<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Bloggingly &#187; ulasan</title>
	<atom:link href="http://bloggingly.com/category/ulasan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bloggingly.com</link>
	<description>Blog tentang blog, blogging, tips ngeblog, dan semua yang berkaitan dengan ngeblog</description>
	<lastBuildDate>Tue, 27 Jul 2010 21:51:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Menyikapi Copy Paste Konten Blog</title>
		<link>http://bloggingly.com/menyikapi-copy-paste-konten-blog/</link>
		<comments>http://bloggingly.com/menyikapi-copy-paste-konten-blog/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Jul 2010 21:40:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fikri</dc:creator>
				<category><![CDATA[fenomena]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>
		<category><![CDATA[Copy Paste]]></category>
		<category><![CDATA[Pembajakan]]></category>
		<category><![CDATA[Uncopyrighted]]></category>
		<category><![CDATA[Watermark]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloggingly.com/?p=1968</guid>
		<description><![CDATA[gambar copy &#38; paste diatas adalah milik Robert S. Donovan yang dipublikasikan di Flickr dengan lisensi Creative Commons. Pernahkah anda mendapati tulisan anda di copy oleh seseorang lalu di publikasikan tanpa izin di blog lain? Saya tahu perasaan anda: kesal, marah dan murka bercampur menjadi satu mengingat banyaknya waktu dan perhatian yang anda curahkan untuk [...]<p><a href="http://bloggingly.com/menyikapi-copy-paste-konten-blog/">Menyikapi Copy Paste Konten Blog</a> dipublikaskan di <a href="http://bloggingly.com">Bloggingly.com</a> dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds.feedburner.com/Bloggingly">RSS-nya</a> yang didistribusikan melalui feedburner dan facebook notes.

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, silahkan klik link <strong>"share on facebook"</strong> yang berada di bawah tulisan ini untuk menshare-nya ke jaringan perkawanan anda. Ada Pop out yang tiba-tiba keluar? Silahkan tulis pendapat anda atas tulisan ini, lalu klik okay.</p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<p><small>gambar <a href="http://www.flickr.com/photos/booleansplit/3636772098/" target="_blank">copy &amp; paste diatas adalah milik Robert S. Donovan</a> yang dipublikasikan di Flickr dengan lisensi <a href="http://creativecommons.org/licenses/by/2.0/" target="_blank">Creative Commons</a>.</small></p>
<p>Pernahkah anda mendapati tulisan anda di copy oleh seseorang lalu di publikasikan tanpa izin di blog lain? Saya tahu perasaan anda: kesal, marah dan murka bercampur menjadi satu mengingat banyaknya waktu dan perhatian yang anda curahkan untuk membuat tulisan tersebut yang lalu dicopy-paste oleh orang lain tanpa izin.</p>
<p>Penjarahan intelektual dengan cara mengcopy paste konten blog tanpa izin bukan barang baru lagi di blogosphere. Saya tahu betapa menyebalkannya di-<em>copypaste</em>, mengingat sudah seringkali tulisan-tulisan saya (baik di <a href="http://bloggingly.com" target="_blank">bloggingly</a> atau di blog lain) di publikasikan ulang di berbagai blog tanpa izin.</p>
<p><span id="more-1968"></span></p>
<h2>Mengapa copy paste tulisan blog seperti ini terjadi?</h2>
<p>Pendapat saya, setidaknya ada dua penyebab mengapa hal ini terjadi:</p>
<ol>
<li>Yang pertama adalah ketidaktahuan. Jangan salah, masih banyak orang yang menyangka bahwa semua yang tersedia di internet itu &#8220;gratis&#8221; dan &#8220;dapat digunakan semau mereka&#8221;. Salahkan keterbatasan penyebaran informasi dan edukasi di dunia.</li>
<li>Yang kedua adalah kesengajaan. Sederhana saja: berapa banyak dari anda yang tahu bahwa menggunakan OS bajakan itu salah dan tetap melakukannya? Bagaimana pola pikir anda? &#8220;aah, siapa juga sih yang mempermasalahkan&#8230;?&#8221;, huh?</li>
</ol>
<h2>It sucks, i know</h2>
<p>Apapun alasannya, kemudahan mengolah informasi secara digital memang mempermudah copy paste tulisan terjadi. Jangankan tulisan, <em>software</em> yang rumit saja bisa dan banyak dibajak. Menyikapi hal ini, ada dua opsi yang tersedia: mencaci maki dan menyalahkan dunia, atau menyadari bahwa dunia (dan budaya serta perilaku manusia) memang sudah berubah.</p>
<h2>Bagaimana menyikapi pembajakan tulisan blog?</h2>
<p>Setidaknya, anda memiliki dua opsi: memproteksi atau &#8220;melepaskan&#8221; konten anda.</p>
<p>Yang saya maksud dengan memproteksi konten adalah melakukan segala daya dan upaya untuk menjaga konten ada agar tidak bisa di-copypaste (meskipun secara teknis saya merasa hal tersebut mustahil &#8211; seperti hacking, selalu saja ada cara).</p>
<p>Ada beberapa cara yang dapat anda upayakan seperti <a href="http://www.hypergurl.com/norightclick.html" target="_blank">mendisable klik kanan dengan memasang sedikit kode JavaScript</a> (untuk mencegah klik kanan copy &amp; paste) di blog anda, membubuhkan watermark pada tiap gambar / foto, mengatur agar RSS Feed anda dipublikasikan secara parsial untuk menghindari publikasi ulang RSS Feed, dll.</p>
<p>Sedangkan yang saya maksud dengan &#8220;melepaskan&#8221; konten anda adalah dengan tidak melakukan upaya-upaya diatas. Malahan, lakukan hal yang sebaliknya: permudah orang lain dalam membaca tulisan anda. Mensubmit blog ke agregator, merilis tulisan RSS Feed secara penuh, Mengizinkan orang lain mempublikasikan ulang tulisan anda tanpa perlu meminta izin terlebih dahulu, dll.</p>
<p>Saya tahu hal ini terdengar baru untuk anda. &#8220;<em>Gila, gue udah susah-susah nulis masa orang boleh publish ulang semaunya?</em>&#8220;. Oke, ini mungkin agak &#8220;nyeleneh&#8221;, tapi saya rasa anda perlu membaca wacana mengenai <a href="http://mnmlist.com/uncopyright-and-a-minimalist-mindset/" target="_blank">uncopyright and minimalist mindset</a>: mengizinkan siapapun menggunakan apa yang anda tulis. Konsep ini saya pertama ketahui dari Leo Babauta, seorang blogger asal kepulauan Guam (sekarang dia pindah ke San Fransisco) yang mengaplikasikan uncopyright dan membuat blognya <a href="http://zenhabits.net" target="_blank">zenhabits.net</a> menjadi sangat populer dalam waktu kurang dari 3 tahun.</p>
<h2>Bagaimana saya menyikapi copy paste</h2>
<p>Sekarang masuk ke dalam ke bagian yang lebih praktikal dan personal: <strong>bagaimana saya menyikapi copy paste?</strong></p>
<p>Oke, saya harus katakan ini: saya tidak (atau mungkin, belum) se&#8221;liberal&#8221; Leo Babauta dan <em>uncopyright</em>nya, tapi saya sudah tidak terlalu memperdulikan lagi para pelaku copy paste.</p>
<p>Pertama kali tulisan saya di copy paste, saya menulis &#8220;komentar pedas&#8221; di artikel saya yang di-copy paste, meminta yang empunya blog setidaknya menautkan link ke artikel asli. Lama kelamaan, orang yang melakukan copy paste semakin banyak (sekarang sudah jarang lagi sih) dan saya mulai menyadari bahwa hal ini membuang-buang waktu saya. Daripada saya menggunakan waktu saya untuk mengurusi artikel saya yang di-copypaste, lebih baik saya fokus menggunakan waktu saya utuk membuat artikel yang lebih bermutu.</p>
<p>Ingat ini:</p>
<blockquote><p>orang bisa saja meng-copypaste tulisan anda, tapi mereka tidak akan bisa mencuri integritas dan pengetahuan yang anda dapatkan karena <strong>proses</strong> penulisan artikel yang anda lalui.</p></blockquote>
<p>Berangkat dari keyakinan tersebut, saya sekarang tidak terlalu memusingkan diri saya dengan masalah copy paste. Namun, saya melakukan beberapa &#8220;trik&#8221; sederhana terhadap tulisan-tulisan saya:</p>
<ol>
<li><strong>Karena saya tidak suka di copypaste, saya tidak pernah meng-copypaste tulisan orang lain</strong>. Ingat peraturan emasnya? Perlakukan orang lain seperti anda ingin diperlakukan.</li>
<li>Menulis dengan bahasa yang &#8220;saya banget&#8221;. Sehingga orang akan tahu bahwa itu tulisan saya. (pada prakteknya akan sangat sulit sih, jadi, tulis saja!)</li>
<li> <strong>Menyelipkan link ke artikel-artikel saya yang relevan (jika ada)</strong>. Sehingga jika di-copypaste dan dipublikasikan di blog lain pun, setidaknya anda mendapatkan backlink. Lumayan untuk <em>search engine indexing</em>  </li>
<li> Jika ada gambar yang berupa ilustrasi, bubuhkan watermark</li>
</ol>
<p>Yap, itu saja sih yang saya lakukan untuk mengatasi copy paste. Bagaimana dengan anda? Apa pendapat anda dan apa yang anda lakukan untuk menangani copy paste?</p>
<p><a href="http://bloggingly.com/menyikapi-copy-paste-konten-blog/">Menyikapi Copy Paste Konten Blog</a> dipublikaskan di <a href="http://bloggingly.com">Bloggingly.com</a> dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds.feedburner.com/Bloggingly">RSS-nya</a> yang didistribusikan melalui feedburner dan facebook notes.

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, silahkan klik link <strong>"share on facebook"</strong> yang berada di bawah tulisan ini untuk menshare-nya ke jaringan perkawanan anda. Ada Pop out yang tiba-tiba keluar? Silahkan tulis pendapat anda atas tulisan ini, lalu klik okay.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloggingly.com/menyikapi-copy-paste-konten-blog/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>87</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pesta Blogger 2010 : Merayakan Keragaman</title>
		<link>http://bloggingly.com/pesta-blogger-2010-merayakan-keragaman/</link>
		<comments>http://bloggingly.com/pesta-blogger-2010-merayakan-keragaman/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Jul 2010 09:34:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>japestinho</dc:creator>
				<category><![CDATA[acara]]></category>
		<category><![CDATA[berita]]></category>
		<category><![CDATA[pb2010]]></category>
		<category><![CDATA[PestaBlogger]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloggingly.com/?p=1964</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari yang lalu saya melihat satu hashtag yang awalannya sudah sangat familiar di mata saya. Yap #pb2010. Dan dengan sangat antusias langsung menuju home dari event blogger bertaraf nasional ini di Pestablogger.com dan wah themenya sudah berganti menjadi nuansa biru yang cerah. Disana saya juga melihat logo yang sudah terpilih menjadi official logo untuk [...]<p><a href="http://bloggingly.com/pesta-blogger-2010-merayakan-keragaman/">Pesta Blogger 2010 : Merayakan Keragaman</a> dipublikaskan di <a href="http://bloggingly.com">Bloggingly.com</a> dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds.feedburner.com/Bloggingly">RSS-nya</a> yang didistribusikan melalui feedburner dan facebook notes.

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, silahkan klik link <strong>"share on facebook"</strong> yang berada di bawah tulisan ini untuk menshare-nya ke jaringan perkawanan anda. Ada Pop out yang tiba-tiba keluar? Silahkan tulis pendapat anda atas tulisan ini, lalu klik okay.</p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bloggingly.com/wp-content/uploads/2010/07/logopb2010.jpg"></a></p>
<p>Beberapa hari yang lalu saya melihat satu hashtag yang awalannya sudah sangat familiar di mata saya. Yap <a href="http://twitter.com/search#search?q=pb2010" target="_blank">#pb2010</a>. Dan dengan sangat antusias langsung menuju home dari event blogger bertaraf nasional ini di <a href="http://pestablogger.com/" target="_blank">Pestablogger.com</a> dan wah themenya sudah berganti menjadi nuansa biru yang cerah. Disana saya juga melihat logo yang sudah terpilih menjadi <a href="http://pestablogger.com/?p=1696" target="_blank">official logo</a> untuk event pesta blogger 2010 kali ini.<br />
<span id="more-1964"></span></p>
<h2>Sekilas Mengenai Pestablogger</h2>
<p>Pesta blogger adalah salah satu event nasional yang diadakan oleh blogger Indoenesia untuk bertatap muka secara langsung, bertukar informasi dan pengalaman antar sesama blogger. Tentu saja efek menciptakan jaringan pertemanan yang semakin luas diantara sesama blogger. Yang pasti akan semakin merasa eksis tidak hanya di online namun pada event offline juga  </p>
<p>Sejauh ini Pestablogger sudah digelar sebanyak 3 kali dan dilaksanakan di ibu kota Jakarta. Dan setiap kali event ini diadakan, mestilah memiliki tema tersendiri yang dijadikan topik pembahasan utama. Diantaranya dari 3 event yang sudah digelar adalah:</p>
<ul>
<li>“ONE SPIRIT ONE NATION&#8221; &#8211; tema pb2009</li>
<li>“Blogging for Society” &#8211; tema pb2008</li>
<li>“Suara Baru Indonesia” &#8211; tema pb2007</li>
</ul>
<p>Lebih jauh mengenai Pestablogger bisa anda baca di halaman <a href="http://pestablogger.com/?page_id=2" target="_blank">about</a> mereka.</p>
<h2><strong>Pengalaman Bloggingly di Pestablogger</strong></h2>
<p>Menurut saya event semacam persta blogger ini bisa dijadikan sebagai ajang pertemuan yang banyak sekali manfaatnya diantara blogger Indonesia. Bertemu dengan senior blogger yang sudah pasti bisa kita serap pengalaman dan ilmunya di dunia blogging. Dan yang pasti bertemu dengan blogger-blogger baru (yang masih fresh semgangat ngeblognya   ) apalagi mendapat sesuatu yang baru dari mereka.</p>
<p>Tentunya sangat menyenangkan untuk blogggingly bisa hadir di event pestablogger. Hanya event pertamanya saja yang tidak sempat kami hadiri dan <a href="http://bloggingly.com/liputan-pestablogger-2008/" target="_blank">pb2008</a> adalah event yang pertama kali bloggingly ikuti. Liputan kami di pb2009 bisa dibaca kembali <a href="http://bloggingly.com/liputan-pesta-blogger-2009/" target="_blank">Liputan Pesta BLogger 2009 oleh bloggingly</a>. Dan semoga pb2010 ini adalah kali ke-3 Bloggingly akan ikut dalam event blogger berskala nasional ini.</p>
<h2>Tentang Pesta Blogger 2010</h2>
<p>Seperti yang saya baca dari situsnya,<a href="http://pestablogger.com/?p=1643" target="_blank"> para panitia</a> kali ini sepertinya tak terlihat jauh berbeda dengan panitia tahun sebelumnya. Masih ada <a href="http://enda.goblogmedia.com/" target="_blank">Enda Nasution</a>, <a href="http://ndorokakung.com/" target="_blank">Ndoro Kakung Wicaksono</a>, <a href="http://blog.imanbrotoseno.com/" target="_blank">Iman Brontoseno</a>, dan sahabat blogger lainnya dari <a href="http://www.maverick.co.id/" target="_blank">Team Maverick</a> yang tetap menjadi organizer acara ini.</p>
<p>Melihat tema kali ini yang berjudul &#8220;Merayakan Keragaman&#8221; sepertinya akan ada yang sedikit berbeda pada event pesta blogger kali ini. Saya kutip dari <a href="http://pestablogger.com/?p=1655" target="_blank">halamannya</a> acara tahun ini lebih menitikberatkan kepada pendayagunaan kekuatan komunitas-komunitas online baik dari blogger sendiri, para social media enthusiasm, dan komunitas online secara regional ataupun berdasarkan interest.</p>
<h2>Harapan Bloggingly</h2>
<p>Bloggingly mempunyai harapan bahwa acara pesta blogger kali ini akan berjalan dengan lebih lancar dan tertib. Karena pengalaman tahun sebelumnya, venue acaranya kurang tertata dengan baik sehingga menciptakan kelompok-kelompok pembicaraan tersendiri selama acara berlangsung. Jika penasaran silahkan baca kembali ulasan kami  </p>
<p>Dari segi acara mungkin bisa dilebihkan yang benar-benar memiliki blogging value-nya meski dilihat dari tema untuk tahun ini sepertinya akan lebih seru lagi. Sing penthing bisa meningkatkan kembali gairah blogging *halah yang saya lihat mulai sedikit tergeserkan dengan invasi social-network melalui maraknya gadget mobile yang semakin pintar  </p>
<p>Oke kita tunggu saja tanggal mainnya dan jangan sampai terlambat mendaftarkan diri anda di acara pesta blogger 2010 nanti. Agar tidak  ketinggalan gabung saja di <a href="http://www.facebook.com/pestablogger" target="_blank">Facebook page Pestablogger</a> atau pantengin terus hashtag <a href="http://twitter.com/search#search?q=pb2010" target="_blank">#pb2010</a>. Buat yang belum pernah ikut sama sekali mungkin bisa melihat galleri fotonya di <a href="http://www.flickr.com/groups/pestablogger/" target="_blank">Flickr Pestablogger</a>.</p>
<p>Ow ya kalau ingin mendukung event ini anda bisa memasang <a href="http://pestablogger.com/gallery/" target="_blank">badge</a> pada blog anda agar semua orang aware akan hadirnya acara sebesar ini.</p>
<p><a href="http://bloggingly.com/pesta-blogger-2010-merayakan-keragaman/">Pesta Blogger 2010 : Merayakan Keragaman</a> dipublikaskan di <a href="http://bloggingly.com">Bloggingly.com</a> dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds.feedburner.com/Bloggingly">RSS-nya</a> yang didistribusikan melalui feedburner dan facebook notes.

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, silahkan klik link <strong>"share on facebook"</strong> yang berada di bawah tulisan ini untuk menshare-nya ke jaringan perkawanan anda. Ada Pop out yang tiba-tiba keluar? Silahkan tulis pendapat anda atas tulisan ini, lalu klik okay.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloggingly.com/pesta-blogger-2010-merayakan-keragaman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengapa Akun Twitter Itu Penting</title>
		<link>http://bloggingly.com/mengapa-akun-twitter-itu-penting/</link>
		<comments>http://bloggingly.com/mengapa-akun-twitter-itu-penting/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Jul 2010 14:46:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fikri</dc:creator>
				<category><![CDATA[fenomena]]></category>
		<category><![CDATA[Identity]]></category>
		<category><![CDATA[Social Media]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloggingly.com/?p=1961</guid>
		<description><![CDATA[Meskipun saya bukan pengguna kelas berat twitter yang selalu aktif ngetweet menggunakan UberTwitter 24 jam dalam sehari, saya yakin bahwa di era social dan real time ini memiliki akun twitter itu penting. Pada post sebelumnya saya sudah membahas bahwa tiap media sosial memiliki karakternya masing-masing. Pada post kali ini, saya akan membahas lebih dalam mengenai [...]<p><a href="http://bloggingly.com/mengapa-akun-twitter-itu-penting/">Mengapa Akun Twitter Itu Penting</a> dipublikaskan di <a href="http://bloggingly.com">Bloggingly.com</a> dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds.feedburner.com/Bloggingly">RSS-nya</a> yang didistribusikan melalui feedburner dan facebook notes.

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, silahkan klik link <strong>"share on facebook"</strong> yang berada di bawah tulisan ini untuk menshare-nya ke jaringan perkawanan anda. Ada Pop out yang tiba-tiba keluar? Silahkan tulis pendapat anda atas tulisan ini, lalu klik okay.</p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<p>Meskipun saya bukan pengguna kelas berat twitter yang selalu aktif ngetweet menggunakan <a href="http://www.ubertwitter.com/" target="_blank">UberTwitter</a> 24 jam dalam sehari, saya yakin bahwa di era social dan real time ini memiliki akun twitter itu penting. Pada <a href="http://bloggingly.com/menggunakan-media-sosial-sesuai-dengan-peruntukannya/" target="_blank">post sebelumnya</a> saya sudah membahas bahwa tiap media sosial memiliki karakternya masing-masing. Pada post kali ini, saya akan membahas lebih dalam mengenai <a href="http://twitter.com" target="_blank">twitter</a>.</p>
<p><span id="more-1961"></span></p>
<h2>Akun twitter adalah identitas</h2>
<p>Hal paling pertama dan saya rasa yang paling penting mengenai twitter adalah fungsi sosialnya yang mulai berubah. Akun twitter bukan lagi sekedar akun. <strong>Akun twitter adalah identitas.</strong> Tahun 2008 zamannya saya mulai ngeblog, seorang blogger akan menautkan suatu tautan ke blog personal seseorang jika ia ingin memberi tahu pembacanya mengenai seseorang. Sekarang blogger relatif lebih memilih menautkan tautannya ke username twitter yang bersangkutan.</p>
<p>Lebih mudah memberitahu akun twitter daripada URL blog. Memberi tahu alamat blog masih perlu menyebutkan <code>http://</code> atau <code>www.</code> dan <code>Top Level Domain</code> sementara memberitahu username twitter tinggal menyebutkan <code>@username</code>.</p>
<p>Mengapa tidak akun facebook yang menjadi identitas? Karena ribet, informasinya lebih personal dan tidak semua orang tahu bahwa facebook bisa dibuat simple username.</p>
<h2>Akun twitter lebih universal</h2>
<p>Buktinya? Dari <a href="http://twitter.com/verified/world-leaders" target="_blank">pemimpin dunia</a>, selebritis hingga acara televisi punya akun twitter. Dengan memiliki akun twitter, anda memiliki saluran komunikasi secara langsung dengan banyak orang, termasuk <em>expert</em> di industri anda &#8211; meskipun belum berlaku di semua industri dan semua hal sih. Well, saya tidak perlu menjelaskan lagi apa manfaatnya kan?  </p>
<h2>Twitter sudah mulai searchable</h2>
<p>Agak kontradiktif dengan post saya sebelumnya mengenai karakter-karakter media sosial, namun perlu dipahami lebih lanjut bahwa maksud dari kekurang-<em>searchable</em>-an twitter adalah pada konten yang sangat dibatasi oleh 140 karakternya. Ide anda yang tumpah ruah di twitter agak sulit dicari karena karakternya terbatas dan terpisah-pisah, berbeda dengan sebuah blog post. <strong>Tapi jika berbicara mengenai identitas, lain cerita. Twitter sudah sangat searchable.</strong></p>
<p>Kita ambil satu contoh netizen yang cukup aktif. Oke, saya saja deh. Jika anda <a href="http://www.google.com/search?hl=en&amp;q=fikri+rasyid&amp;btnG=Search&amp;aq=f&amp;aqi=&amp;aql=&amp;oq=&amp;gs_rfai=" target="_blank">googling nama saya</a> (Fikri Rasyid), hasil pencarian pertama muncul adalah <a href="http://fikrirasyid.com" target="_blank">blog personal saya</a> yang beralamat persis seperti nama saya. Hasil pencarian kedua? <a href="http://twitter.com/fikrirasyid" target="_blank">Akun twitter saya</a>. Lengkap dengan <em>latest real time result</em> mengenai Fikri Rasyid yang kebanyakan muncul dari tweet saya.</p>
<p></p>
<h2>What&#8217;s the point then?</h2>
<p>Poin pentingnya adalah twitter sudah menjadi semakin penting hari ini, terutama jika anda adalah orang yang menggunakan media sosial untuk memenuhi kebutuhan anda -seperti memberitahu dunia apa yang penting untuk anda dan membuat orang lain tahu apa kapabilitas anda- alih-alih sekedar membuang-buang waktu belaka. Jadi jika anda belum memiliki akun twitter, saya sarankan anda segera memilikinya.</p>
<p>Anyway, ada yang mau menambahkan?</p>
<h2>P.S.</h2>
<p>Image t-shirt diatas adalah t-shirt yang saya beli seharga IDR 90k di <a href="http://invcts.com/" target="_blank">Invictus</a> (salah satu distro lokal terkeren &#8211; IMHO) jalan trunojoyo Bandung. Mereka punya beberapa t-shirt dengan desain yang &#8220;twitter banget&#8221;. <em>As netizen, i can&#8217;t stop myself to buy one of i</em>t  </p>
<p>Untuk yang tertarik, mereka punya akun twitter yang cukup aktif di @<a href="http://twitter.com/invictusnews" target="_blank">invictusnews</a>.</p>
<p>Anyway, ini <a href="http://search.twitter.com/search?q=%23BukanIklan" target="_blank">#BukanIklan</a>.<em> i just love great stuff i love spreads</em>  </p>
<p><a href="http://bloggingly.com/mengapa-akun-twitter-itu-penting/">Mengapa Akun Twitter Itu Penting</a> dipublikaskan di <a href="http://bloggingly.com">Bloggingly.com</a> dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds.feedburner.com/Bloggingly">RSS-nya</a> yang didistribusikan melalui feedburner dan facebook notes.

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, silahkan klik link <strong>"share on facebook"</strong> yang berada di bawah tulisan ini untuk menshare-nya ke jaringan perkawanan anda. Ada Pop out yang tiba-tiba keluar? Silahkan tulis pendapat anda atas tulisan ini, lalu klik okay.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloggingly.com/mengapa-akun-twitter-itu-penting/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menggunakan Media Sosial Sesuai dengan Peruntukannya</title>
		<link>http://bloggingly.com/menggunakan-media-sosial-sesuai-dengan-peruntukannya/</link>
		<comments>http://bloggingly.com/menggunakan-media-sosial-sesuai-dengan-peruntukannya/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Jul 2010 02:40:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fikri</dc:creator>
				<category><![CDATA[fenomena]]></category>
		<category><![CDATA[Account]]></category>
		<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Facebook]]></category>
		<category><![CDATA[Social Media]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloggingly.com/?p=1955</guid>
		<description><![CDATA[Image: Social Media Participation Chart is courtesy of oversocialized Di pertengahan dan akhir tahun lalu, diskusi mengenai &#8220;kematian&#8221; blog seiring dengan menaiknya penggunaan media sosial -yang berimplikasi tersitanya waktu untuk ngeblog- seperti Facebook, Twitter dan lain-lain kian marak. Hari ini, prediksi tersebut tampak menjadi nyata. Jumlah blogger senior yang aktif dari zaman sebelum blog bahkan [...]<p><a href="http://bloggingly.com/menggunakan-media-sosial-sesuai-dengan-peruntukannya/">Menggunakan Media Sosial Sesuai dengan Peruntukannya</a> dipublikaskan di <a href="http://bloggingly.com">Bloggingly.com</a> dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds.feedburner.com/Bloggingly">RSS-nya</a> yang didistribusikan melalui feedburner dan facebook notes.

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, silahkan klik link <strong>"share on facebook"</strong> yang berada di bawah tulisan ini untuk menshare-nya ke jaringan perkawanan anda. Ada Pop out yang tiba-tiba keluar? Silahkan tulis pendapat anda atas tulisan ini, lalu klik okay.</p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<p><small>Image: <a href="http://www.flickr.com/photos/43993720@N02/4476430341/" target="_blank">Social Media Participation Chart</a> is courtesy of <a href="http://www.flickr.com/photos/43993720@N02/" target="_blank">oversocialized</a></small></p>
<p>Di pertengahan dan akhir tahun lalu, diskusi mengenai &#8220;kematian&#8221; blog seiring dengan menaiknya penggunaan media sosial -yang berimplikasi tersitanya waktu untuk ngeblog- seperti Facebook, Twitter dan lain-lain kian marak. Hari ini, prediksi tersebut tampak menjadi nyata. Jumlah blogger senior yang aktif dari zaman sebelum blog bahkan populer tampak kian menurun. Mereka tampak lebih gemar menyampaikan ide lewat <a href="http://twitter.com" target="_blank">twitter</a> yang lebih singkat, cepat, ringkas, realtime dan responsif. Saya pribadi menggunakan twitter dan merasakan betapa menyenangkannya media tersebut. Bagaimanapun, saya pribadi lebih memilih untuk aktif di beberapa media sosial yang saya anggap relevan dan menggunakannya untuk tujuan-tujuan yang saya anggap relevan dengan media sosial tersebut.</p>
<p><span id="more-1955"></span></p>
<p>Berikut ini adalah bagaimana saya memandang beberapa platform media sosial dan bagaimana saya menggunakannya. Perlu diingat bahwa tidak ada yang absolut di ranah web (bahkan tampilan polos Google saja tidak absolut), sehingga bagaimana saya menggunakan media sosial ini bersifat relatif: silahkan adopsi jika anda merasa cocok dan tidak masalah jika berbeda pandangan &#8211; silahkan sampaikan pandangan anda.  </p>
<h2>Facebook</h2>
<p>Berdasarkan diskusi yang sangat menarik via twitter dengan @<a href="http://twitter.com/ikhlasulamal" target="_blank">ikhlasulamal</a>, <strong>facebook adalah platform untuk membina hubungan</strong>. Facebook adalah platform untuk membina relationship dengan orang-orang yang kita kenal secara langsung di dunia nyata. Saya ulangi: <strong>dengan siapa yang kita kenal langsung di dunia nyata</strong>. Saya rasa inilah yang mendasari hubungan antar user di Facebook yang membutuhkan approval &#8211; untuk menjamin bahwa siapa yang terhubung dengan kita adalah orang-orang yang benar-benar kita kenal dan bukan alay yang meng-add anda karena profile picture anda terlihat <em>kece </em>dan agar jumlah teman di friendlistnya jadi banyak.</p>
<p>Implikasi dari pandangan saya diatas:</p>
<ul>
<li>Pembicaraan saya di facebook lebih pribadi; Dengan <em>jokes-jokes</em> yang konteksnya mungkin hanya dapat dipahami oleh orang-orang yang mengenal saya secara langsung. Conversationnya lebih personal.</li>
<li>Hanya teman-teman yang saya kenal secara langsung yang ada di friendlist saya.</li>
<li>Friend request dari orang yang tidak saya kenal secara langsung langsung saya ignore</li>
<li>Facebook adalah platform yang saya gunakan untuk menjaga hubungan dengan orang-orang yang saya kenal secara langsung.</li>
</ul>
<p>Itu konsep dasarnya, pada prakteknya saya juga menggunakan photo application yang saya rasa sangat powerful sebagai default photo sharing saya untuk berbagi foto pada satu event dengan teman-teman saya. Lalu dikarenakan penetrasi facebook yang sangat tinggi dibandingkan twitter, banyak juga orang yang tidak saya kenal secara langsung memilih untuk berhubungan dengan saya via facebook. Untuk keperluan itu, saya membuat <a href="http://facebook.com/fikri.rasyid.book" target="_blank">facebook page saya sendiri</a> *berasa artis*.</p>
<h2>Twitter</h2>
<p>Masih berdasarkan diskusi yang sangat menarik dengan @<a href="http://twitter.com/ikhlasulamal" target="_blank">ikhlasulamal</a>, twitter berbeda dengan facebook. Jika facebook dikembangkan untuk membina hubungan, <strong>twitter dikembangkan untuk melakukan &#8220;pembicaraan&#8221; atau &#8220;conversation&#8221;</strong>. Hal ini berdampak pada tidak perlunya kita mengumbar data pribadi di twitter: kita tidak perlu bio lengkap, nama asli, atau informasi esensial mengenai social graph kita. Hubungan antar user pun tidak memerlukan approval dan cukup di dasarkan hubungan &#8220;follow&#8221; dimana orang yang difollow tidak perlu memfollow balik jika dia rasa tidak perlu. Seperti obrolan ringan di angkot atau kedai kopi favorit anda: anda tidak perlu tahu siapa yang berbicara, apa latar belakangnya, atau apakah dia lajang atau duda: selama pembicaraannya menarik, lanjutkan saja.</p>
<p>Implikasi dari pandangan saya diatas:</p>
<ul>
<li>Jika facebook adalah mengenai dengan siapa anda sekolah, twitter adalah mengenai dengan siapa anda ingin bersekolah</li>
<li>Pembicaraan di twitter bukan lagi pembicaraan personal</li>
<li>Saya tidak menutup &#8220;tweet&#8221; saya dengan protected tweet. Apa esensinya kalau begitu?</li>
<li>Facebook adalah mengenai apa yang saya ingin teman-teman saya ketahui tentang saya; Twitter adalah mengenai apa yang saya ingin dunia ketahui tentang saya. <em>More professional discourse is tweeted in twitter instead in facebook</em>.</li>
<li>Twitter app di handphone selalu menyala. Kadang-kadang ada yang menawarkan pekerjaan via direct message. <em>Your twitter username is your social identity</em>.</li>
</ul>
<h2>Blog</h2>
<p>Oke, jika twitter dan facebook memfasilitasi saya untuk &#8220;berbicara&#8221; baik kepada dunia dan teman-teman dekat, apalagi gunanya blog? Mengapa masih ngeblog?</p>
<p>Sederhana: karena <strong>blog lebih searchable</strong>.</p>
<p>Saya belum terlalu update dengan kabar terbaru seputar social search yang dikembangkan Google dan mesin pencari lain, tapi saya yakin kebanyakan orang-orang awam (seperti calon klien, calon partner atau bahkan calon mertua &#8211; kecuali kalau calon-calon nya <em>geek</em> pembaca setia <a href="http://dailysocial.net" target="_blank">DailySocial</a> :p ) tidak akan tahu benda asing bernama social search. Jika mereka cukup tanggap terhadap teknologi, hal paling canggih yang saya asumsikan akan mereka lakukan adalah mengakses Google search / kolom search di Facebook dan mengetikan nama saya disana.</p>
<p>Di halaman pertama pasti terdapat akun facebook saya &#8211; namun mereka tidak akan bisa mengakses informasi personal karena privacy setting yang saya gunakan. Akun twitter juga akan nampak, namun tidak terlalu banyak pemikiran saya (yang bercampur dengan conversation &#8211; tentunya) yang dapat &#8220;ditangkap&#8221; melalui medium 140 karakter atau kurang yang jumlahnya berhalaman-halaman itu. <em>Heck, this is why i need blog. Specifically, blogs</em>.</p>
<p>Implikasi dari pandangan diatas, ini yang saya lakukan untuk blog:</p>
<ul>
<li>Membuat blog pribadi dengan alamat namasaya.com (dalam kasus saya, fikrirasyid.com). Mengapa menggunakan nama asli langsung? Pertama agar orang tahu bahwa itu asli, kedua agar tampak baik di ranking Google Search, ketiga karena <strong>alamat blog adalah brand</strong> saya (itulah mengapa saya menggunakan .com alih-alih ngekos di free blog service).</li>
<li>Hal-hal yang saya bahas di blog pribadi adalah hal-hal yang sifatnya merupakan interest saya, namun bermanfaat jika saya share dengan orang awam / publik.</li>
<li>Untuk hal-hal yang sifatnya interest utama dan berpotensi menjadi karir, saya lebih pilih membuat satu niche blog lain. Sebenarnya digabung dengan personal blog pun bisa, namun saya lebih pilih membuat niche blog tambahan karena disatu titik tertentu (jika blognya menjadi terkenal dan membutuhkan perhatian ekstra) dapat dilakukan pendelegasian tanpa perlu canggung.</li>
</ul>
<h2>Bagaimana dengan media sosial lain?</h2>
<p>Saya tidak terlalu aktif di media sosial lain, tapi saya memiliki akun di media sosial lain karena kebutuhan yang bersifat &#8220;musiman&#8221; (musiman untuk saya, tentunya &#8211; belum tentu musiman untuk anda) yang kerap kali ada:</p>
<ul>
<li>YouTube untuk mempublikasikan video</li>
<li><a href="http://slideshare.net" target="_blank">Slideshare</a> untuk mempublikasikan slide presentasi (btw, yang ini <em>a-must-have</em> jika anda seorang professional / guru / pelajar)</li>
<li><a href="http://scribd.com" target="_blank">Scribd</a> untuk mempublikasikan dokumen</li>
<li>Google Account untuk webmail client dan <em>collaborative working</em> dengan dokumen</li>
<li>Yahoo Account untuk berjaga-jaga dikala gmail bermasalah. Well, saya tidak terlalu aktif di berbagai service Yahoo sih.</li>
</ul>
<p>Oke, itu tadi bagaimana saya menggunakan media sosial. Bagaimana dengan anda? Bagaimana anda menggunakan media sosial? Silahkan berbagi di kolom komentar  </p>
<p><a href="http://bloggingly.com/menggunakan-media-sosial-sesuai-dengan-peruntukannya/">Menggunakan Media Sosial Sesuai dengan Peruntukannya</a> dipublikaskan di <a href="http://bloggingly.com">Bloggingly.com</a> dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds.feedburner.com/Bloggingly">RSS-nya</a> yang didistribusikan melalui feedburner dan facebook notes.

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, silahkan klik link <strong>"share on facebook"</strong> yang berada di bawah tulisan ini untuk menshare-nya ke jaringan perkawanan anda. Ada Pop out yang tiba-tiba keluar? Silahkan tulis pendapat anda atas tulisan ini, lalu klik okay.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloggingly.com/menggunakan-media-sosial-sesuai-dengan-peruntukannya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ulasan WordPress for BlackBerry</title>
		<link>http://bloggingly.com/ulasan-wordpress-for-blackberry/</link>
		<comments>http://bloggingly.com/ulasan-wordpress-for-blackberry/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Jun 2010 04:44:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fikri</dc:creator>
				<category><![CDATA[aplikasi]]></category>
		<category><![CDATA[tools]]></category>
		<category><![CDATA[Application]]></category>
		<category><![CDATA[BlackBerry]]></category>
		<category><![CDATA[Mobile Blogging]]></category>
		<category><![CDATA[Wordpress]]></category>
		<category><![CDATA[WordPress for BlackBerry]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloggingly.com/?p=1952</guid>
		<description><![CDATA[Jadi ceritanya, beberapa pekan yang lalu akhirnya saya membeli sebuah BlackBerry (gemini) karena kebutuhan untuk membalas email semakin lama semakin tinggi dan membuka netbook lalu mencari hotspot setiap &#8216;sekedar&#8217; membaca dan membalas email bukanlah pilihan yang bagus. Setelah cukup akrab dengan user interfacenya, saya langsung menginstall berbagai aplikasi yang saya butuhkan dan sebagai pengguna WordPress, [...]<p><a href="http://bloggingly.com/ulasan-wordpress-for-blackberry/">Ulasan WordPress for BlackBerry</a> dipublikaskan di <a href="http://bloggingly.com">Bloggingly.com</a> dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds.feedburner.com/Bloggingly">RSS-nya</a> yang didistribusikan melalui feedburner dan facebook notes.

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, silahkan klik link <strong>"share on facebook"</strong> yang berada di bawah tulisan ini untuk menshare-nya ke jaringan perkawanan anda. Ada Pop out yang tiba-tiba keluar? Silahkan tulis pendapat anda atas tulisan ini, lalu klik okay.</p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<p>Jadi ceritanya, beberapa pekan yang lalu akhirnya saya membeli sebuah BlackBerry (gemini) karena kebutuhan untuk membalas email semakin lama semakin tinggi dan membuka netbook lalu mencari hotspot setiap &#8216;sekedar&#8217; membaca dan membalas email bukanlah pilihan yang bagus. Setelah cukup akrab dengan user interfacenya, saya langsung menginstall berbagai aplikasi yang saya butuhkan dan sebagai pengguna WordPress, aplikasi <a href="http://blackberry.wordpress.org/" target="_blank">WordPress for BlackBerry</a> yang <a href="http://blackberry.wordpress.org/2010/02/04/version-1-0-videopress-support-improved-comments-and-app-world/" target="_blank">baru saja dirilis beberapa bulan yang lalu</a> merupakan aplikasi yang langsung masuk daftar instalasi saya.</p>
<p><span id="more-1952"></span></p>
<h2>Apa dan bagaimana</h2>
<p>WordPress for BlackBerry dapat diunduh secara gratis di <a href="http://blackberry.wordpress.org/download/" target="_blank">situs resminya</a> atau langsung saja search melalui  <a href="http://appworld.blackberry.com/webstore/content/5802" target="_blank">App World</a>. Ukurannya filenya tidak terlalu besar sehingga dengan koneksi EDGE / GPRS BlackBerry internet service Telkomsel yang saya gunakan pun proses pengunduhan dapat dilakukan dengan waktu yang tidak terlalu lama. Setelah mendownload, install dan registrasi WordPress based blog (bisa wordpress.org based atau yang di host di wordpress.com &#8211; it doesn&#8217;t matter. bahkan bisa registrasi wordpress.com juga) yang anda kelola.</p>
<p>Setelah meregistrasi situs yang akan dikelola, anda tidak butuh untuk login setiap kali mengkakses blog anda via WordPress for BlackBerry. Cukup buka aplikasi, <em>and there it goes</em>.</p>
<h2>Yang dapat anda lakukan</h2>
<p></p>
<p>Aplikasi ini dapat melakukan berbagai hal dasar dan esensial yang dapat anda lakukan di dashboard WordPress. Menulis post dan page (hingga menambahkan lokasi, custom field, dll), mengatur options standar, mengelola phone media, dan yang terpenting adalah&#8230; membalas komentar (menyetujui dan membalas komentar sangat mengkonsumsi waktu, terutama jika cukup banyak orang yang berkomentar). Saya sangat-sangat terbantu sekali dengan fitur komentar ini. Jadi tiap kali ada waktu senggang yang belum ada kegiatan berikutnya, saya bisa menjawab komentar teman-teman  </p>
<p>Anyway, aplikasi ini juga mampu mengakses plugin-plugin tertentu seperti WordPress.com stat. Hm, saya jadi penasaran (belum sempat mencoba) apakah custom <code>post_type</code> WordPress 3.0 yang terakses di dashboard dapat diakses melalui aplikasi ini juga.</p>
<h2>Yang tidak dapat anda lakukan</h2>
<p>Cukup banyak konfigurasi yang detail seperti pengaturan komentar, pembaca, edit plugin / theme tidak bisa dilakukan via WordPress for BlackBerry ini. Performanya untuk meresize photo juga belum terlalu memuaskan sih.  Loading bar imagenya juga masih terlihat kasar. Bagaimanapun, untuk hal-hal dasar sudah sangat oke  :D</p>
<h2>Pendapat saya secara keseluruhan</h2>
<p>Aplikasi ini sangat-sangat membantu, secara kebutuhan saya untuk blogging secara mobile baru sampai tahap &#8220;membalas komentar&#8221; secara mobile. Saya belum sampai tahap mobile blogging sekali karena untuk ide-ide pendek saat ini masih tersalurkan via <a href="http://twitter.com/fikrirasyid" target="_blank">twitter</a>. Bagaimanapun, saya sempat mencoba <a href="http://fikrirasyid.com/perbedaan-yang-tidak-perlu/" target="_blank">menulis post dan mempublikasikannya melalui aplikasi ini</a> dan hasilnya cukup oke (meskipun tidak bisa <em>rich formatting</em>).</p>
<p>Anda sudah menjajal WordPress for BlackBerry? Apa pendapat anda?  </p>
<p><a href="http://bloggingly.com/ulasan-wordpress-for-blackberry/">Ulasan WordPress for BlackBerry</a> dipublikaskan di <a href="http://bloggingly.com">Bloggingly.com</a> dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds.feedburner.com/Bloggingly">RSS-nya</a> yang didistribusikan melalui feedburner dan facebook notes.

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, silahkan klik link <strong>"share on facebook"</strong> yang berada di bawah tulisan ini untuk menshare-nya ke jaringan perkawanan anda. Ada Pop out yang tiba-tiba keluar? Silahkan tulis pendapat anda atas tulisan ini, lalu klik okay.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloggingly.com/ulasan-wordpress-for-blackberry/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menelaah Trend Lifestreaming</title>
		<link>http://bloggingly.com/menelaah-trend-lifestreaming/</link>
		<comments>http://bloggingly.com/menelaah-trend-lifestreaming/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 May 2010 18:05:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fikri</dc:creator>
				<category><![CDATA[fenomena]]></category>
		<category><![CDATA[ulasan]]></category>
		<category><![CDATA[Lifestreaming]]></category>
		<category><![CDATA[Sweetcron]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloggingly.com/?p=1949</guid>
		<description><![CDATA[Image credit @toponereport.com Seorang netizen bisa jadi menulis blog di WordPress, membuat tumbleblog berisi catatan-catatan kecil/foto di posterous, dan bercengkrama secara realtime di twitter. Di waktu senggangnya, ia juga mengunggah slide presentasi dari catatan kuliah / konsep-konsep tempat kerjanya di slideshare, mengunggah foto kesehariannya di flickr dan menyimpan artikel-artikel keren yang ditemukannya di delicious. Konten [...]<p><a href="http://bloggingly.com/menelaah-trend-lifestreaming/">Menelaah Trend Lifestreaming</a> dipublikaskan di <a href="http://bloggingly.com">Bloggingly.com</a> dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds.feedburner.com/Bloggingly">RSS-nya</a> yang didistribusikan melalui feedburner dan facebook notes.

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, silahkan klik link <strong>"share on facebook"</strong> yang berada di bawah tulisan ini untuk menshare-nya ke jaringan perkawanan anda. Ada Pop out yang tiba-tiba keluar? Silahkan tulis pendapat anda atas tulisan ini, lalu klik okay.</p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<p><small>Image credit @<a href="http://www.toponereport.com/lifestreaming-and-social-media-aggregators/" target="_blank">toponereport.com</a></small></p>
<p>Seorang netizen bisa jadi menulis blog di WordPress, membuat tumbleblog berisi catatan-catatan kecil/foto di posterous, dan bercengkrama secara realtime di twitter. Di waktu senggangnya, ia juga mengunggah slide presentasi dari catatan kuliah / konsep-konsep tempat kerjanya di slideshare, mengunggah foto kesehariannya di flickr dan menyimpan artikel-artikel keren yang ditemukannya di delicious.</p>
<p>Konten yang diunggah ke web oleh netizen menyebar di penjuru-penjuru layanan web karena keterbatasan satu layanan web yang hanya menggarap satu bidang tertentu. Bagaimana dengan menyatukan / mengagregasikan kesemuanya menjadi satu? Manifestasi akan kebutuhan inilah yang kemudian akan dikenal sebagai <strong>lifestreaming</strong>.</p>
<p><span id="more-1949"></span></p>
<h2>Apa itu Lifestreaming?</h2>
<p>Secara harafiah, lifestreaming tersusun dari dua kata:</p>
<blockquote><p>life = kehidupan</p>
<p>streaming = aliran</p>
<p>lifestreaming = aliran yang berisi kehidupan</p></blockquote>
<p>Secara lebih spesifik, seperti yang dikutip oleh ReadWriteWeb dari <a href="http://www.wordspy.com/words/lifestreaming.asp" target="_blank">Paul McFedries di WordSpy</a> (The Word Lover&#8217;s guide to new words), lifestreaming didefinisikan sebagai:</p>
<blockquote><p>An online record of a person&#8217;s daily activities, either via direct video feed or via aggregating the person&#8217;s online content such as blog posts, social network updates, and online photos.</p>
<p>Rekaman daring aktifitas keseharian seseorang, baik melalui pengumpan video langsung atau mengagregasikan konten online seseorang seperti blog post, status jejaring sosial atau foto online.</p></blockquote>
<p>Sementara itu, Lifestreaming didefinisikan di wikipedia sebagai:</p>
<blockquote><p>a time-ordered stream of documents that functions as a diary of your electronic life; every document you create and every document other people send you is stored in your lifestream.</p>
<p>Lifestreams are also referred to as social activity streams or social streams.</p>
<p>Aliran dokumen yang disusun berdasarkan kronologis waktu yang berfungsi sebagai buku harian dari aktifitas elektronik dari setiap dokumen yang anda ciptakan dan setiap dokumen yang orang lain kirim untuk anda untuk disimpan di lifestream anda.</p>
<p>Lifestream juga mengacu kepada aliran aktifitas sosial atau aliran sosial.</p></blockquote>
<p>Dari dua definisi diatas, dapat kita simpulkan bahwa Lifestreaming setidaknya mengacu kepada dua hal:</p>
<ol>
<li>Pada skala kecil, lifestreaming mengacu kepada catatan (<em>log</em>) aktifitas keseharian yang dipublikasikan secara online</li>
<li> Pada skala yang lebih besar, lifestreaming mengacu kepada pengagregasian (agregasi, sederhananya, bermakna mengumpulkan konten dari berbagai sumber) konten seorang user (dapat berupa blog post, tweet, foto, video, dokumen, slide, dll) yang tersebar di berbagai media sosial kedalam satu stream.</li>
</ol>
<h2>Mengapa lifestreaming?</h2>
<p>Saya pribadi tidak pernah terlalu memperhatikan mengenai lifestreaming<em>-thing</em> ini hingga saya menyaksikan <a href="http://www.notsogeeky.net/2010/04/03/interview-with-steve-rubel/" target="_blank">episode ke-10 dari NotSoGeeky</a> yang menginterview Steve Rubel, Director of Insight for <a href="http://edelmandigital.com/" target="_blank">Edelman Digital</a>. Dalam Interview tersebut Steve mengungkapkan bahwa <strong>blogger kini lebih sedikit ngeblog dan lebih banyak mempublikasikan konten dalam bentuk <em>stream</em></strong> &#8211; entah dalam bentuk lifestream kecil (sekedar update status di stream twitter / facebook) atau dalam stream besar (aktif di berbagai media sosial yang kemudian diagregasikan ke satu &#8220;stream utama&#8221; seperti stream facebook yang dapat mengimport konten dari RSS atau layanan media sosial lainnya.)</p>
<p>Beberapa tahun lalu, saat blog masih satu-satunya media untuk mengekspresikan diri secara online, berbondong-bondong orang membuat blog &#8211; yang bermakna, IMO, blogging itu sendiri merupakan lifestreaming. Sekarang masyarakat memiliki lebih banyak opsi dalam lifestreaming: melalui microblog, tumbleblog, berbagai media sosial, atau aktif di berbagai media sosial dan lalu diagregasi di &#8220;lifestream utama&#8221;.</p>
<h2>Bagaimana cara membuat lifestreaming?</h2>
<p>Seperti yang sudah saya ungkapkan diatas, jika berbicara dalam level konsep, blogging itu sendiri sebenarnya merupakan lifestreaming (stream dengan satuan informasi yang besar dan lebih jarang). Status update di berbagai jejaring sosial juga merupakan lifestream (stream dengan satuan informasi yang pendek dan lebih deras). Jadi jika secara aktif meng-update status atau ngetweet, <em>you already have your own lifestreaming</em> (dalam skala kecil). Tapi jika yang anda cari adalah lifestreaming dalam skala yang lebih besar (mengagregasikan berbagai konten sosial media anda), anda bisa mengikuti berbagai tips ini:</p>
<p><a href="http://facebook.com" target="_blank">Mengoptimalkan facebook</a>. Setiap media sosial saat ini umumnya sudah memiliki fitur &#8220;import to facebook&#8221;. Saya menggunakan fitur ini untuk tumblr dan blogpost (menggunakan facebook notes) saya. Setiap kali saya mempublikasikan konten di blog / tumblr, konten tersebut secara otomatis diagregasikan ke facebook.</p>
<p>Menggunakan layanan media sosial lifestreaming alternatif. Terdapat berbagai layanan web yang memfokuskan diri untuk mengagregasi konten personal berbagai media sosial. Let&#8217;s say <a href="http://friendfeed.com/" target="_blank">Friendfeed</a>, <a href="http://www.soup.io/" target="_blank">Soup</a>, dll. Untuk lebih jelas mengenai hal ini, anda bisa membaca post <a href="http://bloggingly.com/5-layanan-lifestreaming-alternatif/" target="_blank">5 layanan lifestreaming alternatif</a> yang ditulis Fandy di bloggingly.</p>
<p>Jika anda menginginkan kontrol penuh atas lifestream anda, anda bisa menggunakan lifestreaming CMS yang di host di server anda. Salah satu contohnya adalah <a href="http://code.google.com/p/sweetcron/" target="_blank">sweetcron</a> yang pernah <a href="http://bloggingly.com/review-blogging-software-sweetcron-the-automated-lifestream-blog-software/" target="_blank">diulas di bloggingly</a>. <em>See sweetcron in action</em> di lifestreamnya <a href="http://css-tricks.com/examples/sweetcron/" target="_blank">Chris Coyier</a> (CSS-Tricks.com) dan <a href="http://neofreko.com/" target="_blank">Neofreko</a> (NavinoT.com). Jika anda tertarik untuk menggunakan Sweetcron, Chris Coyier sudah menulis <a href="http://net.tutsplus.com/tutorials/site-builds/building-a-custom-lifestream-website-with-sweetcron/" target="_blank">tutorial mengenai pemanfaatan Sweetcron di Nettuts</a>.</p>
<p>Sekarang, apa yang anda pikirkan mengenai Lifestreaming? Apakah ada yang saya lewatkan? Silahkan berbagi pemikiran anda melalui kolom komentar  </p>
<p><a href="http://bloggingly.com/menelaah-trend-lifestreaming/">Menelaah Trend Lifestreaming</a> dipublikaskan di <a href="http://bloggingly.com">Bloggingly.com</a> dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds.feedburner.com/Bloggingly">RSS-nya</a> yang didistribusikan melalui feedburner dan facebook notes.

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, silahkan klik link <strong>"share on facebook"</strong> yang berada di bawah tulisan ini untuk menshare-nya ke jaringan perkawanan anda. Ada Pop out yang tiba-tiba keluar? Silahkan tulis pendapat anda atas tulisan ini, lalu klik okay.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloggingly.com/menelaah-trend-lifestreaming/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Resolusi 2009! Sudahkah Anda membuatnya?</title>
		<link>http://bloggingly.com/resolusi-2009-sudahkah-anda-membuatnya/</link>
		<comments>http://bloggingly.com/resolusi-2009-sudahkah-anda-membuatnya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Jan 2009 21:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fikri</dc:creator>
				<category><![CDATA[dari bloggingly]]></category>
		<category><![CDATA[teknik ngeblog]]></category>
		<category><![CDATA[ulasan]]></category>
		<category><![CDATA[2009]]></category>
		<category><![CDATA[Resolusi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloggingly.com/?p=809</guid>
		<description><![CDATA[Tahun baru selalu berkaitan dengan pembuatan resolusi baru dan usaha mencapainya. Sebelumnya, Apa itu resolusi? sederhananya, resolusi adalah target yang hendak dicapai.

Pertanyaannya adalah, mengapa harus membuat resolusi?<p><a href="http://bloggingly.com/resolusi-2009-sudahkah-anda-membuatnya/">Resolusi 2009! Sudahkah Anda membuatnya?</a> dipublikaskan di <a href="http://bloggingly.com">Bloggingly.com</a> dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds.feedburner.com/Bloggingly">RSS-nya</a> yang didistribusikan melalui feedburner dan facebook notes.

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, silahkan klik link <strong>"share on facebook"</strong> yang berada di bawah tulisan ini untuk menshare-nya ke jaringan perkawanan anda. Ada Pop out yang tiba-tiba keluar? Silahkan tulis pendapat anda atas tulisan ini, lalu klik okay.</p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bloggingly.com/wp-content/uploads/2009/01/how-to-stick-to-a-new-years-resolution.jpg"></a></p>
<p><small>Image courtesy @<a href="http://www.videojug.com/film/how-to-stick-to-a-new-years-resolution" target="_blank">videojug.com</a></small></p>
<p>Tahun baru selalu berkaitan dengan pembuatan resolusi baru dan usaha mencapainya. Sebelumnya, <strong>Apa itu resolusi? </strong>sederhananya, resolusi adalah target yang hendak dicapai.</p>
<h2>Pertanyaannya adalah, mengapa harus membuat resolusi?</h2>
<p>Karena semua pencapaian gemilang, berawal dari pikiran. Tepatnya, pikiran untuk mencapai sesuatu. Tidak ada pencapaian besar yang tidak direncanakan. Aktualnya, tidak mungkin blog anda dikunjungi oleh 20,000 orang perhari jika anda tidak meresolusikan atau mentargetkan hal itu terjadi sebelumnya, dan lalu bergerak kearah tersebut.<span id="more-809"></span></p>
<h2>Dan dalam aktifitas blogging, perlukah kita membuat resolusi?</h2>
<p>Jika anda melakukan <strong>&#8220;blogging for fun&#8221;</strong>, anda tidak perlu membuat resolusi. Tapi jika anda <strong>&#8220;blogging for something&#8221;</strong>, dimana something disini berarti diniatkan untuk mencapai sesuatu, anda perlu membuat resolusi. Bukan perlu lagi, wajib malah.</p>
<p>Mengapa? karena untuk mencapai something yang menjadi tujuan anda, anda perlu mengusahakannya. Usaha lahir dari rencana, rencana lahir dari resolusi dan keputusan untuk mencapainya.</p>
<h2>Lalu hal apa saja yang harus diresolusikan mengenai blogging?</h2>
<p>Kata kuncinya adalah, <strong>hal yang spesifik</strong>. Manusia lebih mungkin mencapai sesuatu yang spesifik. Resolusikan hal yang spesirik : Unique visitor perhari, Pageview per hari, jumlah pelanggan feed, jumlah uang yang ingin anda hasilkan dari blog, positioning blog anda, dll.</p>
<p>Sekarang pertanyaannya adalah, sudahkah anda membuat resolusi untuk blog anda di 2009? Jika belum, mari buat!  </p>
<h2>P.S :</h2>
<p>Jangan tanya dulu resolusi bloggingly 2009. Kami berencana mempublikasikannya pada tulisan selanjutnya, seiring dengan ajakan &#8220;public commitment&#8221; massal.  </p>
<p>Enjoy!  </p>
<p><a href="http://bloggingly.com/resolusi-2009-sudahkah-anda-membuatnya/">Resolusi 2009! Sudahkah Anda membuatnya?</a> dipublikaskan di <a href="http://bloggingly.com">Bloggingly.com</a> dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds.feedburner.com/Bloggingly">RSS-nya</a> yang didistribusikan melalui feedburner dan facebook notes.

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, silahkan klik link <strong>"share on facebook"</strong> yang berada di bawah tulisan ini untuk menshare-nya ke jaringan perkawanan anda. Ada Pop out yang tiba-tiba keluar? Silahkan tulis pendapat anda atas tulisan ini, lalu klik okay.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloggingly.com/resolusi-2009-sudahkah-anda-membuatnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Prediksi Blogosphere Indonesia 2009</title>
		<link>http://bloggingly.com/prediksi-blogosphere-indonesia-2009/</link>
		<comments>http://bloggingly.com/prediksi-blogosphere-indonesia-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Jan 2009 21:00:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fikri</dc:creator>
				<category><![CDATA[dari bloggingly]]></category>
		<category><![CDATA[ulasan]]></category>
		<category><![CDATA[2009]]></category>
		<category><![CDATA[Prediksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloggingly.com/?p=807</guid>
		<description><![CDATA[kali ini, bloggingly mencoba memprediksi apa saja yang akan "terjadi" di blogosphere Indonesia tahun 2009, berdasarkan opini dan fenomena yang sudah dan akan terjadi. So here we go :

Apa saja yang (kira - kira) akan terjadi di blogosphere Indonesia 2009?<p><a href="http://bloggingly.com/prediksi-blogosphere-indonesia-2009/">Prediksi Blogosphere Indonesia 2009</a> dipublikaskan di <a href="http://bloggingly.com">Bloggingly.com</a> dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds.feedburner.com/Bloggingly">RSS-nya</a> yang didistribusikan melalui feedburner dan facebook notes.

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, silahkan klik link <strong>"share on facebook"</strong> yang berada di bawah tulisan ini untuk menshare-nya ke jaringan perkawanan anda. Ada Pop out yang tiba-tiba keluar? Silahkan tulis pendapat anda atas tulisan ini, lalu klik okay.</p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bloggingly.com/wp-content/uploads/2009/01/3105789110_08f6e05f16_b.jpg"></a></p>
<p><small>Image courtesy @<a href="http://www.flickr.com/photos/shamsik/3105789110/" target="_blank">elena london s</a></small></p>
<p>Jenis post yang &#8220;rasanya sudah saya baca di tempat lain&#8221;? Meskipun kesan itu muncul, tapi jenis post &#8220;prediksi di awal tahun&#8221; seperti ini akan terus bermunculan. Mengapa? Karena manusia selalu tertarik dengan &#8220;prediksi masa depan&#8221;. betul?  </p>
<p>Dan kali ini, bloggingly mencoba memprediksi apa saja yang akan &#8220;terjadi&#8221; di blogosphere Indonesia tahun 2009, berdasarkan opini dan fenomena yang sudah dan akan terjadi. So here we go :<span id="more-807"></span></p>
<h2>Apa saja yang (kira &#8211; kira) akan terjadi di blogosphere Indonesia 2009?</h2>
<h2>Blogosphere semakin ramai.</h2>
<p>Efeknya? Dibutuhkan effort yang lebih, agar blog anda dapat menjadi lain dari yang lain.<em> Stand up from the crowd.</em> Berdasarkan apa yang kami baca di <a href="http://www.ayongeblog.com/2008/12/31/kaleidoskop-blogosphere-indonesia-2008/" target="_blank">ayo ngeblog,</a> saat ini ada kurang lebih 600,000 blog di Indonesia, dan akan berkalilipat dua di tahun 2009 ini. Hal ini bermakna persaingan yang semakin tinggi dan pasar yang semakin besar di waktu yang bersamaan. Bagaimana anda menyikapinya?</p>
<h2>Niche blog semakin banyak bermunculan</h2>
<p>Niche blog, blog yang fokus membahas satu topik akan semakin banyak muncul. Blogosphere indonesia hari ini masih  banyak dipenuhi dengan blog personal. Namun seiring dengan tumbuhnya audience blog, jumlah blog yang memfokuskan dirinya membahas satu topik spesifik saja akan semakin banyak.</p>
<h2>Blog self hosted semakin banyak bermunculan</h2>
<p>Dari sekian ratus ribu blog yang akan bermunculan, pastilah banyak yang membuat self hosted blog dengan nama domain sendiri. Alasannya? Branding. Akan lebih &#8220;keren&#8221; dan profesional jika menggunakan domain namaanda.com dari pada namaanda.wordpress.com. Hmm, mungkin ini yang menjadi alasan banyak orang terjun ke usaha webhosting y?  </p>
<h2>Penggunaan blog sebagai media politik</h2>
<p>2009 adalah tahun politik. Tahunnya pemilihan umum. Hubungannya? Kesuksesan Barack Obama menjadi presiden US yang didukung dengan kampanye via internet-nya, membuat internet semakin &#8220;dilirik&#8221; untuk keperluan politis. Meskipun tentu saja hasilnya pasti belum akan seefektif di US, namun internet, dalam lingkup ini berarti juga blog, akan mulai digunakan sebagai media kampanye. Implementasinya? bisa berupa space banner dari blog populer yang dibeli, blogger yang juga simpatisan mempublikasikan konten mengenai aliran politik dan memasang banner partainya, politisi mulai membuat blognya sendiri, perekrutan blogger, atau menciptakan kontroversi agar terjadi efek viral di blogosphere.</p>
<p>Di satu sisi, ini akan menjadi sangat membosankan untuk sebagian orang : Konten mengenai politik akan semakin banyak dan wara -wiri, dimana baliho raksasa di pinggir jalan saja sudah cukup membosankan. Di sisi lain, ini bisa berarti peluang ekonomi yang menarik.</p>
<h2>Efek krisis global terhadap blogosphere</h2>
<p>Krisis Global. Artinya? <em>penyunatan </em>anggaran iklan. Berkaitan dengan hal ini, ada dua skenario yang bisa saja terjadi :</p>
<ol>
<li>Arus iklan ke blog semakin seret karena para pengiklan semakin &#8220;mengefisienkan&#8221; dana iklannya, atau</li>
<li>Arus iklan ke blog semakin besar karena beriklan via blog bisa jadi lebih murah, lebih efisien dan lebih tertarget untuk beberapa produk daripada beriklan di media mainstream.</li>
</ol>
<p>Selain efisiensi anggaran iklan, krisis global juga memiliki arti lain : PHK massal. Dari orang &#8211; orang optimis yang &#8220;diputuskan&#8221; hubungan kerjanya dan harus tetap bertahan hidup itu, blog bisa jadi dilirik untuk meraih pendapatan.</p>
<p>Yep, itu dia prediksi kami mengenai &#8220;situasi blogsphere di 2009&#8243;. Apa ada prediksi yang terlewat? Bagaimana menurut anda?</p>
<p><a href="http://bloggingly.com/prediksi-blogosphere-indonesia-2009/">Prediksi Blogosphere Indonesia 2009</a> dipublikaskan di <a href="http://bloggingly.com">Bloggingly.com</a> dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds.feedburner.com/Bloggingly">RSS-nya</a> yang didistribusikan melalui feedburner dan facebook notes.

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, silahkan klik link <strong>"share on facebook"</strong> yang berada di bawah tulisan ini untuk menshare-nya ke jaringan perkawanan anda. Ada Pop out yang tiba-tiba keluar? Silahkan tulis pendapat anda atas tulisan ini, lalu klik okay.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloggingly.com/prediksi-blogosphere-indonesia-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Daftar &#8220;Hal &#8211; Hal Yang Menggemparkan &amp; Terjadi Di Blogosphere 2008&#8243;</title>
		<link>http://bloggingly.com/daftar-hal-hal-yang-menggemparkan-terjadi-di-blogosphere-2008/</link>
		<comments>http://bloggingly.com/daftar-hal-hal-yang-menggemparkan-terjadi-di-blogosphere-2008/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Dec 2008 21:00:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fikri</dc:creator>
				<category><![CDATA[acara]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Akhir Tahun]]></category>
		<category><![CDATA[blogging]]></category>
		<category><![CDATA[Pesta Blogger]]></category>
		<category><![CDATA[Tahun 2008]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloggingly.com/?p=796</guid>
		<description><![CDATA[Tahun 2008 akan segera berlalu. Tapi tunggu dulu, kita perlu mengingat apa saja yang terjadi di blogosphere di tahun 2008 ini. 

Memang apa manfaatnya?
Ingat kata sang proklamator kawan, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarah. Meski agak tidak nyambung, namun esensinya sama : selalu ada yang dapat kita pelajari dari yang telah lalu. Maka dari itu, ini dia : "Hal - Hal Yang Menggemparkan &#038; Terjadi Di Blogosphere 2008" <p><a href="http://bloggingly.com/daftar-hal-hal-yang-menggemparkan-terjadi-di-blogosphere-2008/">Daftar &#8220;Hal &#8211; Hal Yang Menggemparkan &#038; Terjadi Di Blogosphere 2008&#8243;</a> dipublikaskan di <a href="http://bloggingly.com">Bloggingly.com</a> dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds.feedburner.com/Bloggingly">RSS-nya</a> yang didistribusikan melalui feedburner dan facebook notes.

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, silahkan klik link <strong>"share on facebook"</strong> yang berada di bawah tulisan ini untuk menshare-nya ke jaringan perkawanan anda. Ada Pop out yang tiba-tiba keluar? Silahkan tulis pendapat anda atas tulisan ini, lalu klik okay.</p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bloggingly.com/wp-content/uploads/2008/12/blogging_margo1.jpg"></a></p>
<p>Image courtesy @<a href="http://news-service.stanford.edu/news/2007/november28/blogging-112807.html" target="_blank">news-service.stanford.edu</a></p>
<p>Mari melihat kebelakang. Daftar ini merupakan apa yang kami ingat dari Blogosphere tahun 2008 ini. Pengalaman dan sudut pandang setiap orang pastilah berbeda. Maka dari itu, kami yakin daftar ini sangat jauh dari sempurna, dan belum tentu memuaskan semua pihak. Maka dari itu, mari berpartisipasi. Jika anda kejadian yang menurut anda patut di cantumkan ke dalam daftar <strong>&#8220;Hal &#8211; Hal Yang Menggemparkan &amp; Terjadi Di Blogosphere 2008&#8243;</strong>, silahkan di post via kolom komentar. Jika kami rasa cukup relevan, akan kami cantumkan dalam update post ini, beserta link menuju blog anda. Hey, worth it kan?  <span id="more-796"></span></p>
<h2>Bloggingly.com di publikasikan!</h2>
<p>Well, Sedikit narsis untuk pemanasan. Kalau bloggingly tidak dipublikasikan, entri berisi daftar ini juga tidak akan di rilis kan?   </p>
<h2>PestaBlogger 2008</h2>
<p>Yep, perhelatan akbar tahun ini. Benar  &#8211; benar perhelatan akbar yang mempertemukan banyak blogger yang selama ini hanya &#8220;bercengkrama&#8221; via tulisan. Meskipun jauh dari sempurna, namun salut untuk tim <a href="http://pestablogger.com/2008/11/22/cerita-pesta-blogger/" target="_blank">pestablogger 2008</a>. Sekedar masukan, bagaimana jika tahun depan, format acara dibuat lebih panjang lagi?  </p>
<h2>Oknum yang menggunakan Blog untuk hal yang tidak sepatutnya</h2>
<p>Yeah, kita semua tahu akan hal ini. Pelecehan yang persis dilakukan oleh satu oknum dari denmark terhadap satu agama tertentu, dan pelecehan terhadap salah satu stasiun TV swasta negeri ini. Blog, seperti media lainnya, merupakan &#8220;alat yang netral&#8221;. Tergantung siapa yang memegangnya. Maka dari itu, diharap kedewasaannya untuk saling menghormati dan menghargai sesama dalam berinteraksi menggunakan blog. Cukup hingga tahun 2008 saja! Dan <strong>TIDAK LAGI</strong> untuk Tahun berikutnya!</p>
<h2>Zalukhu.com : 200 Review dalam 100 Jam, dan menjadi nominasi &#8220;cool blog&#8221; oleh WpWebhost</h2>
<p><a href="http://zalukhu.com" target="_blank">Abang dari Nias in</a>i melakukan banyak hal yang &#8220;luar biasa&#8221; atau tidak biasa dilakukan oleh blogger lain : Dari melakukan review terhadap 200 blog hingga dinominasikan oleh <a href="http://wpwebhost.com/blog/vote-for-the-coolest-blog-powered-by-wordpress/" target="_blank">WpWebhost</a>, salah satu penyedia jasa hosting internasional sebagai &#8220;Cool Blog&#8221;. Wow, Salut Bang Zal!  </p>
<h2>&#8220;Mewabah&#8221;nya microblogging : Membuat beberapa blogger malas update!  </h2>
<p>Ayou Ngaku! Siapa yang kecanduan plurking hingga lupa posting di blog? Siapa yang keseingan update status di twitter hingga lupa blogging? Awalnya mungkin anda akan menganggap kegiatan menuangkan perasaan dalam 140 karakter atau kurang merupakan hal tidak menarik. Tapi sekali anda melakukannya, anda akan tahu mengapa banyak blogger yang kecanduan hal yang satu ini.</p>
<h2>PPC lokal bermunculan</h2>
<p>Yep, meskipun mayoritas masih &#8220;dihiasi&#8221; oleh iklan <em>&#8220;usaha internet yang terlalu indah untuk menjadi nyata&#8221;</em>, tapi setidaknya PPC tidak selalu diidentikkan dengan Google Adsense lagi, meskipun Adsense masih menjadi primadona. Setidaknya, langkah pertama telah diambil! bukankah begitu?  </p>
<h2>Situs Social Bookmarking untuk konten berbahasa Indonesia yang mulai populer</h2>
<p>Yep. <a href="http://lintasberita.com" target="_blank">lintasberita</a>, <a href="http://infogue.com" target="_blank">infogue,</a> dll. Kini kita bisa mencari konten &#8211; konte menarik berbahasa Indonesia dari penjuru web dengan lebih mudah. Selain itu, kehadiran situs social bookmariking ini membantu blogger untuk memudahkan blogger &#8220;melejitkan&#8221; traffic blognya. Kami pun sempat beberapa kali merasakannya, meski belum sedahsyat &#8220;Digg Effect&#8221; sih.  </p>
<h2>Facebook : mulai digemari di Indonesia dan mengganti interface nya</h2>
<p>Ya, Awal 2008 kami sign up facebook dan menyadari betapa sulitnya mencari teman disana. Kini? Betapa mudahnya! Satu hal lain yang patut diingat, adalah bagaimana facebook mengganti tampilannya dan serbuan protes muncul, menginginkan &#8220;the old facebook back&#8221;. Well, perubahan itu terkadang tidak mudah sih  </p>
<h2>Friendster : Semakin ditinggalkan</h2>
<p>Ya ya, siapa yang masih sering login di friendster? Selain minimnya inovasi dan penambahan fitur yang berguna untuk user, Popularitas Facebook yang penuh inovasi ikut menenggelamkan situs yang satu ini, meski masih banyak digandrungi juga sih. Terutama oleh mereka yang <strong>belum mengenal </strong>canggihnya Facebook.</p>
<h2>Potensi blog di Indonesia yang mulai dilirik oleh korporasi, meskipun belum maksimal</h2>
<p>Yep, perlu diakui potensi blog di indonesia belum terlalu dilirik. Berapa banyak corporate blog yang ada di Indonesia? Berapa banyak manajemen perusahaan Indonesia yang ngeblog dan menyuarakan suara perusahaannya? Beberapa diantaranya ada juga sih : <a href="http://samsunghopeid.org" target="_blank">Samsung CSR Program</a>, dll</p>
<h2>Bermunculannya blog berbahasa Indonesia dengan niche spesifik</h2>
<p>Perluasan fungsi blog tahun ini benar &#8211; benar mulai muncul dalam bentuk yang nyata. Blog bukan sekedar diary tempat mencurahkan diri yang dipublikasikan secara online! Coba lihat <a href="http://ruangfreelance.com" target="_blank">RuangFreelance</a>, <a href="http://makemac.com" target="_blank">MakeMac</a>, <a href="http://twentea.com" target="_blank">Twentea</a>, <a href="http://dailysocial.net" target="_blank">DailySocial</a>, <a href="http://navinot.com" target="_blank">NavinoT</a>, dan lagi&#8230; <a href="http://bloggingly.com" target="_blank">bloggingly</a>? ( Narsis bab 2. Ahaha, joke   )</p>
<h2>Seleb mulai ngeblog!</h2>
<p>Oke, jujurlah. Siapa yang tidak tahu blognya <a href="http://sandradewi.seleb.tv/" target="_blank">Sandra Dewi</a>? <a href="http://christian-sugiono.seleb.tv/" target="_blank">Christian Sugiono</a>? Atau mungkin,  <a href="http://geminipride.blogspot.com" target="_blank">Sherina</a>?</p>
<h2>Munculnya peyedia layanan blog dalam negeri</h2>
<p>Akhirnya Ada juga penyedia blog dalam negeri : <a href="http://dagdigdug.com" target="_blank">DagDigDug</a>, <a href="http://blogdetik.com" target="_blank">BlogDetik</a>, dll.  Meski masih berengine WordPress MU buatan Automattic, tapi usahanya patut diacungi jempol!</p>
<h2>Diluncurkannya Cerpenista : Web App kreatif karya Cah Djogja!</h2>
<p>Akhirnya. <a href="http://cerpenista.com" target="_blank">Cerpenista </a>: Web Application made in Indonesia dengan ide yang orisinil, bukan &#8220;penyesuaian&#8221; dari aplikasi web buatan US yang terbukti berhasil. Hasil kreasi pria yang dikenal dengan nick <a href="http://hermansaksono.com" target="_blank">ketuakelas </a>ini memang yahud! Salut!</p>
<h2>Blogosphere yang semakin ramai</h2>
<p>Yap. Semakin banyak warga indonesia yang ngeblog. Semakin ramai ide dan aspirasi yang dituangkan di jagat blogosphere. Semakin banyak warga Indonesia yang berlatih merangkai kata. Semakin banyak warga Indonesia yang melek teknologi informasi dan internet. Dan terakhir, semakin besar omset dan pendapatan Telkom dan kawan &#8211; kawan. Hehe. Atas alasan yang terakhir, buat koneksi internet indonesia semakin cepat dan murah atuh! Win &#8211; win kan?  </p>
<p>Yup. Itu dia berbagai &#8220;kejadian&#8221; yang &#8220;tertangkap&#8221; oleh pengamatan kami, terkait dengan geliat blogosphere di Indonesia tahun 2008 ini. Seperti yang telah kami ucapkan diawal, masih banyak &#8220;kejadian&#8221; belum kami sertakan dalam daftar ini. Maka dari itulah, kami butuh partisipasi anda. Silahkan berpartisipasi via kolom komentar!  </p>
<h2>UPDATE :</h2>
<h2>WordPress.org</h2>
<p>Tahun 2008 ini, Automattic BEBERAPA KALI major update dari wordpress. Dari versi 2.5 dengan balutan warna biru muda dan desain interface admin yang benar &#8211; benar berbeda dan menggeser versi 2.3, hingga versi 2.7 dengan design interface &#8220;ala desktop app&#8221; yang di klaim akan menjadi &#8220;basis tampilan&#8221; dari pengembangan wordpress selanjutnya.</p>
<h2>KapanLagi.com</h2>
<p>Benar &#8211; benar kegemparan! bermula dari kontes pasang banner berhadiah total 50 juta rupiah yang di lakukan oleh kapanlagi.com, salah satu portal gosip besar di Indonesia. singkat kata, kontes tersebut diikuti oleh banyak blogger. Namun sayangnya, hingga tanggal pengumuman yang ditetapkan pada awal kontes, tidak ada kabar apapun dari pihak kapanlagi. Ketika di hubungi oleh salah seorang blogger kondangpun, hanya jawaban dingin yang didapat. Kontan hal ini membuat banyak blogger mempublikasikan konten dengan link yang menyudutkan pihak kapanlagi.com. Efek viralnya membuat pihak kapanlagi tidak bisa menganggap kecil hal ini.</p>
<h2>Pemblokiran beberapa Situs</h2>
<p>Kasus film fitna. Fil buatan seorang politisi belanda yang disebarkan via media internet (kebanyakan via YouTube, blog dan Multiply) ini membuat geram berbagai negara yang mayoritas penganut islam, dan Indonesia adalah salah satunya. Karena permintaan penghapusan konten yang tidak bisa dilakukan secara optimal (yaiyalah), akhirnya &#8220;surat cinta depkominfo&#8221; pun dilayangkan kepada perusahaan-perusahaan ISP, meminta mereka memblok IP YouTube dan Multiply. Akhir dari kejadian ini? IP YouTUe dan Multiply kembali &#8220;dibebaskan&#8221;. Satu karena isu tersebut menghilang seiring dengan berlalunya waktu, kedua Memblok IP sangat tidak efisien. Memangnya untuk apa ada Proxy?</p>
<p>Enjoy!  </p>
<p><a href="http://bloggingly.com/daftar-hal-hal-yang-menggemparkan-terjadi-di-blogosphere-2008/">Daftar &#8220;Hal &#8211; Hal Yang Menggemparkan &#038; Terjadi Di Blogosphere 2008&#8243;</a> dipublikaskan di <a href="http://bloggingly.com">Bloggingly.com</a> dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds.feedburner.com/Bloggingly">RSS-nya</a> yang didistribusikan melalui feedburner dan facebook notes.

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, silahkan klik link <strong>"share on facebook"</strong> yang berada di bawah tulisan ini untuk menshare-nya ke jaringan perkawanan anda. Ada Pop out yang tiba-tiba keluar? Silahkan tulis pendapat anda atas tulisan ini, lalu klik okay.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloggingly.com/daftar-hal-hal-yang-menggemparkan-terjadi-di-blogosphere-2008/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perbedaan Antara Facebook Page dan Facebook Groups</title>
		<link>http://bloggingly.com/perbedaan-antara-facebook-page-dan-facebook-groups/</link>
		<comments>http://bloggingly.com/perbedaan-antara-facebook-page-dan-facebook-groups/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Dec 2008 23:34:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fikri</dc:creator>
				<category><![CDATA[definisi]]></category>
		<category><![CDATA[Facebook]]></category>
		<category><![CDATA[Facebook Application]]></category>
		<category><![CDATA[Facebook Page]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloggingly.com/?p=790</guid>
		<description><![CDATA[Jika anda telah menjajal facebook, perhatikan lah profile salah seorang teman anda. Lihat di tab infonya, lalu lihat pages dan groups nya. Coba anda buka satu halaman groups yang diikuti teman anda, dan satu halaman page yang diikuti teman anda.

Pertanyaannya adalah, apa perbedaan antara pages dan groups?<p><a href="http://bloggingly.com/perbedaan-antara-facebook-page-dan-facebook-groups/">Perbedaan Antara Facebook Page dan Facebook Groups</a> dipublikaskan di <a href="http://bloggingly.com">Bloggingly.com</a> dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds.feedburner.com/Bloggingly">RSS-nya</a> yang didistribusikan melalui feedburner dan facebook notes.

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, silahkan klik link <strong>"share on facebook"</strong> yang berada di bawah tulisan ini untuk menshare-nya ke jaringan perkawanan anda. Ada Pop out yang tiba-tiba keluar? Silahkan tulis pendapat anda atas tulisan ini, lalu klik okay.</p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bloggingly.com/wp-content/uploads/2008/12/icon_facebook8.png"></a></p>
<p>Jika anda telah menjajal facebook, perhatikan lah profile salah seorang teman anda. Lihat di tab infonya, lalu lihat pages dan groups nya. Coba anda buka satu halaman groups yang diikuti teman anda, dan satu halaman page yang diikuti teman anda.</p>
<p><strong>Pertanyaannya adalah, apa perbedaan antara pages dan groups?<span id="more-790"></span></strong></p>
<div id="attachment_775" class="wp-caption alignnone" style="width: 292px"><a href="http://bloggingly.com/wp-content/uploads/2008/12/pages.png"></a><p class="wp-caption-text">Facebook Pages</p></div>
<p>Pada post ini akan kami urai jawabannya.</p>
<h2>Perbedaan antara Facebook Page dan Facebook Groups</h2>
<h3>Facebook Page :</h3>
<ul>
<li>Diperuntukkan untuk &#8220;membuat profile&#8221; dari sesuatu. Profile produk, artist, public figure, bisnis, dll.</li>
<li>Tujuannya memang untuk promosi</li>
<li>Dapat menambahkan Facebook Application pada page</li>
<li>Pemilik / admin dari page tidak diperlihatkan</li>
<li>Status hubungan di page adalah fan. Artinya kedudukan page dan member seperti antara artist dan penggemar</li>
<li>Terdapat fitur untuk memonitor traffic page. Seperti wp-stats pada wordpress</li>
<li>Page dapat dipromosikan melalui facebook ads, dengan biaya tentunya</li>
<li>Terdapat feed activity dari page</li>
</ul>
<h3>Facebook Groups :</h3>
<ul>
<li>Diperuntukan sebagai &#8220;tempat berkumpul&#8221; user facebook dengan kesamaan minat tertentu. Tujuannya untuk gathering</li>
<li>Tidak bisa menambahkan application pada group karena group itu sendiri merupakan application</li>
<li>Pemilik / Admin page diperlihatkan</li>
<li>Status hubungan di groups adalah member. Anda menjadi &#8220;bagian&#8221; dari komunitas groups</li>
<li>Tidak ada fitur untuk memonitor traffic groups</li>
<li>Tidak dapat dipromosikan melalui facebook ads</li>
<li>Setiap member group dapat mempost kan item di &#8220;posted items&#8221;</li>
</ul>
<p>Sementara itu, ada juga kesamaan antara facebook page dan facebook groups :</p>
<ul>
<li>Keduanya memiliki fitur Discussion Board</li>
<li>Keduanya memiliki fitur Wall</li>
<li>Keduanya memiliki fitur Photo &amp; Video</li>
</ul>
<p>Yep, that&#8217;s it.  Enjoy!  </p>
<p><a href="http://bloggingly.com/perbedaan-antara-facebook-page-dan-facebook-groups/">Perbedaan Antara Facebook Page dan Facebook Groups</a> dipublikaskan di <a href="http://bloggingly.com">Bloggingly.com</a> dan anda baru saja membaca <a href="http://feeds.feedburner.com/Bloggingly">RSS-nya</a> yang didistribusikan melalui feedburner dan facebook notes.

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, silahkan klik link <strong>"share on facebook"</strong> yang berada di bawah tulisan ini untuk menshare-nya ke jaringan perkawanan anda. Ada Pop out yang tiba-tiba keluar? Silahkan tulis pendapat anda atas tulisan ini, lalu klik okay.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloggingly.com/perbedaan-antara-facebook-page-dan-facebook-groups/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

