media massa lokal.</p>
<h2>Apa arti Netizen untuk anda?</h2>
<p>Sekarang giliran anda berbagi.<strong> Apa arti netizen untuk anda? Apa yang para citizen perlu tahu mengenai netizen?</strong> Silahkan suarakan pendapat anda melalui kolom komentar.</p>
<p><a href="http://bloggingly.com/menelaah-subkultur-netizen/">Menelaah Subkultur Netizen</a> dipublikaskan di <a href="http://bloggingly.com">Bloggingly.com</a> dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds.feedburner.com/Bloggingly">RSS-nya</a> yang didistribusikan melalui feedburner dan facebook notes.

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, silahkan klik link <strong>"share on facebook"</strong> yang berada di bawah tulisan ini untuk menshare-nya ke jaringan perkawanan anda. Ada Pop out yang tiba-tiba keluar? Silahkan tulis pendapat anda atas tulisan ini, lalu klik okay.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloggingly.com/menelaah-subkultur-netizen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menelaah Trend Blogazine</title>
		<link>http://bloggingly.com/menelaah-trend-blogazine/</link>
		<comments>http://bloggingly.com/menelaah-trend-blogazine/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Mar 2010 20:00:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fikri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Blogazine]]></category>
		<category><![CDATA[Custom Post]]></category>
		<category><![CDATA[Trend]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloggingly.com/?p=1469</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu post paling keren yang saya baca tahun 2009 kemarin adalah &#8220;The death of the boring blog post?&#8221; oleh Paddy Donnely yang dipublikasikan di Smashing Magazine tanggal 19 November 2009 silam. Dalam tulisan yang dilayout secara custom habis-habisan tersebut, Paddy Donnely -memanfaatkan luasnya influence smashing magazine- meneriakkan &#8220;pandangan baru&#8221; terhadap dunia blogging yang kian [...]<p><a href="http://bloggingly.com/menelaah-trend-blogazine/">Menelaah Trend Blogazine</a> dipublikaskan di <a href="http://bloggingly.com">Bloggingly.com</a> dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds.feedburner.com/Bloggingly">RSS-nya</a> yang didistribusikan melalui feedburner dan facebook notes.

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, silahkan klik link <strong>"share on facebook"</strong> yang berada di bawah tulisan ini untuk menshare-nya ke jaringan perkawanan anda. Ada Pop out yang tiba-tiba keluar? Silahkan tulis pendapat anda atas tulisan ini, lalu klik okay.</p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<p>Salah satu post paling keren yang saya baca tahun 2009 kemarin adalah &#8220;<a href="http://www.smashingmagazine.com/2009/11/19/the-death-of-the-boring-blog-post/" target="_blank"><em>The death of the boring blog post?</em></a>&#8221; oleh <a href="http://iampaddy.com" target="_blank">Paddy Donnely</a> yang dipublikasikan di Smashing Magazine tanggal 19 November 2009 silam. Dalam tulisan yang dilayout secara <em>custom </em>habis-habisan tersebut, Paddy Donnely -memanfaatkan luasnya <em>influence </em>smashing magazine- meneriakkan <em>&#8220;pandangan baru&#8221;</em> terhadap dunia blogging yang kian hari rasanya makin keras dihajar oleh <em>microblogging</em>: <strong>blogazine</strong>.</p>
<p><span id="more-1469"></span></p>
<h2>Jadi, apa itu blogazine?</h2>
<p>Blog dibuat sebagai sarana mempublikasikan pemikiran di internet. <em>Blog engine</em> seperti <a href="http://wordpress.org" target="_blank">wordpress</a>, <a href="http://blogger.com" target="_blank">blogspot</a> dan <a href="http://www.movabletype.org/" target="_blank">movable type</a> dibuat untuk mempermudah kegiatan blogging. Dengan paradigma <em>content management system</em>, <em>blog engine</em> mempermudah blogger dalam mempublikasikan konten dan men-<em>styling </em>(bantu saya, apa padanan kata <em>styling</em> dalam bahasa indonesia?) kontennya melalui <em>theme / template</em> yang dengan mudah diinstall blog engine tersebut.</p>
<ol>
<li>Install blog engine</li>
<li>Install theme</li>
<li>Tulis konten</li>
<li>Voila! Saat dipublikasikan, tampilan konten tersebut akan menggunakan layout theme yang diinstall di blog engine. Tepatnya, semua konten akan berpenampilan seragam.</li>
</ol>
<p><strong>Blogazine </strong>(dari kata blog + <em>magazine</em>) &#8220;<em>merombak&#8221;</em> alur publikasi konten blog tradisional tersebut.</p>
<p>Seperti asal istilah blogazine yaitu <em>magazine</em>, pikirkanlah sebuah majalah: <strong>apa yang terjadi jika sebuah majalah memiliki layout yang seragam untuk semua halamannya?</strong></p>
<p>Membosankan, bukan?</p>
<p><em>That&#8217;s it</em>.<strong> Blogazine adalah satu paradigma blogging yang membuat tampilan setiap post blog berbeda, seperti perbedaan layout setiap artikel di majalah.</strong></p>
<h2>Contoh-contoh blogazine?</h2>
<p><a href="http://jasonsantamaria.com"></a></p>
<p><a href="http://desandro.com"></a></p>
<p>Blogazine bukanlah barang baru. Berdasarkan tulisan Paddy Donnely yang saya sebutkan di awal post ini, <a href="http://jasonsantamaria.com/" target="_blank">Jason Santa Maria</a> sudah membuat <em>custom blog post</em> (mungkin, bahkan sebelum istilah &#8220;blogazine&#8221; disebutkan) yang <em>blogazine-ish</em> ini sejak Juni 2008.</p>
<p>Lihat blog-blog ini dan lihat bagaimana setiap post yang memiliki layout berbeda ini memanjakan mata kita dan berujar dalam hati: &#8220;<em>wow, keren sekali!</em>&#8220;:</p>
<ul>
<li> <a href="http://jasonsantamaria.com/" target="_blank">Jason Santa Maria</a></li>
<li><a href="http://dustincurtis.com/" target="_blank">Dustin Curtis</a> &#8211; lihat posting &#8220;<a href="http://dustincurtis.com/dear_american_airlines.html" target="_blank">dear American Airlines</a>&#8220;-nya yang menarik dan heboh.</li>
<li><a href="http://gregorywood.co.uk" target="_blank">Gregory Wood</a></li>
<li><a href="http://iampaddy.com" target="_blank">Paddy Donnely</a></li>
<li><a href="http://72ave.com" target="_blank">72ave</a></li>
<li><a href="http://kylefiedler.com" target="_blank">Kyle Fiedler</a></li>
<li><a href="http://jackcheng.com" target="_blank">Jack Cheng</a></li>
<li><a href="http://desandro.com" target="_blank">David DeSandro</a></li>
<li><a href="http://trentwalton.com" target="_blank">Trent Walton</a></li>
</ul>
<h2>Wow, bagaimana cara mereka melakukannya?</h2>
<p>Kemampuan desain adalah hal yang wajib dimiliki untuk melakukan blogazine. Itulah mengapa blogazine bukan untuk semua orang: <strong>tidak semua orang memiliki kemampuan desain yang mumpuni untuk melakukan blogazine</strong>. Tapi untuk anda yang memiliki kemampuan desain yang mumpuni -hello designers!- blogazine adalah cara-cara yang tepat untuk memamerkan kemampuan anda.</p>
<p>Kemampuan lain yang harus anda miliki untuk melakukan blogazine adalah <a href="http://bloggingly.com/apa-itu-css-konsep-dasar-css/" target="_blank">CSS</a>.</p>
<p>Setelah CSS, hack theme anda agar blogazine-ready. Nick La dari WebDesignerWall menunjukan cara melakukannya untuk <em>self hosted wordpress blog</em>: <a href="http://www.webdesignerwall.com/trends/unique-blog-posts-and-wordpress-tips/" target="_blank"><em>Unique Blog Post and WordPress Tips</em></a>.</p>
<p><strong>Note: </strong>blogazine tidak bisa dilakukan di blog wordpress.com karena user tidak memiliki kontrol penuh atas CSS. Bagaimana dengan blogspot? Wah, saya kurang handal mengenai blogspot. Ada yang tahu caranya?</p>
<p>Sekarang, mari kita buat ketiga langkah diatas menjadi lebih prosedural:</p>
<ol>
<li><strong>Hack </strong>theme anda agar <em>blogazine / custom post ready</em></li>
<li>Buka photoshop  atau <em>graphic editing software</em> anda &#8211; <strong>tulis dan desain post</strong>.</li>
<li><strong>Convert </strong>desain dan post anda menjadi xHtml dan CSS</li>
<li>&#8220;<strong>install</strong>&#8221; css melalui custom field dan publikasikan post anda.</li>
</ol>
<h2>Blogazine di blogosphere lokal</h2>
<p><a href="http://cahcepu.com"></a></p>
<p>Sejauh yang saya tahu (jika ada yang lebih tahu mari berbagi melalui kolom komentar) blogger lokal yang sudah mengadopsi gaya blogazine ini baru <a href="http://aku.cahcepu.com/" target="_blank">Yahya Junianto Aifit</a>. Blogger dan Web designer asal Kota Cepu ini mengaplikasikan gaya blogazine kepada blognya <a href="http://cahcepu.com/" target="_blank">cahcepu.com</a>. Anda bisa lihat <em>custom post</em> yang dipublikasikan disana mulai post &#8220;<a href="http://cahcepu.com/personal/koin-keadilan-untuk-prita-mulyasari" target="_blank">Koin Keadilan Untuk Prita Mulyasari</a>&#8220;. Post dan layout favorit saya  adalah &#8220;<a href="http://cahcepu.com/inspirasi/sejarah-wayang-kulit" target="_blank">Sejarah Wayang Kulit</a>&#8221; yang konten dan layoutnya.. Oh my, anda harus menyebarkan halaman ini melalui semua jejaring sosial anda.   </p>
<p>Omong-omong, saya sempat menanyakan beberapa hal kepada Yahya yang sering menggunakan nick name <strong>Om Ipit</strong> ini melalui pm facebook:</p>
<h3>Fikri (F): Bagaimana proses (step by step) membuat artikel dengan gaya blogazine? Menggunakan software apa saja?</h3>
<p><strong>Yahya Junianto Aifit (Y):</strong> Pertama, Menentukan Layout</p>
<ul>
<li>Menyesuaikan tipe artikel dengan layout. Jika artikel itu panjang dan banyak kata – kata, maka layout saya buat layaknya magazine, seperti <a href="http://cahcepu.com/inspirasi/sejarah-wayang-kulit" target="_blank">Sejarah Wayang Kulit</a> . Jika tipe artikel itu list, maka layoutnya saya buat layaknya list seperti di artikel <a href="http://cahcepu.com/tutorial/css3hebat" target="_blank">Inilah Kehebatan CSS3</a>.</li>
<li>Biasanya saya mencari inspirasi tentang desain layout ini di banyak situs showcase. Kalo sudah ketemu layout yang pas, mulailah saya membuat sketsa <span style="text-decoration: line-through;">ngawurnya </span>di atas kertas.</li>
</ul>
<p>Kedua, Proses Coding.</p>
<ul>
<li>Saya punya versi offline CahCepu.com dengan mesin WordPress dan servernya menggunakan <a href="http://www.apachefriends.org/en/xampp.html" target="_blank">XAMPP</a>. Dengan punya versi offline tsb, proses coding makin cepat dan mudah. Browser default yang saya gunakan adalah <strong>Firefox</strong>. Untuk editor <code>HTML </code>dan <code>CSS </code>terus terang saya menggunakan <strong>Notepad </strong>bawaan windows.</li>
<li>Selanjutnya menulis artikel tsb melalui text editor (memakai versi yang HTML) di dashboard wordpress. Setelah artikel di post semua baru saya menentukan letak alamat url kode css yang akan digunakan melalui Custom Field.</li>
<li>Sebenarnya proses koding layout artikel ini sifatnya hanya me-replace file css master yang digunakan pada theme. Misalnya jika tag <code>&lt;h2&gt;</code> di theme menggunakan huruf Arial. Maka di layout artikel, saya bisa ubah menggunakan huruf Georgia. Dan seterusnya.</li>
<li>Bisa juga membuat <code>class</code> baru untuk file css – nya artikel, asal <code>class </code>itu tidak sama dengan <code>class </code>yang ada di file css master theme yg digunakan.</li>
</ul>
<p>Ketiga, Proses Upload</p>
<ul>
<li>Setelah selesai coding pada versi offlinenya, maka saya tes tampilannya dengan berbagai browser. Browser yang saya gunakan untuk tes adalah<strong> Safari, Opera</strong> dan <strong>Chrome</strong>. Setelah tampilan oke  jika di buka melalui browser2 tsb, barulah di upload.</li>
<li>Pertama, upload dulu file css artikel di server, setelah itu baru menulis artikel di dashboard wordpress dan menentukan letak file css yg akan digunakan melalui <em>Custom Field</em>. (sama seperti pada versi offline diatas). Setelah selesai, baru di publish.</li>
</ul>
<h3>F: Apakah semua layout di kerjakan sendiri? Butuh waktu berapa lama untuk membuat satu post?</h3>
<p><strong>Y:</strong> Iya, saya kerjakan sendiri. Waktu pengerjaan tergantung kerumitan dan mood  . Kira – kira memakan waktu 2 – 3 minggu.</p>
<h3>F: Inspirasi dalam membuat blogazine ini siapa saja?</h3>
<p><strong>Y:</strong> Dustin Curtis, <a href="http://trentwalton.com/" target="_blank">Tren Walton</a>, Gregory Wood, Jason Santa Maria. <small>Note: URL nama-nama yang lain sudah tercantum diatas.</small></p>
<h3>F: Dan yang terakhir adalah, membuat blogazine ini kan memakan waktu yang lama dan effort yang tidak sedikit. mengapa Om melakukannya? Apa harapan Om terhadap blogazine om? Apa yang om ingin katakan kepada pembaca2 blog Om?</h3>
<p><strong>Y:</strong> Saya melakukannya karna saya tahu manfaatnya banyak buat saya yang masih nubie. Saya bisa belajar hal – hal yang baru tentang desain website. Misalnya, belajar memilih warna yang cocok dan belajar bagaimana membuat sebuah tampilan yang disesuaikan dengan konten. Sehingga konten yang dulunya “membosankan” kini menjadi menarik jika diberi sedikit style.</p>
<p>Saya pernah membaca artikel dari Pak Romi SW, bahwa fungsi <a href="http://romisatriawahono.net/2008/11/24/10-kiat-personal-branding-lewat-blogging/" target="_blank">blog adalah untuk personal branding</a>. Jadi dengan blogazine ini, saya bisa sedikit meningkatkan branding saya di dunia pendesainan web.</p>
<p>Yang ingin saya katakan adalah: <em><a href="http://www.smashingmagazine.com/the-death-of-the-blog-post/" target="_blank">We web designers don’t want to be regarded as lazy. Do we</a>?</em></p>
<h2>Apakah blogazine ini untuk anda?</h2>
<p>Selain sebagai portfolio yang mantap, blogazine memberikan keleluasaan untuk berekspresi sepenuhnya atas post anda. Adalah sebuah kenikmatan tersendiri saat anda membuat sesuatu karya yang super keren seperti <em>custom post</em> yang <em>blogazine-ish</em> ini. Meskipun begitu, kenikmatan membuat blogazine ini terbatas hanya untuk mereka yang memiliki kemampuan desain dan CSS, serta anda yang bersedia untuk &#8220;menginvestasikan&#8221; waktu membuat custom layout untuk post anda.</p>
<p><em>No pain no gain, isn&#8217;t it</em>? Membuat blogazine keren ini membutuhkan waktu dan <em>effort</em> yang luar biasa pula.</p>
<p>Sekarang, beritahu saya apa yang ada dipikiran anda mengenai blogazine. Mari berdiskusi!  </p>
<p><a href="http://bloggingly.com/menelaah-trend-blogazine/">Menelaah Trend Blogazine</a> dipublikaskan di <a href="http://bloggingly.com">Bloggingly.com</a> dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds.feedburner.com/Bloggingly">RSS-nya</a> yang didistribusikan melalui feedburner dan facebook notes.

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, silahkan klik link <strong>"share on facebook"</strong> yang berada di bawah tulisan ini untuk menshare-nya ke jaringan perkawanan anda. Ada Pop out yang tiba-tiba keluar? Silahkan tulis pendapat anda atas tulisan ini, lalu klik okay.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloggingly.com/menelaah-trend-blogazine/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>34</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kenapa Anda HARUS Ngeblog</title>
		<link>http://bloggingly.com/kenapa-anda-harus-ngeblog/</link>
		<comments>http://bloggingly.com/kenapa-anda-harus-ngeblog/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Feb 2010 21:00:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fikri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Manfaat]]></category>
		<category><![CDATA[Tentang Blogging]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloggingly.com/?p=1466</guid>
		<description><![CDATA[. &#8220;anak sekarang&#8221; itu kalo survey/riset ujung2nya selalu lewat internet deh hehehe . Saya mendapatkan kalimat ini dari seorang rekan yang juga merupakan dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di jakarta dalam e-mailnya kepada saya semalam. Kalimat sederhana ini menyadarkan saya betapa bergunanya blog dewasa ini sehingga saya mengatakan bahwa ngeblog dan memiliki sebuah [...]<p><a href="http://bloggingly.com/kenapa-anda-harus-ngeblog/">Kenapa Anda HARUS Ngeblog</a> dipublikaskan di <a href="http://bloggingly.com">Bloggingly.com</a> dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds.feedburner.com/Bloggingly">RSS-nya</a> yang didistribusikan melalui feedburner dan facebook notes.

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, silahkan klik link <strong>"share on facebook"</strong> yang berada di bawah tulisan ini untuk menshare-nya ke jaringan perkawanan anda. Ada Pop out yang tiba-tiba keluar? Silahkan tulis pendapat anda atas tulisan ini, lalu klik okay.</p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bloggingly.com/wp-content/uploads/2010/02/start-blog-big-actual.jpg"></a></p>
<p>.</p>
<blockquote><p>&#8220;anak sekarang&#8221; itu kalo survey/riset ujung2nya selalu lewat internet deh hehehe .</p></blockquote>
<p>Saya mendapatkan kalimat ini dari seorang rekan yang juga merupakan dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di jakarta dalam e-mailnya kepada saya semalam. Kalimat sederhana ini menyadarkan saya betapa bergunanya blog dewasa ini sehingga saya mengatakan bahwa ngeblog dan memiliki sebuah blog merupakan keharusan jika anda ingin era informasi ini membawa keuntungan alih-alih merugikan anda.</p>
<p><span id="more-1466"></span></p>
<h2>Semua ini salah Google</h2>
<p>Ya, semua ini salah <a href="http://google.com" target="_blank">Google</a> yang membuat pencarian informasi menjadi sangat mudah. Apa yang orang lakukan ketika mereka ingin mengetahui lebih lanjut mengetahui sesuatu? Membuka <em>Yellow Pages</em>? <em>Hell no</em>, mereka membuka peramban (browser), mengakses Google dan mengetikkan kata kunci disana. Pikirkan jika objek yang dicari adalah nama anda:  Akses google, ketikkan nama anda, dan halaman apa yang akan muncul?  Jika anda tidak ngeblog, dan anda tidak menggunakan identitas asli anda di blog anda, bisa jadi google memunculkan informasi lain yang tidak anda inginkan: akun facebook anda, informasi mengenai anda di situs pemerintah, nama anda di daftar pengumuman hasil ujian yang dipublikasikan lewat internet, dll. Syukur &#8211; syukur bukan hasil yang aneh &#8211; aneh. Pikirkan jika mereka yang meng-google nama anda adalah calon perusahaan tempat anda bekerja, atau mungkin gebetan anda.</p>
<p>Beberapa hari yang lalu, saya sempat membaca tweet ini:</p>
<blockquote><p>Jaman sekarang hal pertama yg dilakukan kalo lagi naksir orang adalah mengetik nama sang gebetan di google.com.</p>
<p><a href="http://twitter.com/radityadika" target="_blank">@radityadika</a></p></blockquote>
<p>FYI, coba anda cari tweet ini di <a href="http://search.twitter.com/search?q=radityadika+google" target="_blank">twitter search</a>. Ada lebih dari 100 orang yang me-<em>ReTweet tweet</em> ini (ada lebih dari 10 search result page).</p>
<h2>Kenapa harus blog?</h2>
<p>Karena <em>social media</em> saja tidak cukup. Mungkin hal yang berbeda terjadi untuk anda, namun ini pendapat saya pribadi mengenai <em>social media</em>: Mari kita ambil twitter dan facebook sebagai sampel karena kedua media sosial tersebut merupakan dua <em>social media</em> yang paling <em>mewabah </em>di Indonesia.</p>
<p>Facebook ditujukan untuk <em>&#8220;mutual friend&#8221;</em> atau menghubungkan kita dengan orang-orang yang sudah memang kita kenal. Facebook rasanya kurang sesuai untuk mempromosikan diri anda (Facebook profile ya, beda halnya dengan facebook page) karena seringkali memuat informasi personal yang cukup kurang aman jika di <em>share </em>ke publik seperti nomer telpon, alamat email dll. Sedangkan twitter lebih cocok untuk komunikasi alih-alih memberikan informasi mengenai siapa diri anda dan apa yang anda lakukan mengingat terbatasnya jumlah karakter dan cepatnya distribusi informasi.</p>
<p>Disinilah kelebihan blog sebagai media promosi diri anda di ranah internet yang semakin <em>crowded </em>ini. Blog bersifat lebih terbuka dan tidak membatasi karakter sehingga lebih tepat untuk informasi yang lebih komprehensif mengenai diri anda.</p>
<h2>Lalu sekarang apa?</h2>
<p>Untuk yang belum ngeblog, mulailah ngeblog. Untuk anda yang tidak mau repot mengenai hal teknis dan puas dengan &#8216;sebatas&#8217; mempublikasikan pemikiran anda, anda bisa menggunakan layanan blog gratis seperti <a href="http://blogger.com" target="_blank">blogspot </a>dan <a href="http://wordpress.com" target="_blank">wordpress</a>, atau <a href="http://tumblr.com" target="_blank">tumblr</a> dan <a href="http://posterous.com/" target="_blank">posterous</a> yang lebih <em>simple &amp; fun</em>. Untuk anda yang menginginkan kontrol penuh atas blog anda, anda dapat menggunakan <em>self hosted blog</em>. Jika anda membutuhkan panduan lebih dalam mengenai hal ini, anda bisa melihat <a href="http://bloggingly.com/tag/cara-membuat-blog/" target="_blank">posting-posting tentang cara membuat blog di bloggingly</a>.</p>
<p>Untuk anda yang sudah ngeblog, anda bisa mulai menulis apa yang menjadi keahlian anda di blog anda. Well, anda bebas menulis apa saja di blog anda sih, tapi saya yakin menunjukan kepada orang  apa yang menjadi keahlian dan <em>passion</em> anda di blog anda akan sangat-sangat bermanfaat. Bukankah sekarang zamannya <em>bukan siapa yang anda kenal tapi siapa yang kenal anda</em>?</p>
<p>Oke, itu dia tadi pemikiran saya mengenai kenapa anda harus ngeblog. Sekarang izinkan saya tahu apa yang ada dipikiran anda. Apakah ngeblog sepenting itu? Atau ada yang memiliki pemikiran mengapa anda HARUS <strong>tidak </strong>ngeblog?</p>
<p><em>Feel free to share, but please don&#8217;t be rude and don&#8217;t spam us</em>  </p>
<p><a href="http://bloggingly.com/kenapa-anda-harus-ngeblog/">Kenapa Anda HARUS Ngeblog</a> dipublikaskan di <a href="http://bloggingly.com">Bloggingly.com</a> dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds.feedburner.com/Bloggingly">RSS-nya</a> yang didistribusikan melalui feedburner dan facebook notes.

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, silahkan klik link <strong>"share on facebook"</strong> yang berada di bawah tulisan ini untuk menshare-nya ke jaringan perkawanan anda. Ada Pop out yang tiba-tiba keluar? Silahkan tulis pendapat anda atas tulisan ini, lalu klik okay.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloggingly.com/kenapa-anda-harus-ngeblog/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>37</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seni dan Etika Berkomentar</title>
		<link>http://bloggingly.com/seni-dan-etika-berkomentar/</link>
		<comments>http://bloggingly.com/seni-dan-etika-berkomentar/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Feb 2010 21:00:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fikri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Commenting]]></category>
		<category><![CDATA[Disqus]]></category>
		<category><![CDATA[Etika]]></category>
		<category><![CDATA[Intense Debate]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloggingly.com/?p=1463</guid>
		<description><![CDATA[Kemampuan untuk mengomentari sebuah post merupakan satu aspek yang membuat blogging menjadi sangat menarik. Dengan fitur komentar, sebuah blog berubah dari &#8216;sekedar&#8216; media publikasi digital menjadi kanal media sosial dua-arah: sebuah mendia conversation. Kemampuan komunikasi dua arah inilah yang membuat blog menjadi lebih atraktif dari sekedar website biasa. Within a great power, comes a great [...]<p><a href="http://bloggingly.com/seni-dan-etika-berkomentar/">Seni dan Etika Berkomentar</a> dipublikaskan di <a href="http://bloggingly.com">Bloggingly.com</a> dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds.feedburner.com/Bloggingly">RSS-nya</a> yang didistribusikan melalui feedburner dan facebook notes.

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, silahkan klik link <strong>"share on facebook"</strong> yang berada di bawah tulisan ini untuk menshare-nya ke jaringan perkawanan anda. Ada Pop out yang tiba-tiba keluar? Silahkan tulis pendapat anda atas tulisan ini, lalu klik okay.</p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.flickr.com/photos/renaissancechambara/4115587101/"></a></p>
<p>Kemampuan untuk mengomentari sebuah post merupakan satu aspek yang membuat blogging menjadi sangat menarik. Dengan fitur komentar, sebuah blog berubah dari &#8216;<em>sekedar</em>&#8216; media publikasi digital menjadi kanal media sosial dua-arah: sebuah mendia <em>conversation</em>. Kemampuan komunikasi dua arah inilah yang membuat blog menjadi lebih atraktif dari sekedar website biasa.</p>
<p><span id="more-1463"></span></p>
<p><em>Within a great power, comes a great responsibility. Within a great feature, comes a great opportunity</em>. Meskipun tidak ada aturan <em>saklek</em> tentang komentar &#8211; mengomentari sebuah <em>blog post</em>, terdapat beberapa etika dan saran yang akan sangat berguna dalam kegiatan mengomentari sebuah tulisan blog:</p>
<h2>Sopan &amp; santun</h2>
<blockquote><p>Perlakukan orang lain sebagaimana anda ingin diperlakukan</p>
<p><small>-Anonim</small>-</p></blockquote>
<p>Bersikaplah sopan dalam berkomentar.  Bayangkan jika ada seseorang yang mengeluarkan bertindak tidak sopan di rumah anda. Sungguh tidak nyaman kan? Demikian pun dalam berkomentar. Blog adalah wilayah sang pemilik blog. Bersikaplah sopan saat berada di wilayah / &#8216;rumah&#8217; orang lain. Bahkan jika anda tidak sependapat dengan apa yang ditulis oleh penulis blog, sampaikan lah dengan bahasa yang santun.</p>
<h2>Berikan <em>value </em>kepada komentar anda</h2>
<p>Hindari memberikan komentar sekedarnya. contoh: <em>&#8220;nice info, gan&#8221;</em> atau<em> &#8220;yay, pertamax!&#8221;</em> titik. Meskipun tidak ada yang melarang anda berkomentar sekedarnya dan komentar seperti itu tetap menghibur penulis bahwa ada yang memperhatikan tulisan mereka, tapi komentar sekedarnya seperti itu kurang memiliki <em>value</em>. Berikan value kepada komentar anda. Contoh: jika anda menyukai tulisan tersebut, sertakan juga pandangan anda mengenai topik yang diangkat dalam post tersebut. Tindakan ini akan membuat komentar anda lebih bermakna dan lebih menarik untuk ditanggapi.</p>
<h2>Sertakan argumen anda</h2>
<p>Sebuah tulisan blog seringkali memberikan pandangan personal si penulis, dan kita sering kali berbeda pendapat dengannya. Jika anda hendak menyanggah apa yang penulis blog sampaikan, ingat untuk selalu berikan argumen: sertakan alasan mengapa anda memiliki pendapat yang berbeda. Sebuah komentar yang jelas dan beralasan akan menjadi sebuah komentar lebih menarik untuk ditanggapi.</p>
<h2>Gunakan gravatar</h2>
<p>Kebanyakan blog menggunakan <a href="http://en.gravatar.com/" target="_blank">gravatar </a>sebagai avatar komentarnya. Gravatar membuat komentar menjadi lebih manusiawi karena menunjukan avatar siapa gerangan di balik pemberi komentar, dan membuat komentar anda lebih menarik untuk ditanggapi. Membuat gravatar mudah dan gratis. Jika anda benar-benar belum mengetahui apa itu gravatar, baca tulisan ini: <a href="http://bloggingly.com/apa-itu-gravatar-dan-cara-menggunakannya/" target="_blank">apa itu gravatar dan bagaimana cara menggunakannya</a>.</p>
<h2>Gunakan nama asli atau <em>nickname </em>yang secara konsisten anda gunakan</h2>
<p>Tidak ada yang melarang anda untuk anonim dalam berkomentar, tapi mencantumkan nama menunjukkan siapa yang berkomentar dan hal itu sama dengan menunjukkan siapa yang bertanggung jawab atas komentar yang diberikan. Sama seperti poin gravatar diatas, mencantumkan nama asli membuat komentar anda lebih manusiawi. Komentar mengomentari itu seperti berdialog. Lebih enak berdialog kepada Fikri atau kepada F1k121?</p>
<h2>Cantumkan link ke website anda</h2>
<p>Umumnya fitur komentar memiliki 4 kolom untuk diisi: kolom nama, alamat email (untuk verifikasi dan memastikan bahwa anda bukan <em>bot spam</em>), alamat website dan konten komentar anda. Umumnya, kolom alamat website tidak wajib untuk diisi, namun akan lebih baik jika anda mengisi kolom ini. Bagaimana jika anda tidak memiliki alamat website / blog? Sertakan saja alamat link menuju akun social media seperti twitter anda. Hal ini memudahkan pemilik blog jika mereka menemukan komentar anda menarik dan ingin mengetahui lebih banyak mengenai anda.</p>
<h2>Miliki akun dan profile berbagai third-party commenting system</h2>
<p>Banyak blog yang mulai menggunakan <em>commenting system</em> pihak ketiga seperti <a href="http://disqus.com" target="_blank">Disqus </a>dan <a href="http://intensedebate.com/" target="_blank">IntenseDebate</a>. Umumnya commenting system ini menyediakan profile untuk usernya. Jadi setiap komentar anda akan diagregasi ke profile anda. Hal ini akan membuat anda lebih mudah dikenali oleh komentator lain / pemilik situs yang anda komentari. Sebagai contoh, ini profile saya di <a href="http://disqus.com/fikrirasyid/" target="_blank">disqus</a> dan <a href="http://intensedebate.com/people/fikri_rasyid" target="_blank">Intense Debate</a>.</p>
<p>Itu dia seni dan etika berkomentar yang saya ketahui. Ada yang mau menambahkan, mengoreksi, atau memberi masukan? <em>Feel free to comment</em>.  </p>
<p><a href="http://bloggingly.com/seni-dan-etika-berkomentar/">Seni dan Etika Berkomentar</a> dipublikaskan di <a href="http://bloggingly.com">Bloggingly.com</a> dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds.feedburner.com/Bloggingly">RSS-nya</a> yang didistribusikan melalui feedburner dan facebook notes.

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, silahkan klik link <strong>"share on facebook"</strong> yang berada di bawah tulisan ini untuk menshare-nya ke jaringan perkawanan anda. Ada Pop out yang tiba-tiba keluar? Silahkan tulis pendapat anda atas tulisan ini, lalu klik okay.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloggingly.com/seni-dan-etika-berkomentar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>32</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rancangan Peraturan Menteri Tentang Konten Multimedia: Bloggers, Dukung atau Tolak?</title>
		<link>http://bloggingly.com/rancangan-peraturan-menteri-tentang-konten-multimediabloggers-dukung-atau-tolak/</link>
		<comments>http://bloggingly.com/rancangan-peraturan-menteri-tentang-konten-multimediabloggers-dukung-atau-tolak/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Feb 2010 23:09:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fikri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Isu Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Regulasi]]></category>
		<category><![CDATA[RPM konten multimedia]]></category>
		<category><![CDATA[Sensor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloggingly.com/?p=1461</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari kemarin, salah satu topik yang sedang &#8216;memanas&#8217; di ranah social media (dalam hal ini twitter) adalah Rancangan Peraturan Komunikasi &#38; Informormatika. Topik yang tengah memanas ini dapat dipantau melalui hashtag #rpmkonten, #dukungrpmkonten (untuk yang mendukung) dan #tolakrpmkonten (untuk yang menolak). Sekarang, mari kita telaah topik yang sedang menghangat ini karena bagaimanapun, kegiatan blogging [...]<p><a href="http://bloggingly.com/rancangan-peraturan-menteri-tentang-konten-multimediabloggers-dukung-atau-tolak/">Rancangan Peraturan Menteri Tentang Konten Multimedia: Bloggers, Dukung atau Tolak?</a> dipublikaskan di <a href="http://bloggingly.com">Bloggingly.com</a> dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds.feedburner.com/Bloggingly">RSS-nya</a> yang didistribusikan melalui feedburner dan facebook notes.

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, silahkan klik link <strong>"share on facebook"</strong> yang berada di bawah tulisan ini untuk menshare-nya ke jaringan perkawanan anda. Ada Pop out yang tiba-tiba keluar? Silahkan tulis pendapat anda atas tulisan ini, lalu klik okay.</p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.flickr.com/photos/8570587@N02/4018737758/"></a></p>
<p>Beberapa hari kemarin, salah satu topik yang sedang &#8216;memanas&#8217; di ranah social media (dalam hal ini twitter) adalah Rancangan Peraturan Komunikasi &amp; Informormatika. Topik yang tengah memanas ini dapat dipantau melalui hashtag <a href="http://search.twitter.com/search?q=%23rpmkonten" target="_blank">#rpmkonten</a>, <a href="http://search.twitter.com/search?q=%23dukungrpmkonten" target="_blank">#dukungrpmkonten</a> (untuk yang mendukung) dan <a href="http://search.twitter.com/search?q=%23tolakrpmkonten" target="_blank">#tolakrpmkonten</a> (untuk yang menolak). Sekarang, mari kita telaah topik yang sedang menghangat ini karena bagaimanapun, kegiatan blogging di Indonesia akan sangat terpengaruh jika rancangan peraturan menteri ini disahkan.</p>
<p><span id="more-1461"></span></p>
<h2>Substansi dan latar belakang RPM konten multimedia</h2>
<p>Latar belakan munculnya Rancangan Peraturan Menteri (RPM) tentang konten multimedia ini dapat dilihat di <a href="http://www.postel.go.id/update/id/baca_info.asp?id_info=1422" target="_blank">Siaran Pers No. 22/PIH/KOMINFO/2/2010 mengenai Sikap Kementerian Kominfo Dalam Menyikapi Peningkatan Maraknya Penyalah-Gunaan Layanan Internet</a> sementara draft <a href="http://www.scribd.com/doc/26764562/Rpm-Konten-Multimedia" target="_blank">Rancangan Peraturan Menteri tentang konten multimedia dapat dilihat di Scribd</a>.</p>
<p>Yang saya simpulkan dari membaca kedua dokumen tersebut (plus tweet-tweet para tweeps lokal dan tayangan <a href="http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/newsprograms/2010/02/14/4676/212/Ahad-14-Februari-2010" target="_blank">e-lifestyle di Metro TV yang menghadirkan humas kominfo</a>): Rancangan Peraturan Menteri ini muncul karena isyu aktual tentang beberapa kejadian <strong>penyalahgunaan layanan internet</strong> dan usaha depkominfo untuk <strong>memfilter konten-konten yang bertentangan</strong> dengan ketentuan yang berlaku. Sedangkan substansi (isi) dari rancangan peraturan menteri tentang konten multimedia adalah memberikan regulasi, panduan detail dan batasan tentang pentransmisian dokumen elektronik dan memberikan panduan bagi <strong>PENYELENGGARA</strong> layanan internet tentang usahanya.</p>
<h2>Implikasi RPM konten multimedia terhadap blogging</h2>
<p>Seperti yang <a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2010/02/13/permen-pahit-atau-manis/" target="_blank">diungkapkan oleh Pitra di Media-Ide</a>, RPM konten multimedia ini lebih condong ke regulasi untuk pihak penyelenggara daripada pengguna (meski pengguna pun tetap menerima implikasi dari regulasi ini). Hal ini bermakna, dalam ranah blogging, yang akan sangat terbebani oleh RPM ini jika disahkan adalah blogger yang blognya di host di domain sendiri karena mereka merupakan pengguna sekaligus penyelenggara. Blogger yang blognya di-host di layanan blogging seperti blogdetik, wordpress dan blogger akan <strong>relatif </strong>lebih tidak terbebani.</p>
<p>Setidaknya, ada empat poin dari RPM konten multimedia (silahkan tambahkan di kolom komentar jika anda rasa ada yang belum tercantum disini. Ingat, topiknya berada di seputar blogging) yang akan membawa implikasi langsung terhadap kegiatan blogging:</p>
<ol>
<li>Blogger dan penyelenggara layanan blogging tidak akan dapat mempublikasikan sebuah ulasan yang bernada negatif tentang suatu hal. Pencideraan atas kebebasan berekspresi. Pertanyaannya adalah, bagaimana jika hal yang diulas memang buruk dan ulasannya bagus untuk perbaikan kedepannya? Apa kabar kebebasan berpendapat di negeri ini? (pasal 5)</li>
<li>Blogger tidak boleh mempublikasikan informasi berkaitan dengan privasi seseorang. Hal ini tertulis dengan jelas (di pasal 7).</li>
<li>Blogger (terutama yang blognya dihost sendiri karena merupakan pengguna dan juga penyelenggara layanan internet) dan penyelenggara layanan blogging harus memberikan &#8220;laporan kepatuhan terhadap aturan&#8221; setiap tahunnya. (pasal 18 ayat 1)</li>
<li>Kelegalan konten yang blogger tulis di blognya akan sangat tergantung oleh penilaian Tim bernama Tim Konten Multimedia. Dapatkah mereka kita harapkan objektifitasnya?</li>
</ol>
<h2>Pendapat saya tentang rancangan peraturan menteri konten multimedia</h2>
<p>Meskipun bertujuan mulia, RPM konten multimedia ini jelas-jelas akan &#8216;membunuh&#8217; pertumbuhan konten dalam negeri. Pikirkan mengenai laporan pemantauan tahunan. Jika menulis blog yang merupakan hobi saja sudah membutuhkan effort besar, bagaimana lagi membuat laporan? Rasanya blogging sudah tidak <em>fun</em> lagi. Untuk apa ngeblog kalau begitu?</p>
<p>Jika tidak ada yang ngeblog, bagaimana konten lokal akan tumbuh secara cepat? Bukankah internet merupakan ranah horizontal?</p>
<p>Aplikasi dari rancangan peraturan menteri ini merupakan sesuatu yang sangat tidak efisien. Tim verifikasi yang berjumlah maksimal 30 orang? Akan makan waktu berapa lama mereka untuk memverifikasi semua konten yang diproduksi blogger lokal? Mengingat pengalaman yang lalu-lalu dengan birokrat dinegara ini, saya jadi sangsi akan efektifitas (dan objektifitas) mereka. Apakah depkominfo berani menjamin bahwa kegiatan verifikasi ini tidak akan menjadi &#8216;<em>celah pungli</em>&#8216; dan ajang &#8216;<em>pembalasan sakit hati</em>&#8216; kepada blogger yang kritis? Jika ditambah jadi 1000 orangpun, sanggupkah mereka memantau aktifitas super luas di ranah internet lokal? Rasanya seperti menghambur2kan dana pemerintah (yang notabene didapat dari rakyat) saja.</p>
<p>Secara garis besar, rancangan peraturan menteri tentang konten multimedia akan &#8216;<em>melukai</em>&#8216; kebebasan berpendapat serta membuat pelaksanaan layanan internet yang belum matang menjadi rumit. Terlebih lagi banyak definisi yang bias dalam rancangan peraturan menteri ini<em>. </em>Saya mengatakan <strong>TIDAK </strong>untuk RPM konten multimedia.</p>
<h2>Pendapat lain mengenai rancangan peraturan menteri tentang konten multimedia</h2>
<p>Bagaimana pendapat-pendapat lain mengenai rancangan peraturan menteri ini? Ini dia beberapa pendapat yang berhasil saya temukan. Silahkan tambahkan link pendapat lain melalui fitur komentar jika anda menemukan pendapat lain mengenai RPM konten multimedia yang tidak tercantum disini:</p>
<ul>
<li>Daily Social &#8211; <a href="http://dailysocial.net/2010/02/13/mari-menelaah-rpm-konten-yang-sensasional-itu/" target="_blank">Mari menelaah RPM konten yang sensasional itu</a></li>
<li>Media-Ide &#8211; <a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2010/02/13/permen-pahit-atau-manis/" target="_blank">Permen pahit atau manis?</a></li>
<li>Politikana (Enda Nasution) &#8211; <a href="http://politikana.com/baca/2010/02/12/selamat-datang-lembaga-sensor-internet-indonesia.html" target="_blank">Selamat datang lembaga sensor internet Indonesia</a></li>
<li>Politikana (Fello Citizen) &#8211; <a href="http://politikana.com/baca/2010/02/12/permennya-tifatul-sembiring.html" target="_blank">Permennya Tifatul Sembiring</a></li>
<li>Navinot &#8211; <a href="http://www.navinot.com/2010/02/13/tolakrpmkonten/" target="_blank">#TolakRPMKonten</a></li>
<li>Onno W. Purbo &#8211; <a href="http://opensource.telkomspeedy.com/wiki/index.php/Tanggapan_OWP_terhadap_Rancangan_Peraturan_Pemerintah_untuk_Konten_Multimedia" target="_blank">Tanggapan OWP terhadap Rancangan Peraturan Pemerintah untuk Konten Multimedia </a></li>
<li>Mahfud MD via VivaNews -<a href="http://nasional.vivanews.com/news/read/129403-ketua_mk__menteri_tak_boleh_atur_konten" target="_blank"> Ketua MK:  Menteri tidak boleh atur konten</a></li>
</ul>
<h2>Konklusi saya</h2>
<p>Saya mengatakan tidak untuk RPM konten multimedia. Silahkan pemerintah sahkan RPM konten multimedia jika pemerintah menghendaki kekacauan di ranah maya (mengingat masih banyaknya definisi bias yang tercantum di RPM dan betapa kontra-nya netizen mengenai RPM ini). Silahkan pemerintah sahkan RPM konten multimedia jika pemerintah menginiginkan peraturan tersebut dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu. Silahkan pemerintah sahkan RPM tersebut jika pemerintah memang menghendaki untuk &#8216;<em>membunuh&#8217; </em>pertumbuhan konten lokal yang notabene membawa dampak positif baik secara literasi, sosial budaya dan ekonomi.</p>
<p>Saya setuju dengan pendapat<a href="http://twitter.com/nukman" target="_blank"> Pak Nukman</a> yang beliau sampaikan baik di acara e-lifestyle metro tv kemarin dan di twitter: Semakin banyak konten kreatif di internet, semakin kecil peluang peran konten negatif. tren social media sesungguhnya menurunkan minat pencarian konten porno di internet. Jika pemerintah mempunyai dana, lebih baik pemerintah menyuburkan dan menstimulasi pertumbuhan konten lokal daripada membuat peraturan yang tidak jelas dan tidak efisien.</p>
<p>RPM konten multimedia, bagaimanapun, akan berdampak negatif kepada ranah <em>social media</em> (setidaknya kerumitan dan ke-memperpanjang-an birokrasinya akan memperumit keadaan). Apakah pemerintah menghendaki tren social media yang mengurangi dampak negatif internet ini untuk mati?</p>
<h2>Pendapat anda</h2>
<p>Sekarang apa sikap anda mengenai RPM konten multimedia? Dukung atau tolak? Apa yang anda lihat dari RPM ini? Utarakan sikap anda dan beritahu kita mengapa.</p>
<h2>P.S.</h2>
<p>Anyway, ada satu hal yang kita perlu salut dari Kominfo: keberanian mereka untuk melempar rancangan perundangan ke publik meskipun mereka tahu akan ada banyak yang mengkritik habis-habisan. Lebih baik ribut saat masih dalam rancangan daripada ribut saat sudah disahkan. Untuk yang satu ini, kita perlu salut akan transparansinya Pak <a href="http://twitter.com/tifsembiring" target="_self">Tifatul Sembiring</a>. Semoga departemen lain di negeri ini mengikuti jejaknya mengenai transparansi perencanaan perundangan.</p>
<p><a href="http://bloggingly.com/rancangan-peraturan-menteri-tentang-konten-multimediabloggers-dukung-atau-tolak/">Rancangan Peraturan Menteri Tentang Konten Multimedia: Bloggers, Dukung atau Tolak?</a> dipublikaskan di <a href="http://bloggingly.com">Bloggingly.com</a> dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds.feedburner.com/Bloggingly">RSS-nya</a> yang didistribusikan melalui feedburner dan facebook notes.

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, silahkan klik link <strong>"share on facebook"</strong> yang berada di bawah tulisan ini untuk menshare-nya ke jaringan perkawanan anda. Ada Pop out yang tiba-tiba keluar? Silahkan tulis pendapat anda atas tulisan ini, lalu klik okay.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloggingly.com/rancangan-peraturan-menteri-tentang-konten-multimediabloggers-dukung-atau-tolak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Web Development Series: WordPress Roadmap History</title>
		<link>http://bloggingly.com/web-development-series-wordpress-roadmap-history/</link>
		<comments>http://bloggingly.com/web-development-series-wordpress-roadmap-history/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Feb 2010 17:05:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>japestinho</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Wordpress]]></category>
		<category><![CDATA[Wordpress Roadmap]]></category>
		<category><![CDATA[Wordpress.org]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloggingly.com/?p=1431</guid>
		<description><![CDATA[Blogger mana yang tak kenal wordpress? Walaupun tidak menggunakan wordpress (red:pake platform lain) tetapi setidaknya nama wordpress tidaklah asing di telinga para blogger dan publisher. Blog platfrom buatan Matt Mulenwerg dan tim Automattic kini sudah menjadi blog engine yang terpopuler di dunia. Tidak hanya digunakan sebagai untuk media mempublikasikan tulisan dan pikiran pribadi tetapi fungsi [...]<p><a href="http://bloggingly.com/web-development-series-wordpress-roadmap-history/">Web Development Series: WordPress Roadmap History</a> dipublikaskan di <a href="http://bloggingly.com">Bloggingly.com</a> dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds.feedburner.com/Bloggingly">RSS-nya</a> yang didistribusikan melalui feedburner dan facebook notes.

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, silahkan klik link <strong>"share on facebook"</strong> yang berada di bawah tulisan ini untuk menshare-nya ke jaringan perkawanan anda. Ada Pop out yang tiba-tiba keluar? Silahkan tulis pendapat anda atas tulisan ini, lalu klik okay.</p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bloggingly.com/wp-content/uploads/2010/02/wp.png"></a></p>
<p>Blogger mana yang tak kenal wordpress? Walaupun tidak menggunakan wordpress (red:pake platform lain) tetapi setidaknya nama wordpress tidaklah asing di telinga para blogger dan publisher. Blog platfrom buatan Matt Mulenwerg dan tim Automattic kini sudah menjadi blog engine yang terpopuler di dunia. Tidak hanya digunakan sebagai untuk media mempublikasikan tulisan dan pikiran pribadi tetapi fungsi wordpress tersebut sudah menjadi alat bisnis yang hebat. Di dunia blogoshpere telah banyak yang membuktikan wordpress sangat baik mejadi salah satu alat untuk mencari penghasilan utama. Tak perlu disebutkan contohnya karena sudah banyak sekali yang berhasil memaksimalkan wordpress baik di dalam atau di luar negeri dan pengguna atau developernya. Contohnya saja <a href="http://adii.co.za" target="_blank">Adii</a> <a href="http://wootheme.com" target="_blank">Wootheme</a> dan <a href="http://nurudin.jauhari.net" target="_blank">Nurudin Jauhar</a>i  <span id="more-1431"></span></p>
<p>Pada tulisan kali ini saya ingin mengulas tentang history dari engine wordpress sendiri. Mulai dari versi awal(namun bukan terawal sekali) sampai versi yang akan dirilis bulan Maret nanti. Saya juga meyertakan skrinsutnya dari setiap perkembangan wordperss yang ada. Mungkin ada yang bertanya kenapa saya menulis tentang history wordpress kali ini? Jawabannya adalah saya kira banyak juga diantara pengguna wordpress saat ini juga belum pernah melihat apalagi menggunakan versi-versi awal dari perkembangan wordpress ini (saya saja baru menggunakan sejak versi 2.5   ). Okay langsung saja masuk ke intinya.</p>
<h2>WordPress 0.7, May 27, 2003</h2>
<p><a href="http://bloggingly.com/wp-content/uploads/2010/02/20090410_wp071.gif"></a></p>
<p>Versi ini adalah versi terakir sebelum wordpress versi 1.0. Tidak ada nama project &#8220;Jazzer&#8221; sebelum wordpress 1.0 sehingga versi 0.7 ini tidak memiliki codename khusus. Sebenarnya ini adalah tahap evolusi pertama <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/B2/cafelog" target="_blank">wordpress</a> yang dikembangkan <a href="http://ma.tt" target="_blank">Matt Mullenweg</a>, <a href="http://boren.nu" target="_blank">Ryan Boren</a>, <a href="http://ocaoimh.ie/" target="_blank">Donncha O Caoimh</a> dari platform <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/B2evolution" target="_blank">B2</a> (<a href="http://fplanque.com/" target="_blank">François Planque</a>).  Kebetulan saya belum berhasil menginstallnya di direktori lokal tetapi kira-kira saya mendapatkan tampilan awalnya seperti ini.</p>
<p><a href="http://zed1.com/journalized/archives/2003/05/27/wordpress-07-released/"></a></p>
<p>Saya ambil dari blog <a href="http://zed1.com/" target="_blank">Mike Little</a> yang ikut membantu Matt mengembangkan wordpress dari tahun 2003.</p>
<blockquote><p>In 2003 I co-founded the WordPress project with Matt  Mullenweg and have worked with WordPress ever since. I have more than 20  years of experience in software development and believe WordPress is a  great solution to a range of website needs from personal blogs to  sophisticated e-commerce sites.</p>
<p>– Mike Little</p></blockquote>
<h2>WordPress 1.0 Codename &#8220;Miles Davis&#8221;, January 3, 2004</h2>
<p>Tampilan awal instalasi sangat tidak mirip dengan sekarang alias anda harus menyetting config.php nya secara manual. Sama dengan versi 0.7 saya belum berhasil menginstallnya di localhost karena sistem cache yang digunakan pada versi awal wordpress ini berbeda dengan sistem caching pada wordpress sekarang. Ada file bernama weblogs.com.changes.cache yang saya baca menurut petunjuknya harus di CHMOD 666 supaya proses wp-install.php nya bisa berjalan. Petunjuknya bisa dilihat di <a href="http://wordpress.org/docs/en/handbook/2.7/" target="_blank">http://wordpress.org/docs/en/handbook/2.7/.</a> Mungkin lain kali berhasil akan saya update tulisan ini.</p>
<h2>WordPress 1.2 Codename &#8220;<a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Charles_Mingus" target="_blank">Charles Mingus</a>&#8220;, May 22, 2004</h2>
<p><a href="http://bloggingly.com/wp-content/uploads/2010/02/1.2.2install.png"></a></p>
<p>Pada versi ini wordpress belum memiliki sistem dashboard. Jika ingin menambahkan dashboard harus menggunakan widget tambahan. Juga belum bisa menulis page hanya bisa membuat tulisan post saja. Theme managernya langsung mengakses ke code templatenya yaitu wordpress classic. Jumlah table yang dibuat oleh instalasi sebanyak 13 table.</p>
<p><a href="http://bloggingly.com/wp-content/uploads/2010/02/1.2.2post.png"></a></p>
<p><a href="http://bloggingly.com/wp-content/uploads/2010/02/1.2.2home.png"></a></p>
<h2>WordPress 1.5 Codename &#8220;<a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Billy_Strayhorn" target="_blank">Billy Strayhorn</a>&#8220;, February 17, 2005</h2>
<p><a href="http://bloggingly.com/wp-content/uploads/2010/02/1.5install.png"></a></p>
<p>Pada versi ini tampilan instalasi sudah lebih baik dari 1.2. Mulai versi ini dashboard sudah terintegrasi ke dalam wordpressnya. Juga sudah menggunakan plugin manager dan theme manager yang diberi nama tab presentation. Sepertinya Kubrick v1.5  sudah digunakan sebagai deffault theme sejak rilis versi ini. Jumlah table yang dibuat oleh instalasi sebanyak 9 table. Lebih sedikit dibandingkan dengan versi sebelumnya.</p>
<p><a href="http://bloggingly.com/wp-content/uploads/2010/02/1.5dash.png"></a></p>
<p><a href="http://bloggingly.com/wp-content/uploads/2010/02/1.5home.png"></a></p>
<h2>WordPress 2.0 Codename &#8220;<a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Duke_Ellington" target="_blank">Duke Ellington</a>&#8220;, February 17, 2005</h2>
<p><a href="http://bloggingly.com/wp-content/uploads/2010/02/2.0install.png"></a></p>
<p>Meneruskan dari versi sebelumnya, pada versi ini dashboard wordpress sudah terlihat lebih berwarna dari versi-versi sebelumnya. Dan satu satu fitur yang ditambahkan selain perbaikan di sisi coding adalah fitur import. Kemampuannya memungkinkan untuk mengimport post dari <a href="http://blogger.com" target="_blank">Blogger</a>, <a href="http://movabletype.org" target="_blank">Movable Type</a>, RSS, dan <a href="http://textpattern.com" target="_blank">Textpattern</a>. Selain itu ada fitur theme option langsung yang memungkinkan untuk modifikasi theme namun masih sebatas merubah warna font yang ada. Jumlah table yang dibuat oleh instalasi sebanyak 10 table dan sejak versi ini deffault jumlah table yang dibuat oleh wordpress berjumlah 10 table.</p>
<p><a href="http://bloggingly.com/wp-content/uploads/2010/02/2.0postl.png"></a></p>
<p><a href="http://bloggingly.com/wp-content/uploads/2010/02/2.0theme.png"></a></p>
<h2>WordPress 2.1 Codename &#8220;<a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Ella_Fitzgerald" target="_blank">Ella Fitzgerald</a>&#8220;, January 22, 2007</h2>
<p><a href="http://bloggingly.com/wp-content/uploads/2010/02/2.1install.png"></a></p>
<p>Pada versi ini saya lihat hanya terjadi perubahan post section dan fitur importnya. Pada section post, versi 2.1 ini sudah menyertakan WYSIWYG dalam html mode, jadi sepertinya sudah bisa mengembeed kode-kode html dalam suatu post. Fitur barunya adalah export yang memungkinkan untuk mengeskpor semua tulisan yang ada dalam bentuk XML. Selain fitur importnya yang tambah mendukung <a href="home.blogware.com" target="_blank">Blogware</a>, <a href="http://dotclear.org/" target="_blank">DotClear</a>, <a href="http://greymatter.com" target="_blank">GreyMatter</a>, <a href="livejournal.com" target="_blank">LiveJournal</a>, dan <a href="http://wordpress.com" target="_blank">WordPress</a> sendiri, yang pasti saya yakin banyak perbaikan untuk di sisi codingnya.</p>
<p>Ow ya,  fitur &#8221; I would like my blog to appear in search engines like Google and Technorati. &#8221; juga pertama kali saya lihat pada versi ini.</p>
<p><a href="http://bloggingly.com/wp-content/uploads/2010/02/2.1admin.png"></a></p>
<p><a href="http://bloggingly.com/wp-content/uploads/2010/02/2.1dash.png"></a></p>
<h2>WordPress 2.2 Codename &#8220;<a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Stan_Getz" target="_blank">Stan Getz</a>&#8220;, May 16, 2007</h2>
<p>Satu perubahan yang langsung terlihat pada versi ini pada saat instalasi adalah halaman konfigurasi database langsung dari browser. Pada versi sebelumnya wordpress mengharuskan penggunanya untuk mengedit sendiri file config.php pada direktori instalasinya untuk menyetting databasenya. Lalu melakukan instalasi dengan mengarahkan browser pada http://domain/wp-admin/install.php. Cukup merepotkan bagi yang tidak terlalu suka masuk ke back end hostingnya   .</p>
<p>Namun mulai versi ini fitur konfigurasi tersebut sudah ditambahkan dengan catatan direktori wp-admin pada hostingya sudah diberi previlages untuk write(777). Selebihnya saya tidak melihat adanya perubahan secara interfacenya dari versi 2.1. Hanya perbaikan dari sisi coding dan celah keamanan saja saya rasa yang dilakukan oleh tim WordPress.</p>
<h2>WordPress 2.3 Codename &#8220;<a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Dexter_Gordon" target="_blank">Dexter Gordon</a>&#8221; September 24, 2007</h2>
<p><a href="http://bloggingly.com/wp-content/uploads/2010/02/2.3dash.png"></a></p>
<p>Pada versi ini fitur baru yang langsugn saya lihat saat membuka dashboard adalah fitur mendeteksi versi update dari wordpress. Tampak ketika saya login ke dashboard, wordpress memperingatkan untuk segera mengupdate karena versi ini sudah out of date. Kemudian fitur barunya adalah tersedianya widget manager yang modular. Beda dari versi sebelumnya jika ingin merubah widget ini harus melakukan perubahan code dalam widget.php-nya.</p>
<p><a href="http://bloggingly.com/wp-content/uploads/2010/02/2.3widget.png"></a></p>
<h2>WordPress 2.5 Codename &#8220;<a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Michael_Brecker" target="_blank">Michael Brecker</a>&#8221; March 29, 2008</h2>
<p><a href="http://bloggingly.com/wp-content/uploads/2010/02/2.5install.png"></a></p>
<p>Nah versi 2.5 inilah yang pertama kali saya gunakan saat berkenalan dengan wordpress engine. Sebenarnya versi 2.3 sudah pernah melihat saja namun masih coba-coba dan belum menggunakannya secara optimal *halah. Karena versi 2.4 nya di <a href="http://lorelle.wordpress.com/2008/01/04/wordpress-24-release-delayed/" target="_blank">skip</a> dengan alasan perubahan jadwal dan liburan namun yang saya lihat terjadi perombakan desain dashboard wordpress secara signifikan. Pada versi 2.0 hingga 2.3 dashboard wordpress lebih di dominasi warna header biru dan sederhana, kemudian di wordpress 2.5 lebih di dominasi dengan warna yang lebih soft perpaduan biru muda dan abu-abu.</p>
<p><a href="http://bloggingly.com/wp-content/uploads/2010/02/2.5dash.png"></a></p>
<p>Dashboardnya juga mulai terlihat lebih informatif dengan menampilkan recent comments, incomink link, dan berita dari wordpress. Fungsi untuk pengaturan di pindah ke sisi kanan dari dashboardnya tidak seperti versi sebelumnya yang menyatu semua di sebelah kiri. Juga terdapat quick button untuk menulis new post. Sejak versi ini juga engine wordpress memungkinkan untuk mengupdate secara otomatis untuk core engine dan pluginnya tanpa harus mengunggah updatenya ke server melalui FTP. <a href="http://gravatar.com" target="_blank">Gravatar</a> juga mulai digunakan pada rilis versi 2.5.</p>
<p><a href="http://bloggingly.com/wp-content/uploads/2010/02/2.5admin.png"></a></p>
<h2>WordPress 2.6 Codename &#8220;<a href="http://en.wikipedia.org/wiki/McCoy_Tyner" target="_blank">McCoy Tyner</a>&#8220;, July 15, 2008</h2>
<p><a href="http://bloggingly.com/wp-content/uploads/2010/02/2.6install.png"></a></p>
<p>Tidak banyak perbedaan dari versi 2.5 dari sisi desain dashboardnya. Satu fitur yang bertambah menurut saya adalah fitur Turbo yang mengintegrasikan Google Gears dengan engine wordpress yang digunakan. Tujuannya yang pasti untuk mempercepat load dari wordpress dengan menyimpan gambar, script dan css wordpress di lokal komputer. Memang fungsi dari google gears yang memungkinkan untuk demikian. Satu lagi wordpress menggunakan semacam buble tips untuk memperingatkan pengguna ada update terhadap plugin yang digunakan. Sejak versi ini pengguna juga bisa mengupload plugin dalam bentuk .zip langsung dari setting plugins dari dashboard.</p>
<p><a href="http://bloggingly.com/wp-content/uploads/2010/02/2.6dash.png"></a></p>
<h2>WordPress 2.7 Codename &#8220;<a href="http://en.wikipedia.org/wiki/John_Coltrane" target="_blank">John Coltrane</a>&#8220;, December 10, 2008</h2>
<p><a href="http://bloggingly.com/wp-content/uploads/2010/02/2.7admin.png"></a></p>
<p>Satu perubahan besar disain dahboard kembali terjadi pada versi 2.7. Mulai dari instalasinya telah terlihat tampilan css sudah makin diperbaiki dengan rounded button pada setiap button di wordpress. Setibanya di dashboard, ada pengaturan screen option yang membebaskan pengguna untuk mengatur apa saja yang akan terdapat di dashboardnya. Semua pengaturannya berpindah ke kiri dengan model sidebar yang bisa diminimized menjadi icon saja atau lengkap dengan teksnya.</p>
<p>Terdapat juga quick access button untuk menuju draft post, new page, upload, dan comments yang perlu di moderasi. Quick button post pada versi 2.6 telah berubah menjadi Quickpress sehingga pengguna bisa langsung mempost dari dashboard tanpa ke tab Add new post.</p>
<p><a href="http://bloggingly.com/wp-content/uploads/2010/02/2.7dash.png"></a></p>
<h2>WordPress 2.8 Codename &#8220;<a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Chet_Baker" target="_blank">Chet Baker</a>&#8220;, June 11, 2009</h2>
<p><a href="http://bloggingly.com/wp-content/uploads/2010/02/2.8dash.png"></a></p>
<p>Peningkatan yang dilakukan pada versi ini ada pada opsi tambahan di screen option yang membolehkan pengguna untuk membagi layout dashboardnya menjadi 1, 2, 3, atau 4 kolom. Sehingga informasi di dashboar bisa di atur senyamannya oleh masing-masing pengguna. Seterusnya terdapat fitur peringatan kepada pengguna untuk mengganti langsung password standar yang digenerate oleh wordpress saat pertama kali masuk ke dalam dahsboard.</p>
<p>Satu fitur baru yang benar-benar menolong wordpress user adalah adanya tab Add new theme. Fitur ini mengintegrasikan WordPress theme directory dengan filter pencarian berdasarkan warna, jumlah kolom, subject, dan fitur theme tambahan sehingga pengguna bisa mengganti theme langsung dari dashboard tanpa perlu menguploadnya ke direktori theme melalui FTP. Juga memungkinkan pengguna mengupload sendiri custom theme dalam bentuk .zip melalui fitur ini. Fitur baru lainnya adalah fungsi pada tab widget berupa modular yang bisa langsung di &#8216;drag n drop&#8217; ke dalam section widget sidebarnya.</p>
<p><a href="http://bloggingly.com/wp-content/uploads/2010/02/2.8themet.png"></a></p>
<p><a href="http://bloggingly.com/wp-content/uploads/2010/02/2.8widget.png"></a></p>
<h2>WordPress 2.9 Codename &#8220;<a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Carmen_McRae" target="_blank">Carmen McRae</a>&#8220;, December 18, 2009</h2>
<p><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="400" height="224" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="flashvars" value="guid=NBZ853Xn&amp;width=400&amp;height=224&amp;qc_publisherId=p-18-mFEk4J448M" /><param name="src" value="http://v.wordpress.com/wp-content/plugins/video/flvplayer.swf?ver=1.15" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="400" height="224" src="http://v.wordpress.com/wp-content/plugins/video/flvplayer.swf?ver=1.15" allowfullscreen="true" flashvars="guid=NBZ853Xn&amp;width=400&amp;height=224&amp;qc_publisherId=p-18-mFEk4J448M"></embed></object></p>
<p>Versi terakir dari stable version wordpress adalah 2.9.1. Dalm versi terakir ini tidak banyak perubahan pada sisi dashboard namun lebih ke peningkatan fungsi pendukung wordpress. Sejak versi 2.9 pengguna diberikan fitur built-in image editor ( + image thumbnail untuk magazine look theme) sehingga melakukan editing gambar yang ingin dimasukkan ke dalam post tidak perlu dari luar wordpress.</p>
<p><a href="http://bloggingly.com/wp-content/uploads/2010/02/2.9.png"></a></p>
<p>Kemudian terdapat fitur trash dan undo trash jika terjadi insiden tak sengaja menghapus post yang telah dibuat. Embedding kode html pun menjadi semakin mudah jika pengguna ingin memasukkan video ke dalam post. Cukup paste URL dimana video yang ingin di embed dan wordpress pun langsung merubahnya menjadi embedded video yang lengkap dengan playernya. WordPress mendukung embedding dari YouTube, Daily Motion, Blip.tv, Flickr, Hulu, Viddler, Qik, Revision3, Scribd, Google Video, Photobucket, PollDaddy, and WordPress.tv. Satu lagi fitur yang menarik adalah batch update pada engine wordpress termasuk plugin-pluginnya. Pengguna tinggal masuk ke tab Upgrade dan wordpress akan mengupgrade semua engine dan plugin yang telah tersedia update-nya. Release pressnya di <a href="http://wordpress.org/development/2009/12/wordpress-2-9/" target="_blank">sini.</a></p>
<h2>Next Version?</h2>
<p>Menurut <a href="http://wordpress.org/about/roadmap/" target="_blank">planning wordpress</a> versi selanjutnya akan menjadi angka 3 yaitu <a href="http://trac.wordpress.org/milestone/3.0" target="_blank">3.0</a> pada April 2010, <a href="http://trac.wordpress.org/milestone/3.1" target="_blank">3.1</a> pada August 2010, dan <a href="http://trac.wordpress.org/milestone/3.2" target="_blank">3.2</a> pada November 2010. Menurut bocoran yang saya dapatkan pada WordcampID 30 January lalu versi 3 ini akan menjadi versi yang united dari wordpress. Dimana perkembangan dari wordpress tools seperti BBpress dan Buddypress akan menjadi plugin, dan WordPress MU akan menajadi kesatuan dengan sistem WordPress.org. Untuk lebih lengkapnya bisa dilihat di post bloggingly tentang <a href="http://bloggingly.com/review-wordcamp-indonesia-2010/" target="_blank">WordcampID</a>.</p>
<h2>Satu Keunikan Project WordPress</h2>
<p>Saya kira ada satu yang unik dari WordPress ini yaitu penamaan versi lirisnya yang selalu menggunakan nama pemain Jazz terkenal. Itu dikarenakan core developer dari wordpress ini sangat sengan sekali berbagi dan mendengarkan musik jazz. Hingga mereka memutuskan untuk memberiri nama setipa versi rilis wordpress dengan nama-nama pemain jazz terkenal. Jika ingin mendengarkan lagu jazz yang dimainkan oleh codename project wordpress ini bisa melalui <a href="http://www.last.fm/tag/wordpress-release-jazz" target="_blank">Last.fm</a>.</p>
<blockquote><p>Code Is Poetry</p></blockquote>
<p><strong>P.S.</strong></p>
<p>Ada yang ingin berbagi pengalaman menggunakan wordpress dari versi awal hingga sekarang?  </p>
<p><a href="http://bloggingly.com/web-development-series-wordpress-roadmap-history/">Web Development Series: WordPress Roadmap History</a> dipublikaskan di <a href="http://bloggingly.com">Bloggingly.com</a> dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds.feedburner.com/Bloggingly">RSS-nya</a> yang didistribusikan melalui feedburner dan facebook notes.

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, silahkan klik link <strong>"share on facebook"</strong> yang berada di bawah tulisan ini untuk menshare-nya ke jaringan perkawanan anda. Ada Pop out yang tiba-tiba keluar? Silahkan tulis pendapat anda atas tulisan ini, lalu klik okay.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloggingly.com/web-development-series-wordpress-roadmap-history/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>3 Akun Yang Sebaiknya Dimiliki Oleh Blogger</title>
		<link>http://bloggingly.com/3-akun-yang-sebaiknya-dimiliki-oleh-blogger/</link>
		<comments>http://bloggingly.com/3-akun-yang-sebaiknya-dimiliki-oleh-blogger/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Feb 2010 20:00:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fikri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Account]]></category>
		<category><![CDATA[Collaborative Web]]></category>
		<category><![CDATA[Web Apps]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloggingly.com/?p=1425</guid>
		<description><![CDATA[Ada banyak sekali aplikasi web (contoh: YouTube, Gravatar, dll) yang dapat anda gunakan untuk memaksimalkan kegiatan blogging anda.  Untuk menggunakan aplikasi tersebut, anda membutuhkan akun untuk mengaksesnya. Menariknya, dewasa ini tidak semua aplikasi membutuhkan akunnya masing-masing. Ada akun yang dapat digunakan untuk mengakses beberapa aplikasi web sekaligus. Menarik bukan? Sekarang, ada banyak sekali akun yang [...]<p><a href="http://bloggingly.com/3-akun-yang-sebaiknya-dimiliki-oleh-blogger/">3 Akun Yang Sebaiknya Dimiliki Oleh Blogger</a> dipublikaskan di <a href="http://bloggingly.com">Bloggingly.com</a> dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds.feedburner.com/Bloggingly">RSS-nya</a> yang didistribusikan melalui feedburner dan facebook notes.

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, silahkan klik link <strong>"share on facebook"</strong> yang berada di bawah tulisan ini untuk menshare-nya ke jaringan perkawanan anda. Ada Pop out yang tiba-tiba keluar? Silahkan tulis pendapat anda atas tulisan ini, lalu klik okay.</p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.flickr.com/photos/futureshape/3524487067/"></a></p>
<p>Ada banyak sekali aplikasi web (contoh: YouTube, Gravatar, dll) yang dapat anda gunakan untuk memaksimalkan kegiatan blogging anda.  Untuk menggunakan aplikasi tersebut, anda membutuhkan akun untuk mengaksesnya. Menariknya, dewasa ini tidak semua aplikasi membutuhkan akunnya masing-masing. Ada akun yang dapat digunakan untuk mengakses beberapa aplikasi web sekaligus. Menarik bukan?</p>
<p>Sekarang, ada banyak sekali akun yang dapat anda miliki. Namun apa akun yang penting untuk dimiliki bagi blogger untuk memaksimalkan kegiatan ngeblognya? Berikut ini tiga akun &#8216;<em>wajib</em>&#8216; dan beberapa akun &#8216;<em>sunnah</em>&#8216; yang saya rasa sangat esensial untuk dimiliki untuk blogger:</p>
<h2><span id="more-1425"></span></h2>
<h2>Google Account</h2>
<p></p>
<p>Jika anda sign up (mendaftar) ke gmail atau layanan google lainnya, secara otomatis anda telah memiliki <em>Google Account</em>. Apa yang dapat kita lakukan dengan Google Account? Dengan Google Account, anda bisa mengakses:</p>
<ul>
<li><a href="http://gmail.com" target="_blank"><strong>Gmail </strong></a>- salah satu layanan <em>web mail</em> paling oke</li>
<li><a href="http://google.com/analytics" target="_blank"><strong>Google Analytics</strong></a> &#8211; Tools yang dapat anda gunakan untuk mengetahui traffic blog anda</li>
<li><a href="http://google.com/reader" target="_blank"><strong>Google Reader</strong></a> &#8211; <em>RSS Feed reader</em>. Sangat membantu untuk tetap <em>up to date</em> dengan post terbaru dari blog-blog lain yang anda sukai</li>
<li><a href="http://docs.google.com" target="_blank"><strong>Google Docs</strong></a> &#8211; aplikasi pengolahan dokumen online (seperti microsoft word namun online) yang sangat berguna untuk pengolahan dokumen secara kolaboratif. Jika blog anda dikelola lebih dari satu orang, aplikasi ini akan sangat berguna untuk anda</li>
<li><a href="http://blogger.com" target="_blank"><strong>Blogspot</strong></a> &#8211; layanan blogging milik Google yang sangat fleksibel untuk digunakan</li>
<li><a href="http://www.google.com/friendconnect/" target="_blank"><strong>Google Friend Connect</strong></a> &#8211; Aplikasi yang dapat anda gunakan untuk membuat blog anda lebih &#8220;<em>social</em>&#8220;</li>
<li><a href="http://youtube.com" target="_blank"><strong>YouTube</strong></a> &#8211; yap, Google Account dapat digunakan untuk mengakses YouTube. Memposting video ke posting anda akan menjadi mudah kan? Upload video ke YouTube, lalu embed di post anda. Voila!</li>
</ul>
<h2>Akun WordPress</h2>
<p></p>
<p>Akun ini sangat penting terutama bagi anda yang ngeblog menggunakan platform blogging wordpress. Anda bisa mendapatkan WordPress Account dengan <em>sign up</em> ke wordpress.com. Dengan akun ini, anda bisa mengakses:</p>
<ul>
<li><strong><a href="http://wordpress.com" target="_blank">WordPress.com</a></strong> &#8211; layanan blogging yang sangat keren berbasis project open source paling populer didunia</li>
<li><a href="http://akismet.com/development/api/" target="_blank"><strong>API Key Akismet</strong></a> &#8211; anda yang menggunakan self hosted wordpress blog tahu betapa pentingnya aksimet untuk menangkal SPAM. Untuk mengaktifkan akismet, anda membutuhkan API Key Akismet. API Key akismet ini bisa anda dapatkan di dashboard wordpress.com anda</li>
<li><a href="http://gravatar.com" target="_blank"><strong>Gravatar</strong></a> &#8211; lihat foto yang muncul di kolom komentar? Foto tersebut muncul melalui aplikasi Gravatar. Dewasa ini, secara <em>de facto</em> gravatar sudah menjadi semacam standar untuk avatar pada area komentar (karena banyaknya jumlah blog berbasis wordpress). Dan ya, gravatar dapat langsung anda akses jika anda memiliki akun wordpress.</li>
</ul>
<h2>Akun Slideshare</h2>
<p></p>
<p>Sudah tahu <a href="http://slideshare.net" target="_blank">slideshare</a>? Sederhananya, slideshare adalah YouTube untuk slide presentasi. Berbeda dengan dua akun diatas, akun slideshare hanya dapat digunakan untuk mengakses situs slideshare saja. Namun dengan akun ini, anda bisa mengakses slideshare, mengunggah slide presentasi atau pdf dan meng-<em>embedd </em>nya ke blog post anda. Untuk anda yang banyak berbicara menggunakan slide dan ingin berbagi dengan audience blog anda melalui slide presentasi, anda wajib memiliki akun slideshare.</p>
<h2>Akun &#8211; Akun lainnya</h2>
<p>Selain tiga akun diatas, ada juga beberapa akun lain yang saya rekomendasikan anda untuk miliki:</p>
<ul>
<li><a href="http://twitter.com" target="_blank"><strong>Akun Twitter</strong></a> &#8211; meskipun fungsionalitas utama twitter adalah microblogging, namun karena popularitasnya ada banyak sekali aplikasi web yang dapat anda gunakan dengan log in melalui akun twitter anda.</li>
<li><a href="http://facebook.com" target="_blank"><strong>Akun Facebook</strong></a> &#8211; ambisi facebook untuk <em>&#8216;menghubungkan dunia&#8217;</em> membuat mereka merilis <a href="http://developers.facebook.com/connect.php" target="_blank">facebook connect</a>. Dengan facebook connect, anda bisa log in ke situs lain dengan profile facebook anda. Salah satu contoh aplikasi yang dapat anda gunakan dengan akun facebook anda adalah <a href="http://formspring.me" target="_blank">formspring</a>. Anda juga bisa membuat facebook page dan fanbox untuk blog anda melalui akun facebook.</li>
<li><a href="http://disqus.com" target="_blank"><strong>Akun Disqus</strong></a> &#8211; disqus adalah <em>commenting system</em> intuitif yang mengoptimalkan fitur komentar blog. Ketika berkomentar di situs yang menggunakan disqus, komentar anda akan dikumpulkan oleh Disqus sehingga anda akan tahu dimana saja anda berkomentar. Lebih lengkap mengenai disqus dapat anda lihat <a href="http://disqus.com" target="_blank">disini</a>. Anyway, automattic (pengembang wordpress) juga memiliki aplikasi commenting serupa dengan disqus bernama <a href="http://intensedebate.com" target="_blank">intensedebate</a>.</li>
<li><strong><a href="https://login.yahoo.com/config/login_verify2?" target="_blank">Yahoo ID!</a></strong> &#8211; Ada beberapa layanan Yahoo terkait dengan blogging seperti <a href="http://flickr.com" target="_blank">flickr </a>dan <a href="http://www.mybloglog.com/" target="_blank">mybloglog </a>yang dapat anda akses menggunakan Yahoo! ID.  Jika anda memiliki akun Yahoo! Mail, secara otomatis anda memiliki Yahoo! ID</li>
</ul>
<h2>Saran Anda?</h2>
<p>Ada akun lain yang anda sarankan untuk dimiliki? <em>Share with us what it is and share with us why</em>.  </p>
<p><a href="http://bloggingly.com/3-akun-yang-sebaiknya-dimiliki-oleh-blogger/">3 Akun Yang Sebaiknya Dimiliki Oleh Blogger</a> dipublikaskan di <a href="http://bloggingly.com">Bloggingly.com</a> dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds.feedburner.com/Bloggingly">RSS-nya</a> yang didistribusikan melalui feedburner dan facebook notes.

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, silahkan klik link <strong>"share on facebook"</strong> yang berada di bawah tulisan ini untuk menshare-nya ke jaringan perkawanan anda. Ada Pop out yang tiba-tiba keluar? Silahkan tulis pendapat anda atas tulisan ini, lalu klik okay.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloggingly.com/3-akun-yang-sebaiknya-dimiliki-oleh-blogger/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Review Wordcamp Indonesia 2010</title>
		<link>http://bloggingly.com/review-wordcamp-indonesia-2010/</link>
		<comments>http://bloggingly.com/review-wordcamp-indonesia-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Feb 2010 19:32:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fikri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[Kopdar]]></category>
		<category><![CDATA[WordCamp]]></category>
		<category><![CDATA[WordCamp Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloggingly.com/?p=1422</guid>
		<description><![CDATA[Tahun ini saya cukup beruntung karena dapat mengikuti kopi darat nasional pengguna wordpress bertajuk WordCamp Indonesia. Untuk anda yang (mungkin) belum tahu, WordCamp adalah konfrensi yang berfokus kepada berbagai hal mengenai wordpress. Wordcamp bersifat informal dan diorganisir oleh komunitas, diikuti oleh berbagai macam pengguna wordpress mulai dari pengguna biasa hingga core developer, dari pengguna self [...]<p><a href="http://bloggingly.com/review-wordcamp-indonesia-2010/">Review Wordcamp Indonesia 2010</a> dipublikaskan di <a href="http://bloggingly.com">Bloggingly.com</a> dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds.feedburner.com/Bloggingly">RSS-nya</a> yang didistribusikan melalui feedburner dan facebook notes.

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, silahkan klik link <strong>"share on facebook"</strong> yang berada di bawah tulisan ini untuk menshare-nya ke jaringan perkawanan anda. Ada Pop out yang tiba-tiba keluar? Silahkan tulis pendapat anda atas tulisan ini, lalu klik okay.</p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<p>Tahun ini saya cukup beruntung karena dapat mengikuti kopi darat nasional pengguna wordpress bertajuk <a href="http://id.wordcamp.org" target="_blank">WordCamp Indonesia</a>. Untuk anda yang (mungkin) belum tahu, <a href="http://wordcamp.org" target="_blank">WordCamp adalah</a> konfrensi yang berfokus kepada berbagai hal mengenai wordpress. Wordcamp bersifat informal dan diorganisir oleh komunitas, diikuti oleh berbagai macam pengguna wordpress mulai dari pengguna biasa hingga core developer, dari pengguna self hosted wordpress.org hingga pengguna wordpress.com . Wordcamp diseleggarakan diberbagai kota di seluruh penjuru dunia.</p>
<p>Tanpa perlu panjang lebar lagi, pada post kali ini saya ingin berbagi apa saja yang menjadi catatan saya dan apa saja yang saya dapatkan seputar wordcamp 2010 kali ini:</p>
<p><span id="more-1422"></span></p>
<h2><a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=3123329&amp;id=166760779674"></a></h2>
<h2>The schedule</h2>
<p>Berikut ini rundown wordcamp 2010 (garis besarnya saja):</p>
<h3>07.30 &#8211; 09.00</h3>
<ul>
<li>Breakfast, cofee &amp; networking session</li>
</ul>
<h3>09.00 &#8211; 12.30</h3>
<ul>
<li>Opening remarks by Valent Mustamin</li>
<li>Risman Adnan,Microsoft Corp: Develop &amp; Run PHP Application on Windows</li>
<li>Beau Lebens, Automattic, Inc: What&#8217;s up with WordPress?</li>
<li>Diskusi panel Risman Adnan &amp; Beau Lebens, dimoderasi oleh Deden Purnamahadi</li>
</ul>
<h3>12.30 &#8211; 13.00</h3>
<ul>
<li>Break makan siang &amp; networking, dimulainya Acer speed writing contest</li>
</ul>
<p><a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=3123569&amp;id=166760779674"></a></p>
<h3>13.00 &#8211; 15.30</h3>
<ul>
<li>Herry Sufehmi, Taking care of WordPress</li>
<li>Komunitas MySQL Indonesia: Why MySQL?</li>
<li>Jazz Music Performance</li>
</ul>
<h3>15.45 &#8211; 18.30</h3>
<ul>
<li>Made Wiryana, Gunadarma University</li>
<li>Setyagus Sucipto, iCreativeLabs Studio: WordPress as Content Management System</li>
<li>Sharing Session, Simon Lin dari WpDesignStudio</li>
<li>Beau Lebens, Demo IntenseDebate</li>
</ul>
<h2>Arrival, breakfast, coffee &amp; networking session</h2>
<p>Saya sangat suka bagaimana Wordcamp Indonesia dimulai: Wordcamp Indonesia dimulai dengan sebuah sesi breakfast ringan dan coffe morning. Sesi ini memberikan kesempatan yang cukup kepada peserta untuk melakukan networking dan berkenalan dengan para wordpress enthusiast lain yang selama ini hanya ditemui melalui dunia maya. Mana menunya cukup menyenangkan pula. Saya jadi kepikiran, jika <a href="http://pestablogger.com" target="_blank">Pesta Blogger</a> dimulai dengan sesi seperti ini, saya rasa akan sangat oke ya?  </p>
<h2>Opening Remarks by Valent Mustamin</h2>
<p>Saya tidak tahu struktur kepengurusan WordCamp seperti apa, tapi satu hal yang menjadi perbincangan saya dan kawan-kawan adalah nama mas Valent yang tercantum besar-besaran disetiap publikasi WordCamp: <em>WordCamp Indonesia is organized by Valent Mustamin</em>. Rasanya gimanaa gitu ya? Hehe :p</p>
<p>Di sesi ini Valent Mustamin memberikan sambutan yang cukup impresif mengenai wordcamp dan memberikan satu bocoran menarik bahwa ditilik dari jumlah dan daerah asal pesertanya, WordCamp 2010 akan diluar jakarta dan sudah ada dua kandidat untuk lokasi pelaksanaannya: Bandung atau Jogja.</p>
<p>Semoga saja di Bandung ya? *<em>bobotoh mode:on</em>*  </p>
<h2>Develop &amp; Running PHP on Windows by Risman Adnan</h2>
<p>Saya tidak tahu bagaimana ceritanya kok bisa acara mengenai wordpress dibuka dengan presentasi dan pengenalan produk microsoft. <em>No offense to microsoft</em> ya, saya hanya merasa tidak tepat saja: Datang ke acara yang saya harap membahas semua hal tentang WordPress, tapi malah diberikan demo produk Microsoft.</p>
<p>Secara garis besar, sesi ini menjelaskan bahwa Windows mulai melirik PHP demi pangsa pasar, memperkenalkan <a href="http://download.live.com/writer" target="_blank">Windows Live Writer</a> (aplikasi blogging editor milik microsoft), expressionWeb (script editor), dan Microsoft Azure (cloud computing seperti <a href="http://aws.amazon.com/s3/" target="_blank">Amazon S3</a>).</p>
<h2>What&#8217;s up with WordPress by Beau Lebens</h2>
<p><a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=3123450&amp;id=166760779674"></a></p>
<p>Di sesi ini, <a href="http://dentedreality.com.au" target="_blank">Beau Lebens</a> yang juga merupakan developer di <a href="http://automattic.com" target="_blank">Automattic</a> bercerita panjang lebar mengenai wordpress: bagaimana wordpress menjadi <em>self publishing platform</em> paling digunakan di dunia, bagaimana saat ini wordpress  telah menjadi lebih kepada CMS daripada <em>blogging platform</em>, milestone mengenai wordpress, ulasan singkat wordpress 2.9, dan perkembangan signifikan yang akan di tempuh wordpress pada versi 3.0-nya.</p>
<h3>WordPress 3.0</h3>
<p><a href="http://wordpress.org/about/roadmap/" target="_blank">Versi 3.0</a> sering diidentikkan sebagai sesuatu yang &#8216;wah&#8217; dalam <em>lifecycle</em> sebuah software. Berbeda dengan <em>common sense</em> tersebut, bagi wordpress, versi 3.0 hanyalah <em>&#8216;just another number&#8217;</em>. Meskipun begitu, akan ada banyak sekali perubahan yang terjadi pada WordPress versi 3.0 yang diharapkan akan dirilis untuk publik pada 13 April 2010 ini:</p>
<h3>Merger WordPress dan WordPress MU</h3>
<p>Setelah wordpress 3.0, <a href="http://mu.wordpress.org" target="_blank">wordpress MU</a> (Multi User &#8211; Versi lain wordpress untuk banyak pengguna, script yang digunakan untuk wordpress.com) tidak akan lagi ada. Hanya akan ada satu wordpress. Dan setiap instalasi wordpress dapat dibuat menjadi satu blog wordpress atau multiple blog ala wordpress MU.</p>
<h3>Post_types</h3>
<p>Pada wordpress 3.0 keatas, user dapat membuat post_types-nya sendiri. Persis seperti custom field yang dapat dibuat sesuka hati. Wow, saya jadi membayangkan fleksibilitas wordpress yang semakin menjadi-jadi dengan adanya fitur ini  </p>
<h3>Menu manager</h3>
<p>Kedepannya, menu pada wordpress akan dibuat menjadi lebih fleksibel dengan mekanisme <em>drag and drop</em> ala <em>widget sidebar</em>.</p>
<h3>New Default Theme</h3>
<p>Selamat tinggal <a href="http://binarybonsai.com/wordpress/kubrick/" target="_blank">Kubrick</a>, setiap file wordpress kini akan &#8216;dipersenjatai&#8217; dengan default theme yang lebih up to date (inspired by <a href="http://cutline.tubetorial.com/" target="_blank">Chris Pearson&#8217;s Cutline</a>). Preview tayangan theme default baru ini dapat dilihat di <a href="http://themeshaper.com/" target="_blank">themeshaper.com</a></p>
<p>Terlepas dari hal-hal mengenai wordpress-nya sendiri, Beau memberikan bocoran informasi berharga lain seputar wordpress:</p>
<h3>WordPress Mobile Application</h3>
<p>Yap, trend internet  memang sedang (dan sudah) menuju mobile, dan Automattic menanggapinya dengan sangat serius: mereka merilis aplikasi wordpress untuk <a href="iphone.wordpress.org" target="_blank">iPhone</a> dan <a href="http://blackberry.wordpress.org/" target="_blank">Blackberry</a>. Aplikasi untuk device lainpun (sepertinya) akan menyusul, katanya.</p>
<h3>New Committers</h3>
<p>Meskipun ribuan orang memberi masukan dan revisi terhadap wordpress setiap harinya, hanya ada 5 orang di dunia (CMIIW) yang memiliki hak akses untuk merubah core code wordpress yang nantinya akan dirilis. Nah, seiring dengan pengembangan wordpress 3.0, tim Automattic telah menambah tiga orang baru yang dapat mengakses source code wordpress.</p>
<h3>wpdevel.wordpress.com</h3>
<p>Ingin tahu kabar terbaru seputar pengembangan wordpress? <em>Now we have it</em>: kunjungi <a href="http://wpdevel.wordpress.com" target="_blank">wpdevel.wordpress.com</a> untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai perkembangan pengembangan wordpress.</p>
<h3>Core Plugin</h3>
<p>Ada ribuan plugin yang didistribusikan diluar sana. Masalahnya adalah, terkadang kita mendapati plugin keren yang dihentikan pengembangannya oleh sang developer dan plugin yang tidak terupdate ini akan membuka security hole. Belum lagi kebebasan menciptakan plugin terkadang menciptakan dua atau lebih plugin dengan fungsi yang sama dengan sedikit perbedaan fitur. Mengapa tidak memfasilitasi para developer untuk bergabung dan membuat plugin dengan cara yang lebih terorganisir? Itulan ide dasar dari <a href="http://wpdevel.wordpress.com/2010/01/11/core-plugin-infrastructure/" target="_blank">Core Plugin</a>.</p>
<h3>Tampilan baru wordpress.org</h3>
<p>Saatnya peremajaan! Tampilan wordpress.org akan diperbaharui agar lebih relevan dengan zaman, dan Automattic akan merancang mekanisme yang membuat komunitas dapat berpartisipasi dalam prosesnya. Hubungi <a href="http://twitter.com/janeforshort" target="_blank">janeforshot</a> untuk informasi lebih lanjut.</p>
<h3>Pengembangan BuddyPress</h3>
<p>Sudah tahu <a href="http://buddypress.org" target="_blank">BuddyPress</a>? BuddyPress adalah plugin yang dikembangkan oleh Automattic yang berfungsi untuk menambah fungsi social networking pada instalasi WordPress MU. Karena setelah WordPress 3.0 WordPress MU akan diintegrasikan kepada WordPress biasa, maka nantinya BuddyPress pun akan dapat diinstal pada semua wordpress. Artinya? Semua orang dapat memiliki social networking site nya sendiri . Wow.</p>
<h3>Pengembangan BBPress</h3>
<p><a href="http://bbpress.org" target="_blank">BBPress</a> adalah CMS bulletin board yang dikembangkan oleh Automattic. Saat ini, BBPress dikembangkan sebagai CMS yang berdiri sendiri. Kedepannya, BBPress akan dibuat sebagai plugin yang terintegrasi kepada instalasi WordPress. Wow, akan lebih mudah lagi untuk anda para pemilik blog untuk memiliki forum anda sendiri.</p>
<h3>Project GlotPress</h3>
<p>Lokalisasi WordPress terus dilakukan kedalam berbagai bahasa. Sudah tahukan kalau WordPress bahkan tersedia dalam <a href="http://su.wordpress.org" target="_blank">bahasa sunda</a> dan <a href="http://jv.wordpress.org/" target="_blank">basa jawa</a>? <a href="http://trac.glotpress.org/" target="_blank">GlotPress</a> adalah aplikasi yang dikembangkan oleh Automattic agar semua orang dapat berpartisipasi dalam project lokalisasi wordpress ini. Ingat aplikasi translasi yang terdapat pada facebook? Yap, sejenis itulah  </p>
<h3>BackPress</h3>
<p>Yang satu ini sangat bermanfaat untuk para developer. Salah satu alasan populernya wordpress adalah lengkapnya <span style="text-decoration: underline;">dokumentasi API</span> yang membuat kustomisasi wordpress menjadi lebih mudah. Jika dokumentasi API di WordPress Codex saja tidak cukup, maka diciptakan lah <a href="http://backpress.org/" target="_blank">BackPress</a>. BackPress adalah dokumentasi tentang bagaimana core function PHP wordpress bekerja.</p>
<h3>CodePoet</h3>
<p><a href="http://codepoet.com/" target="_blank">CodePoet</a> adalah tempat untuk para <em>WordPress expert</em> (designer, consultant, theme developer, plugin developer, etc) berkumpul. Kita semua tahu betapa banyaknya <em>wordpress based project</em> yang ada kan? Itulah mengapa CodePoet dibuat: agar klien dengan mudah mendapatkan ahli wordpress yang mereka butuhkan. Anyway, tahu darimana nama CodePoet berasal kan? Dari <em>Code is Poetry</em> yang terdapat di footer situs wordpress itu.</p>
<h3>Slide presentasi dari sesi Beau Lebens What’s Up With WordPress:</h3>
<div id="__ss_3037528" style="width: 425px; text-align: left;"><a style="font: 14px Helvetica,Arial,Sans-serif; display: block; margin: 12px 0 3px 0; text-decoration: underline;" title="What's up with WordPress" href="http://www.slideshare.net/beaulebens/whats-up-with-wordpress">What&#8217;s up with WordPress</a><object style="margin: 0px;" classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="425" height="355" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowScriptAccess" value="always" /><param name="src" value="http://static.slidesharecdn.com/swf/ssplayer2.swf?doc=keynote-wcid-100130214940-phpapp02&amp;stripped_title=whats-up-with-wordpress" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed style="margin: 0px;" type="application/x-shockwave-flash" width="425" height="355" src="http://static.slidesharecdn.com/swf/ssplayer2.swf?doc=keynote-wcid-100130214940-phpapp02&amp;stripped_title=whats-up-with-wordpress" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<div style="font-size: 11px; font-family: tahoma,arial; height: 26px; padding-top: 2px;">View more <a style="text-decoration: underline;" href="http://www.slideshare.net/">presentations</a> from <a style="text-decoration: underline;" href="http://www.slideshare.net/beaulebens">Beau Lebens</a>.</div>
</div>
<h2>Diskusi panel Risman Adnan &amp; Beau Lebens, dimoderasi oleh Deden Purnamahadi</h2>
<p>Well, saya tidak terlalu memperhatikan sesi ini. Ada yang mau berpartisipasi untuk menambahkan bagian ini?</p>
<h2>Herry Sufehmi, Taking care of WordPress</h2>
<p>Di sesi ini, <a href="http://id.linkedin.com/in/sufehmi" target="_blank">Harry Sufehmi</a> yang berpengalaman mengelola <a href="http://harry.sufehmi.com/" target="_blank">website bertraffik tinggi</a> berbagi pengalamannya tentang teknik mengatasi traffik tinggi dengan menggunakan <a href="http://www.squid-cache.org/" target="_blank">squid</a> dan <a href="http://harry.sufehmi.com/archives/2007-05-19-1477/" target="_blank">edge server</a>. Saya tidak terlalu mendapatkan aspek teknis dan how to dari teknik ini karena kurang efisiennya waktu dan slide yang digunakan (tulisannya kecil-kecil).  Pak Herry bilang akan mengunggah slide-nya dalam waktu dekat. Ada yang punya link slideshare nya?</p>
<h2>Komunitas MySQL Indonesia: Why MySQL?</h2>
<p>Again, saya tidak terlalu memperhatikan sesi ini. Ada yang mau berbagi mengenai sesi ini? Yang saya tahu sesi ini dibawakan oleh ekspat dari pihak Zend.</p>
<h2>Jazz Music Performance</h2>
<p>Yap, (katanya, CMIIW) selalu ada performace Jazz di setiap WordCamp. Ingat Matt Mullenweg yang merupakan seorang penyuka Jazz dan <em>codename </em>setiap rilisan major wordpress yang  seringkali (atau selalu ya?) menggunakan nama musisi Jazz terkenal?</p>
<h2>WordPress as Content Management System oleh Setyagus Sucipto, iCreativeLabs</h2>
<p>Di sesi ini, <a href="http://twitter.com/agoes82" target="_blank">Setyagus Sucipto</a> developer dari <a href="http://portfolio.icreativelabs.com/" target="_blank">iCreativeLabs</a> mendemonstrasikan penggunaan wordpress sebagai <em>content management system</em>, bukan hanya sebagai blogging platform. Di sesi ini Setyagus memperlihatkan project berbasis wordpress yang dikerjakan iCreativeLabs dan aspek-aspek apa saja yang harus dimodifikasi dari wordpress agar dapat bekerja dengan baik sebagai sebuah CMS, bukan sebagai blogging platform.</p>
<p>Nice presentation. Ternyata wordpress masih perlu disederhanakan untuk beberapa user tertentu  </p>
<h2>Bandung Bondowoso Project Workflow dari I Made Wiryana, dosen Universitas Gunadarma</h2>
<p><a href="http://nustaffsite.gunadarma.ac.id/blog/mwiryana/" target="_blank">I Made Wiryana</a> adalah salah satu orang yang bertanggung jawab atas <a href="http://www.presidenri.go.id/" target="_blank">situs Presiden SBY</a>. Di sesi ini, I Made Wiryana berbagi mengenai pengalamannya dalam meng-handle &#8216;gaya project yang indonesia sekali&#8217; alias dadakan, dan bagaimana langkah yang tepat untuk mengembangkan sistem dalam project yang &#8216;bandung bondowoso&#8217; alias dadakan tersebut.</p>
<p>Meskipun rasanya agak kurang wordpress-related, tapi presentasi dari Pak Made ini sangat fun dan informatif sekali  </p>
<h2>Sharing Session &#8211; Simon Lim dari WpDesignStudio</h2>
<p><em>Sharing session</em> adalah sesi dimana peserta wordcamp diberi kesempatan untuk berbagi mengenai pengalamannya mengenai wordpress. Yang sharing pada kesempatan kali ini adalah <a href="http://twitter.com/simonlim88" target="_blank">Simon Lim</a>, <em>WordPress consultant</em> asal Malaysia yang berada dibawah bendera <a href="http://wpdesignstudio.com/" target="_blank">wpdesignstudio</a>. Simon berbagi mengenai bagaimana memanfaatkan <em>Google Infrastructure</em> yang sangat powerful via <a href="http://code.google.com/appengine/" target="_blank">Google App Engine</a> untuk mempercepat load situs berbasis wordpress. Sebuah sharing yang harus saya akui sangat-sangat menarik sekali . FYI, dia berjanji untuk merilis tutorial mengenai teknik ini di <a href="http://wpdesignstudio.com/blog/" target="_blank">blognya</a>. <a href="http://twitter.com/simonlim88" target="_blank">Follow Simon Lim di twitter</a> untuk mendapatkan notifikasi mengenai hal ini (saya pribadi sangat ingin tahu,anyway)  </p>
<h2>Demo IntenseDebate oleh Beau Lebens</h2>
<p>Di sesi ini Beau Lebens mendemonstrasikan penggunaan <a href="http://intensedebate.com" target="_blank">IntenseDebate</a> untuk wordpress. IntenseDebate adalah <em>advanced commenting system</em> yang dikembangkan oleh WordPress, seperti <a href="http://disqus.com" target="_blank">Disqus</a> begitulah. Ketika saya bertanya kepada Beau mengenai apa kelebihan IntenseDebate dibandingkan dengan Disqus, Beau menjawab diplomatis bahwa <em>&#8220;IntenseDebate dikembangkan dan dikelola oleh tim yang mengembangkan WordPress secara langsung dan berpengalaman mengelola scalable sites&#8221;</em>.</p>
<h2>Photo Sessions!</h2>
<p>Yap, sesi terpenting dari sebuah kopdar. Photo yang dirilis oleh Pihak WordCamp bisa dilihat <a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=3123366&amp;id=166760779674" target="_blank">disini</a>. Ada yang mau menambahkan link yang lain? Silahkan cantumkan via komentar, nanti akan kami update  </p>
<p><a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=978825&amp;id=1107173972"></a></p>
<p><a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=3123366&amp;id=166760779674"></a></p>
<p><a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=3343342&amp;id=715458459"></a></p>
<h2>The Good of WordCamp</h2>
<p>Well, banyak sekali hal yang saya dapatkan dari WordCamp 2010 kali ini. Mulai dari bertemu dengan para wordpress enthusiast dan wordpress guru yang selama ini baru saya jumpai melalui ranah maya seperti <a href="http://nurudin.jauhari.net" target="_blank">Mas Jauhari</a>, <a href="http://zam.web.id/" target="_blank">Pak Zam</a>, <a href="http://ruangfreelance.com" target="_blank">Anggi Krisna, Setyagus, Dian Ara dan pasukan iCreativeLabs lainnya</a>, <a href="http://gitong.wordpress.com/" target="_blank">Gitong</a> dan kru <a href="http://gagasimaji.com/" target="_blank">Gagas Imaji</a>, <a href="http://twitter.com/beaulebens" target="_blank">Beau Lebens</a>, <a href="http://media-ide.bajingloncat.com" target="_blank">Pitra Media Ide</a>, <a href="http://twitter.com/simonlim88" target="_blank">Simon Lim</a> of <a href="http://wpdesignstudio.com/" target="_blank">WpDesignStudio</a>, <a href="http://pandutruhandito.com/" target="_blank">Pandu Truhandito</a>, <a href="http://ilmanakbar.dagdigdug.com/" target="_blank">Ilman Akbar</a>, <a href="http://road-entrepreneur.com/" target="_blank">Arham Blogpreneur</a>, <a href="http://www.notsogeeky.net/" target="_blank">Armono NotSoGeeky</a>, <a href="http://aulia.posterous.com/" target="_blank">Aulia Posteorous</a>, dll. Belum lagi bocoran-bocoran mengenai pengembangan wordpress yang membuat saya sangat bersemangat mengenai blogging platform ini dan teknik2 lainnya  </p>
<h2>The Bad of Wordcamp</h2>
<p>Tidak ada gading yang tak retak, begitupun WordCamp. Terlepas dari berbagai hal menarik seputar wordCamp, masih banyak hal yang saya rasa bisa ditingkatkan untuk WordCamp selanjutnya. Berikut ini catatan yang saya buat seputar apa-apa yang bisa ditingkatkan dari WordCamp ini:</p>
<ul>
<li><strong>Venue-nya kurang <em>noticeable</em></strong> &#8211; terbukti dengan bingungnya peserta yang nyasar karena ternyata kampus Gunadarma itu ada banyak, dan tidak ada informasi tertulis mengenai kampus mana yang digunakan untuk acara wordcamp ini.</li>
<li><strong>Venue-nya terlalu dingin</strong> &#8211; anda tahu berapa kali saya ke toilet selama acara? Lebih dari 10 kali.</li>
<li><strong>Venue-nya kurang &#8216;intim&#8217;</strong> &#8211; Yap, saya merasa &#8216;kurang dekat&#8217; dengan pembicara karena saya rasa ruangannya terlalu besar. Mana orangnya sedikit dan AC-nya dingin sekali pula. Saya rasa untuk wordcamp selanjutnya pihak panitia perlu mencari auditorium yang lebih menciptakan &#8216;suasan intim&#8217; lagi  </li>
<li><em><strong>Speed writing contest is a bad idea</strong></em> &#8211; Bisa anda bayangkan ada acara yang dilaksanakan ditengah acara? Ya, perhatian peserta acara yang terpecah.</li>
<li><strong>Terlalu banyak sesi yang &#8216;kurang wordpress banget&#8217;</strong> &#8211; Yap, bagaimanapun peserta datang untuk <em>&#8216;mendapatkan sesuatu mengenai wordpress&#8217;</em>, bukan hal yang terlalu general atau malah penjelasan produk berbasis cloud yang bahkan belum tahu kapan akan dirilis secara resminya.</li>
</ul>
<h2>Masukan untuk WordCamp selanjutnya</h2>
<p>Saat sepulang dari tempat acara, saya sempat mendegar opini teman-teman peserta. Beberapa merasa senang sekali karena hal yang dibahas sangat-sangat teknikal, dan mereka menyukainya karena mereka merupakan developer (anyway, saya termasuk kedalam golongan ini). Di sisi lain, pengguna biasa wordpress merasa kurang &#8216;in&#8217; dengan WordCamp kali ini karena mereka kurang familiar dengan aspek teknikal dari WordPress. Bagaimana jika kedepannya dibuat lebih memfasilitasi dua &#8216;kubu&#8217; peserta acara. Mungkin dibuat paralel dimana satu pihak membahas hal-hal yang lebih teknikal dan di satu pihak membahas hal-hal yang lebih bersifat aplikatif dan kasual ATAU porsi presentasi yang lebih seimbang tentang keduanya.</p>
<p>Yang penting, konten acaranya lebih <em>wordpress-related</em> lagi dan tidak ada lagi pesan sponsor yang kurang wordpress banget lah. Kalau pesan sponsornya wordpress banget sih tidak masalah  </p>
<h2>WordCamp, dalam perspektif peserta lain</h2>
<p>Banyak sekali blogger yang hadir diacara WordCamp kali ini dan mereka masing-masing membuat ulasan mengenai WordCamp kali ini. Perspektif saya pribadi mengenai WordCamp mungkin kurang memuaskan anda. Jika itu yang terjadi, berikut ini adalah perspektif peserta WordCamp yang lain mengenai acra ini. <em>Here are the links</em>:</p>
<ul>
<li><em><a href="http://nurudin.jauhari.net/oleh-oleh-wordcampid-2010.jsp" target="_blank">Oleh Oleh #WordCampID 2010</a> </em>oleh Jauhari</li>
<li><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2010/01/31/wordcamp-indonesia-2010/" target="_blank">WordCamp Indonesia 2010</a> oleh Media Ide</li>
<li><a href="http://www.masedi.net/wordpress/wordcampid-2010-8-keunggulan-wordpress-sebagai-cms.html" target="_blank"><em>WordCamp ID 2010: 8 Keunggulan WordPress sebagai  CMS</em></a> oleh MasEdi</li>
<li><a href="http://raiderhost.com/2010/01/wordcamp-id-2010-dingin-banget.php" target="_blank"><em>wordcamp id 2010 – dingin banget</em></a> oleh Raiderhost</li>
</ul>
<h2>P.S.</h2>
<p>Sekedar intermezzo saja: tahukan suara yang paling banyak didengar selama penyelenggaraan WordCamp 2010?</p>
<p><em>Notifikasi <a href="http://tweetdeck.com" target="_blank">Tweetdeck</a></em>.  </p>
<p>Hashtag <a href="http://search.twitter.com/search?q=%23WordcampID" target="_blank">#WordcampID</a> pun ramai sekali digunakan untuk <em>live report</em> para peserta acara  </p>
<p>Yap, itu dulu dari saya. Ada yang mau menambahkan?</p>
<p><a href="http://bloggingly.com/review-wordcamp-indonesia-2010/">Review Wordcamp Indonesia 2010</a> dipublikaskan di <a href="http://bloggingly.com">Bloggingly.com</a> dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds.feedburner.com/Bloggingly">RSS-nya</a> yang didistribusikan melalui feedburner dan facebook notes.

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, silahkan klik link <strong>"share on facebook"</strong> yang berada di bawah tulisan ini untuk menshare-nya ke jaringan perkawanan anda. Ada Pop out yang tiba-tiba keluar? Silahkan tulis pendapat anda atas tulisan ini, lalu klik okay.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloggingly.com/review-wordcamp-indonesia-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>26</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Web Development Series: All About Browser</title>
		<link>http://bloggingly.com/web-development-series-all-about-browser/</link>
		<comments>http://bloggingly.com/web-development-series-all-about-browser/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Jan 2010 17:01:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>japestinho</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Browser]]></category>
		<category><![CDATA[Chrome]]></category>
		<category><![CDATA[Firefox]]></category>
		<category><![CDATA[Internet Explorer]]></category>
		<category><![CDATA[Opera]]></category>
		<category><![CDATA[Safari]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloggingly.com/?p=1403</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin post bloggingly kali ini tampak berbeda dari biasanya karena kami ingin memulai seri posting tentang web development. Dikarenakan beberapa bulanan ini bloggingly mendapat sejumlah kesempatan untuk mengubah disain PSD menjadi tema wordpress blog sesama blogger juga. Harapannya adalah semoga pembaca bloggingly yang ingin mengerti tentang sisi programming dari engine blognya (khususnya wordpress) bisa memahami 'daleman' dari blognya sendiri<p><a href="http://bloggingly.com/web-development-series-all-about-browser/">Web Development Series: All About Browser</a> dipublikaskan di <a href="http://bloggingly.com">Bloggingly.com</a> dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds.feedburner.com/Bloggingly">RSS-nya</a> yang didistribusikan melalui feedburner dan facebook notes.

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, silahkan klik link <strong>"share on facebook"</strong> yang berada di bawah tulisan ini untuk menshare-nya ke jaringan perkawanan anda. Ada Pop out yang tiba-tiba keluar? Silahkan tulis pendapat anda atas tulisan ini, lalu klik okay.</p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bloggingly.com/wp-content/uploads/2010/01/browser.png"></a><a href="http://bloggingly.com/wp-content/uploads/2010/01/browser.png"></a><br />
Mungkin post bloggingly kali ini tampak berbeda dari biasanya karena kami ingin memulai seri posting tentang web development. Dikarenakan beberapa bulanan ini bloggingly mendapat sejumlah kesempatan untuk mengubah disain PSD menjadi tema wordpress blog sesama blogger juga. Harapannya adalah semoga pembaca bloggingly yang ingin mengerti tentang sisi programming dari engine blognya (khususnya wordpress) bisa memahami &#8216;daleman&#8217; dari blognya sendiri  <span id="more-1403"></span></p>
<p>Untuk memulai seri post tentang web development ini, pertama-tama kami akan membahas seputar major browser yang paling populer saat ini. Kita tentu tau saat ini perang antar browser semakin memanas. Semenjak kehadiran Firefox 1.0 yang mulai menyaingi IE dari raksasa Microsoft sampai kehadiran Google Chrome yang menggabungkan beberapa engine browser menjadikannya browser yang patut diperhitungkan. Untuk itu kami mengambil 6 browser mayor untuk diulas; <a href="http://www.mozilla.com/en-US/" target="_blank">Firefox</a>, <a href="http://www.google.com/chrome" target="_blank">Google Chrome</a>, <a href="www.apple.com/safari" target="_blank">Safari</a>, <a href="http://opera.com">Opera</a>, <a href="http://www.microsoft.com/windows/internet-explorer/default.aspx" target="_blank">IE</a>, dan <a href="http://flock.com/" target="_blank">Flock</a>. Mulai dari sejarahnya, fitur-fiturnya, kelebihannya dan kekurangan, test benchmarking, supportnya terhadap HTML5 &amp; CSS3, beberapa kasus-kasus yang berkaitan dengan isu kompabilitas, dll. Kalau begitu langsung saja ke browser pertama.</p>
<h2>Mozilla Firefox</h2>
<p><a href="http://bloggingly.com/wp-content/uploads/2010/01/Firefox.png"></a></p>
<p>Browser open source kebanggan <a href="http://mozilla.org" target="_blank">Mozilla Foundation</a> ini merupakan penerus dari browser <a href="http://browser.netscape.com/" target="_blank">Netscape Navigator</a> yang memiliki engine <a href="https://developer.mozilla.org/en/gecko" target="_blank">Gecko</a>. Juga bermesinkan <a href="https://wiki.mozilla.org/JavaScript:TraceMonkey" target="_blank">Firefox TraceMonkey</a> untuk javascript renderernya. Kehadirannya sebagai alternatif Microsoft Internet Explorer yang hampir menguasai pasar browser dunia saat versi 1.0 firefox ini dirilis di November 2004. Tentu saja browser ini menjadi sangat digemari karena akses ke source codenya yang dibuka dan orang-orang pun bisa berpartisipasi dalam pengembangan browser ini.</p>
<p>Fitur unggulan dari firefox yang paling utama adalah tersedianya ribuan <a href="https://addons.mozilla.org/" target="_blank">add-ons</a> yang siap bongkar pasang mengkostumisasi firefox anda sesuai dengan fungsi yang ingin ditambahkan. Karena sourcenya yang terbuka sehingga membuat para <a href="https://developer.mozilla.org/En" target="_blank">developer</a>nya di seluruh dunia bisa dengan cepat menutup celah keamanan yang ditemukan.</p>
<p><a href="http://bloggingly.com/wp-content/uploads/2010/01/Firefox_001.png"></a></p>
<p>Di atas adalah firefox bersi 3.6 yang sudah saya kostumisasi dengan <a href="http://www.getpersonas.com/en-US/" target="_blank">Personas</a> dan <a href="http://www.newtabking.com/" target="_blank">New Tab King</a>.</p>
<h3>Kelebihan:</h3>
<ul>
<li>Add-ons yang sangat banyak tersedia secara gratis.</li>
<li>Cocok untuk situs-situs multimedia seperti <a href="http://youtube.com" target="_blank">youtube.</a></li>
<li>Keamanan yang terus terjaga walaupun tak menutup kemungkinan masih ada celah yang ditemukan.</li>
<li>Update yang terintegrasi</li>
</ul>
<h3>Kekurangan:</h3>
<ul>
<li>Start up yang lumayan lama apalagi jika sudah banyak add-ons yang terinstall</li>
<li>Jujur saja untuk merender javascript firefox masih kalah cepat dengan Google Chrome, Safari, dan Opera</li>
<li>Kadang-kadang bisa crash tiba-tiba karena management memory yang kurang baik</li>
</ul>
<p>Versi 3.6 terbaru yang baru saja rilis sudah diklaim semakin cepat 20% dari versi sebelumnya dan sudah lebih baik dalam merender javascript (segera update bagi yang belum). Meskipun belum sepenuhnya bisa menggunakan seluruh element dan selector HTML 5 dan CSS 3, browser ini sudah mensupportnya semenjak versi 3.5.</p>
<p><strong>Mozilla Firefox bisa anda Download <a href="http://www.mozilla.com/en-US/" target="_blank">di sini</a>.</strong></p>
<h2>Google Chrome</h2>
<p><a href="http://bloggingly.com/wp-content/uploads/2010/01/Chrome.png"></a></p>
<p>Browser andalan milik raksasa iklan Google ini sebenarnya memulai debutnya dari engine <a href="http://webkit.org/" target="_blank">Webkit</a> yang sama-sama dikembangkan oleh <a href="http://apple.com" target="_blank">Apple</a>, <a href="http://kde.org" target="_blank">KDE</a>, <a href="http://www.nokia.com/" target="_blank">Nokia</a>, <a href="http://www.rim.com/" target="_blank">RIM</a>, <a href="http://www.palm.com/" target="_blank">Palm</a>, dan <a href="http://google.com" target="_blank">Google</a> sendiri. Menggunakan <a href="http://code.google.com/p/v8/" target="_blank">V8 JavaScript Engine</a> yang memang membuat Chrome menjadi tercepat dalam mengeksekusi javascript. Jika anda tertarik untuk membaca history dari Google Chrome, developernya telah membuat <a href="http://www.google.com/googlebooks/chrome/#" target="_blank">komik tentang google chrome</a>. Lainnya dari MakeOfUs.com ada <a href="http://www.makeuseof.com/tag/google-chrome-a-new-chapter-in-browser-history/" target="_blank">di sini.</a></p>
<p>Saya sendiri menggunakan <a href="http://dev.chromium.org/getting-involved/dev-channel" target="_blank">versi developer channel</a>nya karena selalu di update dan selain itu anda akan bisa merasakan fitur terkini dari google chrome yaitu <a href="https://chrome.google.com/extensions/" target="_blank">chrome extension</a> (bisa dilihat di skrinsut Google Chromenya di jajaran sudut kanan atas). Yang pasti karena open source project maka anda juga bisa berpartisipasi untuk mengembangkan engine atau membuat extensionnya.</p>
<p>Kemampuan Chrome yang sangat saya acungkan jempol memang pada saat rendering javascriptnya. Terbilang lebih sukses dibanding dengan browser lainnya. Pengalaman saya bermain <a href="http://www.zynga.com/games/index.php?game=mafiawars" target="_blank">Mafia Wars</a> di <a href="http://facebook.com" target="_blank">Facebook</a> lebih cepat di chrome ketimbang di firefox. Malah terkadang firefox dibuat not responding jika gagal mengeksekusi permainan sosial tersebut. Juga terkadang efek CSS 3 yang sudah bisa ditanganinya dengan baik kecuali @font-face yang masih belum di dukung oleh chrome (kecuali versi developer channel, sudah support).</p>
<h3>Kelebihan:</h3>
<ul>
<li>Fitur extensionnya yang sudah mulai banyak walaupun tak sebanyak firefox.</li>
<li>Startup yang sangat cepat. Pengalaman saya mencoba menyalakan semua browser pada Win 7 komputer saya dan hasil yang saya dapati adalah google chrome yang paling tercepat startup. Firefox paling terakhir (mungkin terlalu banyaknya add-ons yang saya gunakan   ).</li>
<li>Management memori yang terpisah untuk setiap tabnya. Jadi jika ada satu tab yang crash maka anda tak perlu menutup semua tab dan hanya meng-end task tab yang crash tersebut. Sangat bertolak belakang dengan firefox  </li>
<li>Keamanan tinggi terbukti pada ajang <a href="http://dvlabs.tippingpoint.com/blog/2009/03/18/pwn2own-2009-day-1---safari-internet-explorer-and-firefox-taken-down-by-four-zero-day-exploits" target="_blank">Pwn2Own contest</a>, google chrome menjadi browser yang belum berhasil <a href="http://www.newsfactor.com/story.xhtml?story_id=023000SJX01Y" target="_blank">dibobol</a>.</li>
</ul>
<h3>Kekurangan:</h3>
<ul>
<li>Jika menggunakan versi stable nya maka anda tidak akan merasakan experience dalam menggunakan fitur extensionnya.</li>
<li>Installer online sehingga anda harus terhubung dengan internet saat ingin menginstallnya. Walaupun ada offline installer tapi biasanya sering mengalami error saat melakukan update engine.</li>
</ul>
<p>Overall google chrome bisa anda jadikan sebagai alternatif browser yang handal mengingat sekarang chrome berada pada peringkat tiga dalam perang browser terpopuler. Untuk web developer google chrome juga sudah memiliki extension yang bisa membantu kerja anda walaupun belum sehandal add-ons <a href="http://getfirebug.com/" target="_blank">firebug</a> dan <a href="http://chrispederick.com/work/web-developer/" target="_blank">web developer</a> tools di firefox. Dan saya jgua menyarankan anda jika berniat menggunakan chrome pakailah <a href="http://dev.chromium.org/getting-involved/dev-channel" target="_blank">versi dev channel</a>nya agar selelu terupdate dengan teknologi dan patch terbarunya.</p>
<p><strong>Google Chrome bisa anda Download <a href="http://www.google.com/chrome" target="_blank">di sini</a>.</strong></p>
<h2>Safari</h2>
<h2><a href="http://bloggingly.com/wp-content/uploads/2010/01/Safari.png"></a></h2>
<p>Kalau browser yang satu ini sudah pasti menjadi andalannya Apple yang disertakan dalam penjualan Macintoshnya. Berselancar dengan safari memang sangat menyenangkan jika langsung dilakukan pada mesin Apple seperti MacBook. Memang sudah menjadi ciri khas dari si apel kegigit yang menawarkan tampilan yang sangat memukau tentunya dengan kemampuan yang tak kalah juga. Ditenagai oleh WebKit engine membuat browser ini menjadi salah satu browser populer di dunia.</p>
<p>Satu yang saya sukai dari safari adalah kecepatannya membuka halaman situs. Entah perasaan saya saja baik itu saya coba di Windows ataupun di OS X langsung, memang terasa lebih cepat jika membuka halaman situs di safari. Dan setelah saya usut ternyata <a href="http://www.apple.com/safari/whats-new.html" target="_blank">Nitro Engine</a> pada safari veris 4 itulah yang menyebabkannya memiliki gelar the world’s fastest web browser. Jadi memang bukan karena perasaan saya sahaja. Safari juga menggunakan engine <a href="http://webkit.org/blog/189/announcing-squirrelfish/" target="_blank">SquirrelFish</a> yang telah di uji melalui <a href="http://www2.webkit.org/perf/sunspider-0.9/sunspider.html" target="_blank">SunSpider JavaScript Benchmark</a> memiliki nilai yang lebih baik dari brower yang lain. Tak heran semua elemen HTML 5 dan CSS 3 dapat berjalan dengan baik di browser safari ini.</p>
<h3>Kelebihan:</h3>
<ul>
<li>Membuka halaman situs lebih cepat.</li>
<li>Bookmark yang menarik seperti tampilan iTunes.</li>
<li>Fitur iSync yang bisa mensinkronisasi bookmark safari anda dengan safari iPhone anda.</li>
<li>Tampilan homepage yang atraktif dengan Top Sites dengan animasi Cover Flow.</li>
<li>Fitur snapback untuk memutar ulang halaman yang sudah dibuka sebelumnya menjadi lebih cepat.</li>
<li>Memecah tab menjadi window sendiri-sendiri.</li>
</ul>
<h3>Kekurangan:</h3>
<ul>
<li>Masih terdapat bug dan celah keamanan yang berbahaya, terbukti pada event <a href="http://dvlabs.tippingpoint.com/blog/2009/03/18/pwn2own-2009-day-1---safari-internet-explorer-and-firefox-taken-down-by-four-zero-day-exploits" target="_blank">Pwn2Own contest</a>.</li>
<li>Versi windows sedikit berbeda dengan versi OS X (ya maklum memang dirancang untuk OS X).</li>
<li>Memakan resource memori yang paling besar dan space instalasi yang lebih besar di banding dengan browser lain (sekali lagi memang dirancang untuk mesin Apple yang high-end).</li>
</ul>
<p><strong>Safari bisa anda Download <a href="http://www.apple.com/safari/download/" target="_blank">di sini</a>.</strong></p>
<h2>Opera</h2>
<p><a href="http://bloggingly.com/wp-content/uploads/2010/01/Opera.png"></a></p>
<p>Opera merupakan browser yang bisa dibilang ringan dan cepat. Browser yang dikembangkan oleh <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Allmennaksjeselskap" target="_blank">Opera Software ASA</a> dimulai tahun 1994 ini kini sudah mencapai versi 10. Karena ASA tersebut merupakan perusahaan telekomunikasi terbesar di Norwegia maka tak heran hadir fitur terbarunya yang disebut Opera Turbo. Fungsinya adalah mengkompres halaman web yang akan dipanggil sehingga sangat cocok untuk koneksi internet yang tidak terlalu kencang. Tak heran juga kalau versi mobilenya yaitu <a href="http://www.opera.com/mini/" target="_blank">Opera Mini</a> menjadi browser untuk smartphone yang paling populer saat ini.</p>
<p>Selain Turbo, opera juga menjadi browser pertama yang mengusung tabbed browsing yaitu membuka tab baru dalam satu halaman jendela juga mouse gesture yang kemudian diikuti oleh browser lainnya. Mouse gesture mengintegrasikan gerakan mouse untuk navigasi di browsernya. Opera juga memiliki integrated dowload manager yang bisa memanage seluruh aktifitas download yang anda lakukan melalui opera termasuk mendownload torrent. Opera juga memiliki semacam <a href="http://widgets.opera.com/" target="_blank">wigdet</a> yang bisa dikatakan ingin memberi fitur menarik seperti add-ons firefox atau extension chrome tetapi setelah saya mencobanya widget ini lebih terlihat sebagai pelengkap fungsi saja. Tidak benar-benar memberikan fungsi baru seperti add-ons ataupun extension.</p>
<p>Yang paling cool adalah fitur <a href="http://unite.opera.com" target="_blank">Opera Unite</a>. Opera Unite adalah teknologi baru dari opera yang memungkinkan anda mengupload dan men-share konten secara langsung kepada teman anda tanpa perlu menguploadnya terlebih dahulu ke suatu situs. Opera unite memungkinkan untuk stream musik, photo galleri, sharing  dokumen dan folder, file inbox (upload file dari atau ke teman langsung), live messenger, live whiteboard bahkan menghost web anda langsung ke teman dari browser. Anda yang ingin mencobanya ditawarkan untuk memiliki akun opera unite terlebih dahulu dan opera menyediakan space sebesar 10 GB untuk anda.</p>
<h3>Kelebihan:</h3>
<ul>
<li>Ringan dan cepat.</li>
<li>Turbo yang cocok untuk koneksi yang tidak terlalu kencang.</li>
<li>Integrasi email client, IRC chat client, notes, RSS reader milik opera dapat memudahkan aktifitas online anda.</li>
<li><a href="http://my.opera.com/community/" target="_blank">Komunitas pecinta opera</a> yang selalu setia berkontribusi untuk opera.</li>
<li>Sinkronisasi bookmark dan personal info lainnya melalui <a href="http://www.opera.com/link/" target="_blank">operalink</a> yang juga bisa disinkronkan dengan opera mini pada handphone.</li>
</ul>
<h3>Kekurangan:</h3>
<ul>
<li>Terkadang opera mengalami lag ketika merender script pada beberapa halaman situs</li>
<li>Proses update yang mengharuskan mendownload file masternya, berbeda dengan Google Chrome yang hanya mengupdate core-nya saja.</li>
</ul>
<p><strong>Opera bisa anda Download <a href="http://www.opera.com/browser/" target="_blank">di sini</a>.</strong></p>
<h2>Internet Explorer</h2>
<p><a href="http://bloggingly.com/wp-content/uploads/2010/01/IE8.png"></a></p>
<p>Wah yang satu ini pasti sudah tidak asing di telinga anda sekalian khususnya yang berkutat dengan web development akibat ulah browser ini. Deffault browser ber-engine <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Trident_%28layout_engine%29" target="_blank">Trident</a> pada sistem operasi <a href="http://www.microsoft.com/windows/default.aspx" target="_blank">Windows</a> ini memang memiliki beberapa history yang tidak bagus dalam pengembangannya akibat banyaknya celah keamanan yang terdapat di dalamnya. Memang tidak versi <a href="http://www.microsoft.com/windows/internet-explorer/" target="_blank">IE8</a> yang sekarang sudah lebih baik, namun versi <a href="http://www.microsoft.com/windows/ie/ie6/downloads/default.mspx" target="_blank">IE6</a> dan <a href="http://www.microsoft.com/windows/internet-explorer/ie7/" target="_blank">IE7</a> yang masih banyak memilik inkompatibilitas dengan kemajuan teknologi web sekarang ini. Silakan tanyakan kepada web developer tentang berapa banyak waktu yang mereka buang untuk mem-fix-kan bug yang terjadi pada browser ini  </p>
<p>Sejujurnya memang saya sangat-sangat jarang menggunakan browser ini, tetapi ada beberapa fitur yang cukup menarik menurut saya yaitu <a href="http://www.microsoft.com/windows/internet-explorer/features/faster.aspx" target="_blank">Accelerator</a> dan <a href="http://www.microsoft.com/windows/internet-explorer/features/easier.aspx" target="_blank">Web Slices</a>. Accelerator membantu anda untuk mempercepat proses beberapa task untuk browsing seperti menambahkan peta tanpa harus berpindah ke <a href="http://maps.google.com" target="_blank">google maps</a> atau <a href="http://www.bing.com/maps/" target="_blank">bing maps</a>. Sedangkan web slices memungkinkan anda untuk menandai link atau halaman situs tertentu sehingga jika ada perubahan pada halaman tersebut icon web slices akan berwarna hijau untuk memberi tau anda.</p>
<p>Sementara pihak Microsoft mengembangkan <a href="http://blogs.msdn.com/ie/archive/2009/11/18/an-early-look-at-ie9-for-developers.aspx" target="_blank">IE9</a> yang diklaim semakin membaik dari IE8, anda masih bisa menggunakan versi 8 dari internet explorer ini walaupun memang tak saya rekomendasikan   .</p>
<h3>Kelebihan:</h3>
<ul>
<li>Intergrasi dengan aplikasi windows seperti <a href="http://office.microsoft.com/en-us/default.aspx" target="_blank">Office</a>, atau <a href="http://home.live.com/" target="_blank">Windows Live.</a></li>
</ul>
<h3>Kekurangan:</h3>
<ul>
<li>Proses update melalui windows update  </li>
<li>Komponen activeX yang sering kali membuat keamanan browsing anda berkurang.</li>
<li>Versi lama yang sangat buggy.</li>
</ul>
<p><strong>IE8 bisa anda Download <a href="http://www.microsoft.com/windows/internet-explorer/default.aspx" target="_blank">di sini</a>.</strong></p>
<h2>Flock</h2>
<p><a href="http://bloggingly.com/wp-content/uploads/2010/01/Flock.png"></a></p>
<p>Flock bisa dikatakan sebagai turunan dari Firefox. Sebab flock juga menggunakan engine Gecko sebagai mesin utamanya. Perbedaan utama dengan firefox adalah bahwa flock sangat  terfokus pada fitur social media menggabungkan pengalaman jejaring social ke lingkungan  browser. Browser ini memang diperuntukkan bagi pecinta social media yang ingin berinteraski dalam satu browser saja.</p>
<p>Banyak service yang masuk dalam integritas flock. Mulai dari email, micro blogging, blogging, media sharing dan social bookmarking. Intinya browser ini sangat cocok untuk anda social media yang ingin &#8216;stay connected&#8217; kesemua akun social media anda dalam satu browser dengan fitur yang sangat menarik.</p>
<h3>Kelebihan:</h3>
<ul>
<li>Memantau akun-akun social media dengan mudah sambil tetap bisa browsing halaman yang lain.</li>
<li>Media bar yang bisa menampilkan content media dari seluruh akun social media.</li>
<li>Integrasi RSS Feed reader, blog editor, photo uploader dan web clipboard yang sungguh berguna.</li>
<li>Karena berengine sama dengan firefox, maka ada beberapa add-ons firefox yang juga cocok dengan flock.</li>
</ul>
<h3>Kekurangan:</h3>
<ul>
<li>Kekurangan yang hampir sama dengan firefox karena bermesin yang sama dengan firefox.</li>
</ul>
<p><strong>Flock bisa anda Download <a href="http://flock.com/" target="_blank">di sini</a>.</strong></p>
<h2><strong>Browser Benchmarking</strong></h2>
<p>Benchmarking adalah sejenis test yang dilakukan pada dunia industri untuk menentukan standar kualitas yang baik. Pada browser bencmarking paling banyak dilakukan untuk menguji javascipt engine pada browser karena proses rendering javascript sudah menjadi satu tolak ukur baik atau tidaknya engine suat browser. Ada beberapa benchmarking yang terkenal untuk menguji browser ini yaitu <a href="http://www2.webkit.org/perf/sunspider-0.9/sunspider.html" target="_blank">Sunspider Benchmarking</a> dan <a href="http://acid3.acidtests.org/" target="_blank">Acid3 Test</a>. Berikut adalah hasil testnya.</p>
<h3>Sunspider test result</h3>
<div id="attachment_1414" class="wp-caption alignnone" style="width: 490px"><a href="http://bloggingly.com/wp-content/uploads/2010/01/Sunspider_Einzeltest_Access.png"></a><p class="wp-caption-text">Waktu dalam ms. Semakin cepat semakin bagus.</p></div>
<h3>Acid3 Test</h3>
<div id="attachment_1415" class="wp-caption alignnone" style="width: 490px"><a href="http://bloggingly.com/wp-content/uploads/2010/01/Big-browser-comparison-test.png"></a><p class="wp-caption-text">Point semakin tinggi semakin bagus.</p></div>
<p>Sedangkan untuk flock menghasilkan pont 72/100 untuk hasil Acid3 Test dan 2699.4 ms untuk Sunspider Test.</p>
<h2>Isu Kompatibilitas</h2>
<p>Khususnya bagi web developer isu kompatibilitas sangat berpengaruh bagi proses kerjanya.  Setiap browser memiliki bug yang berbeda-beda berdasarkan kemampuan engine yang mereka miliki. Contohnya CSS 3 yang belum di dukung oleh internet explorer sedangkan safari sudah sangat mensupport penggunaan CSS 3. Contohnya dengan <a href="http://stylizedweb.com/2007/12/30/png-transparency-issues/" target="_blank">isu tranparency pada IE</a> sehingga muncul pemecahan permasalahnnya seperti <a href="http://www.smashingmagazine.com/2009/12/01/how-to-support-internet-explorer-and-still-be-cutting-edge/" target="_blank">ini</a>.</p>
<p>Begitu juga dengan HTML 5 masih beberapa browser saja yang sudah full mensupport teknologi web terbaru ini. Apalagi dengan proses rendering javascript. Di dalam tabel di atas bisa anda lihat bagaimana hasil yang di dapat oleh IE sungguh sangat menyedihkan <em>*halah</em>.</p>
<p><a href="http://bloggingly.com/wp-content/uploads/2010/01/IE_fail.png"></a></p>
<h2>Himbauan Untuk Meninggalkan IE6</h2>
<p><a href="http://bloggingly.com/wp-content/uploads/2010/01/iedie-e1264399116986.jpg"></a></p>
<p>Berdasarkan pengalaman pribadi yang kami dapat, saya pridadi menghimbau kepada anda untuk tidak lagi menggunakan <a href="http://www.microsoft.com/windows/ie/ie6/downloads/default.mspx" target="_blank">IE6</a> dan <a href="http://www.microsoft.com/windows/internet-explorer/ie7/" target="_blank">IE7</a> karena <a href="http://iedie.org/" target="_blank">masalah keamanan</a> yang ditimbulkannya. Terlebih lagi bagi web developer pastinya sangat mengharapkan anda untuk menjauhkan <a href="http://www.microsoft.com/windows/ie/ie6/downloads/default.mspx" target="_blank">IE6</a> dan <a href="http://www.microsoft.com/windows/internet-explorer/ie7/" target="_blank">IE7</a> tersebut karena saya yakin akan menambah pekerjaan sang developer yang cukup menyita banyak waktu untuk membereskan bug yang ada pada 2 browser tersebut  </p>
<p>Jika anda ingin bergabung dengan gerakan <a href="http://twibbon.com/join/ie6-must-die" target="_blank">IE6 Must Die</a> pada twitter coba cek di <a href="http://twibbon.com/join/ie6-must-die" target="_blank">sini</a>. Berita terkait tentang alasan mengapa <a href="http://mashable.com/2009/07/16/ie6-must-die/" target="_blank">IE6 harus ditinggalkan</a> (via @<a href="http://mashable.com">Masable</a>)</p>
<p>Jadi tentukan pilihan browser anda untuk mendapatkan pengalaman berselancar di internet sesuai kebutuhan anda. Kalau saya pribadi menggunakan Firefox sebagai browser utama dengan add-ons yang sudah saya kostumisasi, Google Chrome untuk buka facebook karena proses javascript yang lebih baik, dan sisanya untuk menguji komptabilitas coding halaman web jika sedang mengerjakan project web development.</p>
<h3>Source:</h3>
<p>Hasil benchmarking dari <a href="http://www.pcgameshardware.com/aid,687738/Big-browser-comparison-test-Internet-Explorer-vs-Firefox-Opera-Safari-and-Chrome-Update-Firefox-35-Final/Practice/" target="_blank">sini</a>.<br />
Daftar kompatibilitas terhadap HTML 5 dan CSS 3 bisa dilihat <a href="http://www.deepbluesky.com/blog/-/browser-support-for-css3-and-html5_72/" target="_blank">di sini </a>dan <a href="http://www.findmebyip.com/litmus" target="_blank">di sini</a>.</p>
<p><strong>P.S.</strong></p>
<p>Untuk berbagai pilihan browser yang ada bisa dilihat di <a href="http://www.sitepoint.com/blogs/2009/10/12/web-browser-options/" target="_blank">sini</a>.</p>
<p><a href="http://bloggingly.com/web-development-series-all-about-browser/">Web Development Series: All About Browser</a> dipublikaskan di <a href="http://bloggingly.com">Bloggingly.com</a> dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds.feedburner.com/Bloggingly">RSS-nya</a> yang didistribusikan melalui feedburner dan facebook notes.

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, silahkan klik link <strong>"share on facebook"</strong> yang berada di bawah tulisan ini untuk menshare-nya ke jaringan perkawanan anda. Ada Pop out yang tiba-tiba keluar? Silahkan tulis pendapat anda atas tulisan ini, lalu klik okay.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloggingly.com/web-development-series-all-about-browser/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

