Oct 1, 2008
Budaya Ucapan Selamat Idul Fitri via Post di blog & Esensinya
oleh Fikri
Setelah 1 bulan shaum, akhirnya hari raya idul fitri datang juga.
dan budaya masyarakat kita menyambut hari yang di muliakan ini adalah saling memberikan ucapan selamat hari raya. entah itu “Selamat Hari Raya Idul Fitri”, “Minal Aidzin Wal Fa’ idzin”, “Mohon maaf lahir dan batin”, dan sebagainya, dan sebagainya.
Puluhan tahun lalu, hingga sekitar 12 tahunan yang lalu, dimana penyebaran teknologi belum se luas sekarang, selain mengucapkan langsung ucapan tersebut, masyarakat terbiasa mengirimkan kartu ucapan. Saya ingat sekali. Setiap ramadhan, toko stationary, toko buku dan toko kartu ucapan pasti diserbu pengunjung yang menyerbu untuk membeli Kartu Ucapan lebaran.
Sekitar 1998, teknologi pager menyebar. di tandai dengan lagu rap yang saya lupa siapa penyanyinya itu : “Tidit, tidit, pagerku berbunyi, tidit, tidit, begitu bunyinya” ( bunyi pager memangnya tidit2 y?
). Sejak saat itu, ucapan selamat hari raya via pager mulai ada.
Sekitar 2001 – 2004, penggunaan Handphone dan teknologi SMS mulai menyebar. meskipun pihak penyedia jasa selular belum bersitegang dengan titel “perang harga”, tapi ucapan hari raya via SMS mulai meraja lela. bahkan hingga sekarang.
Sekitar 2004 – 2005, Social Network mulai booming di Indonesia. terutama friendster. Meng-Embed kartu ucapan digital via kolom testimonial sudah bukan barang aneh lagi.
Dan sekarang, budaya baru muncul : ucapan Hari Raya via post di Blog. waw, sejak blogosphere Indonesia ramai, ucapan Hari Raya via blog post mulai booming. Entah berapa post bertema “selamat hari raya idul fitri” yang di publish esok.
Well, sebenarnya tidak ada masalah dengan budaya baru yang muncul dengan mengandalkan perkembangan teknologi ini. Namun jangan lupa, selamatnya heboh, tapi esensi dari hari raya itu sendiri haruslah dilakukan. Esensi dari Idul Fitri itu sendiri adalah kembali. Kembali ke fitrah. kembali sesuai “manusia yang murni”.
yang tadinya menyimpan amarah pada saudaranya, jadi tidak ada amarah itu lagi. Yang mempunyai salah pada saudaranya, memohon maaf pada saudaranya. yang punya sifat kurang baik, sifat kurang baiknya dihapuskan. semuanya kembali kepada fitrah manusia : baik adanya.
masalahnya, sebagai penghuni bloggosphere yang mengucapkan selamat hari raya idul fitri di blog post dan komentar – kmentar anda sudahkah anda melakukan esensi dari idul fitri itu sendiri?
- Yang meng copy paste post dari blog tetangganya ( Tanpa izin dan linkback ), sudahkah anda meminta maaf pada pemilik artikel?
- Yang di copy paste postnya, sudahkah anda memafkan dia yang meng copy paste post anda?
- Yang komentarnya terkadang menyakitkan, sudahkah anda mengajukan permohonan maaf pada yang dikomentari?
- Yang dikomentari, sudahkah anda memaafkan yang mengkomentari?
- Yang memfraud click adsense atau PPC seseorang, sudah kah anda meminta maaf?
- Yang di fraud click iklan PPCnya, sudahkah anda memaafkan?
- Yang dikecewakan oleh perusahaan hosting, sudahkah anda memaafkan perusahaan hosting yang mengecewakan anda?
- dan seterusnya, dan seterusnya…
Hanya anda dan Allah yang mengetahui bagaimana perasaan anda yang sesungguhnya.
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429 H semuanya, maaf jika ada salah ucap selama ini.
Enjoy!
P.S. :
sepertinya akan ada budaya baru lagi tahun ini. Ucapan Hari Raya via MicroBlogging, via video, podcast, atau bahkan via Social Bookmark? ucapan hari raya terkreatif ramai – ramai di vote hingga tampil di halaman depan situs social bookmark misalnya? ahahaha. untuk yang kedua, tiga dan empat kurang yakin juga sudah trend belum di indonesia. Tapi untuk via microblogging, warga -warga plurk sepertinya akan melakukannya deh
Dapatkan update harian bloggingly GRATIS di RSS Reader anda! Subscribe sekarang RSS FEED BLOGGINGLY !
Apa itu RSS? Kenali RSS di halaman ini
